- Wall Street ditutup mixed pada perdagangan terbaru, dengan pergerakan indeks utama AS menunjukkan arah yang berbeda-beda. Dow Jones berhasil bertahan sedikit di atas level flat, sementara S&P 500 turun sekitar 0,3% dan Nasdaq melemah lebih dari 0,7%.
- Tekanan utama di pasar saham AS datang dari sektor teknologi yang masih bergerak hati-hati menjelang laporan keuangan Nvidia yang sangat dinantikan dan dijadwalkan rilis pada Rabu setelah penutupan pasar. Laporan Nvidia dipandang sangat penting untuk mempertahankan narasi bullish AI yang selama ini menjadi penggerak utama reli pasar global.
- Meski pasar bergerak hati-hati, musim laporan keuangan AS sejauh ini masih dapat dianggap sebagai salah satu yang terkuat dalam beberapa tahun terakhir. Mayoritas perusahaan yang telah merilis hasil keuangan berhasil melampaui ekspektasi analis secara signifikan, memperkuat keyakinan investor terhadap fundamental korporasi AS. Namun, fokus pasar saat ini semakin terkonsentrasi pada sektor AI dan teknologi, sehingga Nvidia menjadi semacam “penentu arah” sentimen jangka pendek Wall Street.
- Donald Trump menyatakan dirinya memperkirakan kesepakatan damai dengan Iran dapat segera tercapai, tetapi pada saat yang sama menegaskan bahwa dirinya tidak terbuka terhadap konsesi kepada Teheran. Pemerintahan Trump tetap mengambil pendekatan keras terhadap Iran dan memperingatkan kemungkinan eskalasi lebih lanjut, sambil memberi sinyal bahwa “keputusan penting” dapat diambil dalam waktu dekat. Hal tersebut meningkatkan ketidakpastian pasar dan risiko perkembangan militer tambahan di kawasan Timur Tengah. Menurut pejabat AS, proposal nuklir terbaru Iran dianggap belum memadai dan tidak cukup signifikan untuk mendorong tercapainya kesepakatan. Di sisi lain, Teheran menilai tuntutan AS masih terlalu berlebihan, memperdalam kebuntuan diplomatik dan meningkatkan risiko eskalasi apabila negosiasi gagal menghasilkan terobosan.
- Meningkatnya tensi geopolitik dan ketidakpastian negosiasi damai kembali mendorong kenaikan harga energi. Brent crude kembali menembus level $110 per barel, sementara natural gas futures (Henry Hub) juga bergerak naik dan melampaui level $3. Kenaikan harga energi ini terus memperkuat kekhawatiran pasar terhadap tekanan inflasi global dan kemungkinan suku bunga tinggi bertahan lebih lama.
- Berbeda dengan Wall Street, pasar saham Eropa justru ditutup menguat. FTSE 100 Inggris naik lebih dari 1,2%, DAX Jerman menguat 1,2%, CAC 40 Prancis naik 0,4%, IBEX 35 Spanyol bertambah lebih dari 0,7%
- Perdana Menteri Inggris Keir Starmer juga menyatakan dirinya tidak memiliki rencana mundur dan akan tetap maju dalam pemilu mendatang.
- Emas bergerak di sekitar $4.550 per ounce
- Perak diperdagangkan dekat $77,5 per ounce
- Sementara itu, pasar crypto masih berada di bawah tekanan cukup besar: Bitcoin turun lebih dari 1,8% di bawah $77.000, Ethereum melemah lebih dari 3,5% dan menguji area $2.100. Tekanan di aset digital mencerminkan sentimen risk-off yang masih mendominasi pasar global.
US Open: Wall Street Wait & See Jelang NVIDIA
Laba Emiten AS Melonjak, S&P 500 Dekati Rekor
Morning Wrap: Pasar Global Tertekan oleh Iran dan Lonjakan Yield
Daily summary: Pasar Global Tertekan usai Kunjungan Trump ke China
Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.