14.39 · 19 Mei 2026

Kalender Ekonomi: Pasar Fokus ke Data AS dan Suku Bunga Global

Sebagian besar data ekonomi utama yang dijadwalkan hari ini telah dirilis.

Pertumbuhan GDP Jepang untuk Q1 mengejutkan pasar ke sisi positif dengan pertumbuhan mencapai 2,1% secara tahunan. Namun, GDP deflator juga naik lebih tinggi dari ekspektasi di level 3,4%, meningkatkan kekhawatiran pasar terhadap tekanan inflasi di Jepang. Pasar kini memperkirakan probabilitas kenaikan suku bunga Bank of Japan (BoJ) pada Juni mendekati 80%. Meski BoJ telah melakukan intervensi, yen tetap berada di bawah tekanan. Pasangan USDJPY kembali menembus level 159 pagi ini.

Data pasar tenaga kerja Inggris menunjukkan hasil yang mixed.

Tingkat pengangguran naik menjadi 5%. Jumlah pekerja payroll mencatat penurunan terbesar sejak pandemi COVID-19. Namun pertumbuhan upah naik lebih tinggi dari ekspektasi di level 4,1%. Kombinasi data ini membuat Bank of England diperkirakan tetap berhati-hati dalam menentukan kebijakan moneter berikutnya. Ekspektasi pasar terhadap kenaikan suku bunga Inggris mulai menurun. Investor kini memperkirakan BoE kemungkinan akan menahan suku bunga pada Juni dan baru mempertimbangkan kenaikan pada pertemuan Juli.

Kalender Makroekonomi

19 Mei

  • Jepang – Preliminary GDP Q1 (00:50)*

  • Australia – Consumer Confidence Mei (01:30)*

  • Australia – Minutes RBA Mei (02:30)*

  • Inggris – Pertumbuhan Upah Maret (07:00)*

  • Inggris – Tingkat Pengangguran Maret (07:00)*

  • Eurozone – Neraca Perdagangan Maret (10:00)

  • AS – Data ADP Labour Market Mingguan (13:15)

  • AS – Pending Home Sales April (15:00)

Semua waktu dalam UK time.

Agenda 20 Mei (Sesi Pagi)

  • China – Keputusan suku bunga LPR 1 tahun & 5 tahun (02:00)

  • Jerman – Inflasi PPI April (07:00)

  • Inggris – Inflasi CPI April (07:00)

  • Inggris – Inflasi PPI April (07:00)

Semua waktu dalam UK time.

Earnings Hari Ini

 

  • Home Depot (sebelum pembukaan pasar AS)
  • Keysight Technologies (setelah penutupan pasar AS)

Laporan-laporan ini akan menjadi perhatian investor untuk membaca kondisi konsumen AS dan permintaan sektor teknologi global.

 

 

6 November 2026, 20.31

NFP AS Tembus 165 Ribu, Dolar dan Yield Treasury Melonjak

6 November 2026, 18.53

Saham Airbnb Naik 12%, AI dan Pemesanan Dorong Pertumbuhan

6 November 2026, 14.25

Obligasi AS Menguat: Apa yang Dikhawatirkan Pasar?

6 November 2026, 10.02

Saham AI Rontok, Apakah Bisnisnya Benar Bermasalah?

Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.

Instrumen keuangan yang kami tawarkan, khususnya derivatif, berisiko tinggi. Saham Fraksional (FS) merupakan hak fidusia yang diperoleh dari XTB atas bagian saham fraksional dan ETF. FS bukanlah instrumen keuangan yang terpisah. Hak korporasi yang terbatas dikaitkan dengan FS.
Instrumen keuangan yang kami tawarkan, khususnya derivatif, berisiko tinggi. Saham Fraksional (FS) merupakan hak fidusia yang diperoleh dari XTB atas bagian saham fraksional dan ETF. FS bukanlah instrumen keuangan yang terpisah. Hak korporasi yang terbatas dikaitkan dengan FS.