00.42 · 23 Oktober 2026

Daily Summary: Wall Street Anjlok, Nasdaq Turun 2% dan Saham AI Tertekan

Amerika Serikat (USA)

  • Perdagangan Kamis kembali diwarnai memburuknya sentimen di Wall Street. Futures Nasdaq-100 (US100) turun sekitar 2%, sementara US500 melemah 1%. Indeks US30 dan US2000 menunjukkan ketahanan yang relatif lebih baik, dengan penurunan terbatas di sekitar 0,5%.
  • Pada saat yang sama, yield obligasi pemerintah AS (US Treasury) tenor 10 tahun turun lebih dari 10 basis poin, kembali berada di bawah level 5%. Kondisi ini mengindikasikan bahwa tekanan terhadap saham teknologi bukan hanya berkaitan dengan tingkat diskonto (discount rate) yang digunakan untuk menilai valuasi saham, tetapi juga mencerminkan menurunnya keyakinan investor terhadap prospek arus kas perusahaan di masa depan.
  • Perhatian pasar masih tertuju pada kemampuan perusahaan teknologi dalam membiayai investasi besar-besaran di sektor kecerdasan buatan (AI). Laporan keuangan Meta, IBM, dan Tesla belum cukup untuk meyakinkan investor, sementara hasil kinerja Lam Research juga mengecewakan ekspektasi pasar.
  • Faktor negatif lainnya berasal dari kenaikan harga minyak. Pada Rabu, serangan drone menghantam ladang minyak Shaybah di Arab Saudi. Meskipun produksi minyak tidak dihentikan, investor mengkhawatirkan kemungkinan serangan lanjutan. Pasar dan negara-negara di kawasan tersebut mulai bersiap menghadapi potensi gelombang eskalasi baru antara Amerika Serikat dan Iran. Saudi Aramco telah menginstruksikan karyawannya untuk meninggalkan kantor pusat di Dhahran, sementara AS mengurangi kehadiran diplomatik di negara-negara kawasan Teluk Persia. Harga minyak naik lebih dari 2%, mendorong Brent kembali ke atas US$108 per barel.
  • Kenaikan yang lebih tajam terlihat pada kontrak futures natural gas. Harga gas alam Eropa melonjak lebih dari 4% akibat kekhawatiran terhadap gangguan pasokan lebih lanjut. Harga gas alam AS juga meningkat meskipun prakiraan cuaca menunjukkan suhu yang lebih hangat. Pergerakan harga turut didukung oleh efek rollover kontrak futures, yaitu pergantian kontrak acuan yang dapat memengaruhi harga yang ditampilkan di pasar.
  • Pasar juga menantikan pengajuan prospektus S-1 Anthropic untuk rencana penawaran saham perdana (Initial Public Offering atau IPO), yang diperkirakan dapat dilakukan paling cepat pada Jumat, 23 Oktober 2026.

