Sebagian besar data ekonomi utama yang dijadwalkan hari ini telah dirilis.
Pertumbuhan GDP Jepang untuk Q1 mengejutkan pasar ke sisi positif dengan pertumbuhan mencapai 2,1% secara tahunan. Namun, GDP deflator juga naik lebih tinggi dari ekspektasi di level 3,4%, meningkatkan kekhawatiran pasar terhadap tekanan inflasi di Jepang. Pasar kini memperkirakan probabilitas kenaikan suku bunga Bank of Japan (BoJ) pada Juni mendekati 80%. Meski BoJ telah melakukan intervensi, yen tetap berada di bawah tekanan. Pasangan USDJPY kembali menembus level 159 pagi ini.
Data pasar tenaga kerja Inggris menunjukkan hasil yang mixed.
Tingkat pengangguran naik menjadi 5%. Jumlah pekerja payroll mencatat penurunan terbesar sejak pandemi COVID-19. Namun pertumbuhan upah naik lebih tinggi dari ekspektasi di level 4,1%. Kombinasi data ini membuat Bank of England diperkirakan tetap berhati-hati dalam menentukan kebijakan moneter berikutnya. Ekspektasi pasar terhadap kenaikan suku bunga Inggris mulai menurun. Investor kini memperkirakan BoE kemungkinan akan menahan suku bunga pada Juni dan baru mempertimbangkan kenaikan pada pertemuan Juli.
Kalender Makroekonomi
19 Mei
-
Jepang – Preliminary GDP Q1 (00:50)*
-
Australia – Consumer Confidence Mei (01:30)*
-
Australia – Minutes RBA Mei (02:30)*
-
Inggris – Pertumbuhan Upah Maret (07:00)*
-
Inggris – Tingkat Pengangguran Maret (07:00)*
-
Eurozone – Neraca Perdagangan Maret (10:00)
-
AS – Data ADP Labour Market Mingguan (13:15)
-
AS – Pending Home Sales April (15:00)
Semua waktu dalam UK time.
Agenda 20 Mei (Sesi Pagi)
-
China – Keputusan suku bunga LPR 1 tahun & 5 tahun (02:00)
-
Jerman – Inflasi PPI April (07:00)
-
Inggris – Inflasi CPI April (07:00)
-
Inggris – Inflasi PPI April (07:00)
Earnings Hari Ini
- Home Depot (sebelum pembukaan pasar AS)
- Keysight Technologies (setelah penutupan pasar AS)
Laporan-laporan ini akan menjadi perhatian investor untuk membaca kondisi konsumen AS dan permintaan sektor teknologi global.
Market Wrap: Pasar Masih Skeptis terhadap Trump dan Iran
Saham Seagate Turun di Tengah Tekanan Sektor AI
US Open: Wall Street Wait & See Jelang NVIDIA
Laba Emiten AS Melonjak, S&P 500 Dekati Rekor
Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.