Penggerak Utama Volatilitas. Perdagangan hari ini didominasi oleh penurunan tajam harga minyak lebih dari 7%, didorong harapan tercapainya penyelesaian diplomatik konflik antara Amerika Serikat dan Iran. Penurunan harga minyak mengurangi sebagian premi risiko geopolitik yang sebelumnya diperhitungkan pasar dan memperbaiki sentimen secara luas, sehingga mendorong investor kembali masuk ke sektor-sektor siklikal. Namun, di balik penguatan tersebut, kekhawatiran terhadap sektor kecerdasan buatan (AI) masih bertahan setelah kinerja pasar yang lemah sepanjang Oktober. Investor juga bersiap menghadapi pekan yang sangat padat, mencakup pemilu khusus, rilis data pasar tenaga kerja AS, serta laporan keuangan sejumlah perusahaan teknologi lainnya.
Geopolitik. Perkembangan utama mencakup sinyal meredanya ketegangan hubungan AS-Iran setelah Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menegaskan bahwa Presiden Donald Trump belum memutuskan untuk melancarkan serangan dan lebih memilih menyelesaikan konflik secara damai. Pihak Iran juga memberikan sinyal kesiapan untuk berdialog. Presiden Masoud Pezeshkian menyatakan bahwa pemerintah telah menerima kewenangan yang diperlukan dari Pemimpin Tertinggi Iran untuk melakukan perundingan. Sebelumnya, pasar telah memperhitungkan risiko eskalasi militer setelah pemilu, sehingga berita mengenai kemungkinan negosiasi saja sudah cukup untuk memicu penurunan tajam harga komoditas. Pada Selasa, AS akan menggelar pemilu paruh waktu Kongres, dengan Partai Demokrat diperkirakan berpeluang mengambil alih kendali Dewan Perwakilan Rakyat, sementara hasil pemilihan Senat masih belum pasti.
Data Makroekonomi. Indeks ISM Manufacturing AS untuk Oktober naik menjadi 55,5 poin dari sebelumnya 54,5, melampaui ekspektasi pasar sebesar 54,5 dan mengindikasikan percepatan aktivitas manufaktur. Berdasarkan laporan tersebut, produksi dan persediaan meningkat, sementara subindeks harga melemah menjadi 75,2 poin, menandakan sedikit meredanya tekanan biaya. Di Eropa, PMI manufaktur zona euro turun tipis menjadi 52,7 poin, tetapi masih bertahan di atas ambang batas ekspansi. Perhatian pasar kini beralih ke laporan ketenagakerjaan AS pada Jumat serta keputusan kebijakan dari sejumlah bank sentral utama sepanjang pekan ini.
Indeks Saham. Di Wall Street, Dow Jones mencatat penguatan paling menonjol sekitar 0,9%, sementara S&P 500 dan Nasdaq masing-masing naik sekitar 0,3%, tertahan oleh pelemahan sektor teknologi. Aliran modal bergerak menuju saham-saham siklikal, dengan sektor consumer discretionary menguat sekitar 3%, sementara sektor keuangan, industri, dan material juga menunjukkan kinerja kuat. Di Eropa, indeks STOXX 600 naik tipis, didukung penurunan harga komoditas dan pemulihan setelah aksi jual pada Jumat. Pada pasar CFD, indeks Eropa dan Asia mencatat kenaikan terbesar, dengan SPA35 Spanyol naik 2,08% dan JP225 Jepang menguat 1,24%, sementara US100 AS dan W20 Polandia masih berada sedikit di zona merah.
Saham. Sektor teknologi menghadapi tekanan setelah pengumuman akuisisi Lumentum oleh Marvell dalam transaksi senilai US$115 miliar. Setelah pengumuman tersebut, saham Marvell turun sekitar 10% dan Lumentum anjlok hingga 15%. Oracle juga mengalami penurunan tajam sekitar 6% setelah muncul kabar mengenai rencana penghimpunan dana sebesar US$10 miliar melalui penerbitan saham dan tambahan US$10 miliar melalui obligasi untuk membiayai investasi AI. Perhatian investor juga tertuju pada prospektus terbaru Anthropic, yang menunjukkan pendapatan kuartal ketiga sekitar US$17 miliar, tetapi disertai komitmen belanja infrastruktur yang sangat besar. Setelah penutupan pasar, Apple merilis laporan keuangannya di tengah meningkatnya kekhawatiran investor terhadap saham perusahaan tersebut, sebagaimana tercermin dari kenaikan permintaan opsi jual (put options).
Komoditas. Perdagangan hari ini ditandai oleh anjloknya harga minyak lebih dari 7% setelah muncul laporan mengenai kemungkinan kesepakatan antara AS dan Iran, yang mendorong pelepasan sebagian posisi perdagangan berbasis premi risiko geopolitik. Di pasar CFD, harga minyak Brent turun 7,76% dan WTI AS melemah 6,53%, sementara harga gas alam Eropa merosot lebih dalam, hampir 9%. Sebaliknya, logam mulia bergerak menguat karena mendapat dukungan dari pelemahan dolar AS dan permintaan terhadap aset safe haven. Harga perak naik 3,12% dan emas menguat 2,07% menjadi sekitar US$3.953 per troy ounce. Pola ini menunjukkan adanya rotasi modal yang jelas dari komoditas energi menuju logam mulia.

Volatilitas yang saat ini terlihat pada sejumlah instrumen keuangan terpopuler. Sumber: XTB
Emas Gagal Rebound! Ada Apa di Pasar?
Nasdaq 100 Koreksi 10%, Saham AI Terancam?
Market Wrap: Wall Street Tertekan, Minyak Naik Lagi!
Laba Palantir Meledak, Saham PLTR Terancam?
Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.