Berita Saham Perusahaan AS

  • Meta Platforms (META.US): Saham Meta turun sekitar 7%. Meskipun pendapatan perusahaan berhasil melampaui ekspektasi, laba yang dilaporkan justru mengecewakan. Pengumuman mengenai pembentukan kelas saham baru untuk menghimpun tambahan modal semakin menyoroti besarnya biaya investasi AI yang harus ditanggung perusahaan.
  • Tesla (TSLA.US): Saham Tesla melemah sekitar 2% setelah sebelumnya mengalami pergerakan yang berfluktuasi. Laba perusahaan melampaui ekspektasi analis, tetapi pendapatan tercatat lebih rendah dibandingkan perkiraan pasar.
  • Nvidia (NVDA.US): Saham Nvidia anjlok lebih dari 4% seiring berlanjutnya pelemahan sentimen terhadap sektor teknologi. Tekanan jual mencerminkan meningkatnya kehati-hatian investor terhadap saham yang memiliki eksposur besar pada pertumbuhan industri AI.
  • Lam Research (LRCX.US): Saham Lam Research turun sekitar 10% meskipun perusahaan membukukan hasil kuartalan yang kuat. Penurunan tersebut sejalan dengan aksi jual yang lebih luas pada saham-saham semikonduktor, ketika ekspektasi investor terhadap pertumbuhan industri masih berada pada level tinggi.
  • IBM (IBM.US): Pendapatan IBM meningkat 4,7% menjadi US$17,1 miliar, sementara laba per saham disesuaikan (adjusted EPS) mencapai US$2,95, melampaui ekspektasi US$2,85. Namun, perbaikan kinerja tersebut belum mampu melindungi saham IBM dari tekanan sentimen negatif yang melanda sektor teknologi.
  • Lockheed Martin (LMT.US): Perusahaan pertahanan AS ini melaporkan hasil keuangan yang jauh melampaui konsensus analis. Peningkatan penjualan pada divisi sistem rudal dan aeronautika, disertai kenaikan proyeksi kinerja di atas ekspektasi pasar, mendorong saham Lockheed Martin menguat lebih dari 4%.
  • Spotify (SPOT.US): Saham Spotify naik sekitar 6,0%. Investor menyambut positif pertumbuhan jumlah pelanggan yang kuat serta pembaruan proyeksi kinerja yang menunjukkan potensi ekspansi margin operasional secara berkelanjutan.

Data Makroekonomi AS

  • Klaim pengangguran AS menunjukkan pasar tenaga kerja yang stabil. Jumlah klaim pengangguran awal (initial jobless claims) tercatat sebanyak 194.000, lebih rendah dibandingkan ekspektasi pasar sebesar 200.000. Data tersebut menunjukkan bahwa kondisi pasar tenaga kerja AS masih relatif tangguh.
  • Persediaan natural gas AS meningkat sesuai ekspektasi. Energy Information Administration (EIA) melaporkan kenaikan persediaan gas alam sebesar 77 miliar kaki kubik (billion cubic feet atau bcf), mendekati perkiraan pasar sebesar 78 bcf.

Komoditas

  • Harga minyak kembali melonjak. Minyak mentah Brent sempat menembus US$112 per barel, mencapai level tertinggi sejak Mei. Serangan terhadap sejumlah target di Arab Saudi serta insiden di kawasan Teluk Persia meningkatkan kekhawatiran mengenai potensi gangguan pasokan energi lebih lanjut.
  • Harga emas tidak memperoleh dukungan dari memburuknya sentimen pasar. Emas spot turun sekitar 2,1% ke US$4.056 per ons. Tekanan terhadap emas berasal dari kekhawatiran bahwa kenaikan harga energi dapat membuat inflasi bertahan tinggi lebih lama dan menyebabkan suku bunga tetap berada pada level tinggi. Sementara itu, harga silver (perak) anjlok sekitar 4,6%.
22 Oktober 2026, 01.07

Daily Summary: Nasdaq Naik, SpaceX dan Tesla Jadi Sorotan

21 Oktober 2026, 22.58

Rusia Jual Cadangan Emas 10 Bulan, Harga Emas Terancam?

21 Oktober 2026, 00.41

Daily Summary: Wall Street Rebound, Minyak Turun

20 Oktober 2026, 18.04

Harga Gas Alam Anjlok 9,56%, Siap Rebound?

Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.

Instrumen keuangan yang kami tawarkan, khususnya derivatif, berisiko tinggi. Saham Fraksional (FS) merupakan hak fidusia yang diperoleh dari XTB atas bagian saham fraksional dan ETF. FS bukanlah instrumen keuangan yang terpisah. Hak korporasi yang terbatas dikaitkan dengan FS.
Instrumen keuangan yang kami tawarkan, khususnya derivatif, berisiko tinggi. Saham Fraksional (FS) merupakan hak fidusia yang diperoleh dari XTB atas bagian saham fraksional dan ETF. FS bukanlah instrumen keuangan yang terpisah. Hak korporasi yang terbatas dikaitkan dengan FS.