01.11 · 16 Oktober 2026

Daily summary: Wall Street Rebound, Emas dan Perak Naik

Penurunan yield obligasi Treasury AS dari level tertinggi mendukung rebound harga logam mulia dan aset berisiko pada perdagangan hari ini, termasuk saham dan Bitcoin. Yield Treasury AS tenor 10 tahun turun dari sekitar 5,3% menjadi 5,08%, sementara harga emas menguat 1,2% dan perak rebound sebesar 2,5%. Futures Wall Street mulai stabil dan berupaya pulih, dengan US30 (Dow Jones Industrial Average) mencatat kinerja terbaik melalui kenaikan 1,1%. Sementara itu, US2000 (Russell 2000), yang mencerminkan kinerja perusahaan berkapitalisasi kecil dan menengah, juga menunjukkan penguatan sebesar 0,9%.

Di pasar saham AS, minat investor kembali meningkat terhadap saham di luar sektor teknologi, terutama perusahaan yang mencatat kinerja relatif tertinggal selama beberapa tahun terakhir. Saham dengan kinerja terbaik hari ini mencakup CoStar, penyedia data dan analitik real estat, International Paper, serta Nike. Sebaliknya, tekanan jual terbesar terkonsentrasi pada sektor teknologi, khususnya perusahaan yang selama ini dianggap sebagai penerima manfaat utama dari ekspansi infrastruktur kecerdasan buatan (AI).

Harga minyak mentah WTI dan Brent menguat setelah data Energy Information Administration (EIA) menunjukkan persediaan minyak mentah AS turun sebesar 8,557 juta barel, berlawanan dengan ekspektasi pasar yang memperkirakan kenaikan 150 ribu barel. Pada periode sebelumnya, persediaan minyak mentah turun 3,186 juta barel. Penurunan stok minyak mentah dan distilat tidak sepenuhnya diimbangi oleh peningkatan persediaan bensin, yang dilaporkan sekitar 3,5 kali lebih tinggi dari perkiraan.

  • Persediaan bensin meningkat 3,518 juta barel, jauh di atas ekspektasi penurunan sebesar 911 ribu barel. Pada periode sebelumnya, stok bensin meningkat 382 ribu barel.

  • Persediaan distilat turun 2,527 juta barel, lebih besar dibandingkan ekspektasi penurunan sebesar 1,720 juta barel. Pada periode sebelumnya, stok distilat berkurang 42 ribu barel.

  • Persediaan minyak mentah di pusat penyimpanan Cushing meningkat 1,862 juta barel, dibandingkan kenaikan 444 ribu barel pada pekan sebelumnya.

Data inflasi AS yang lebih tinggi dari ekspektasi tidak mampu menghentikan penurunan yield Treasury. Inflasi harga produsen AS (PPI) meningkat 1,3% secara bulanan (MoM) pada September, jauh melampaui perkiraan 0,6% dan naik dari 0,4% pada periode sebelumnya. Secara tahunan (YoY), inflasi PPI AS mencapai 6,3%, dibandingkan ekspektasi 5,4%. Sementara itu, angka periode sebelumnya direvisi naik dari 5,4% menjadi 5,6%.

  • Inflasi PPI inti bulanan (MoM) meningkat 0,7%, lebih dari dua kali lipat perkiraan 0,3% dan naik dari 0,2% pada periode sebelumnya.

  • Inflasi PPI inti tahunan (YoY) mencapai 5,0%, melampaui ekspektasi 4,4% dan angka sebelumnya 4,6%.

  • Penjualan ritel AS meningkat 0,8% secara bulanan, jauh di atas perkiraan 0,3%, meskipun melambat dibandingkan kenaikan sebelumnya sebesar 1,2%.

  • Penjualan ritel inti meningkat 0,9% secara bulanan, dibandingkan ekspektasi 0,5% dan pertumbuhan 1,4% pada bulan sebelumnya.

  • Klaim pengangguran awal AS tercatat sebanyak 199.000, dibandingkan perkiraan 200.000 dan angka sebelumnya 197.000.

  • Klaim pengangguran berkelanjutan mencapai 1,71 juta, secara umum sesuai dengan perkiraan 1,709 juta dan sedikit lebih rendah dibandingkan 1,716 juta pada periode sebelumnya.

  • Indeks manufaktur New York Fed meningkat menjadi 25,5 poin, jauh melampaui perkiraan 12 poin dan angka sebelumnya 7,6 poin.

  • Indeks aktivitas bisnis Philadelphia Fed turun menjadi 20,9 poin, di bawah perkiraan 28 poin dan melemah dari 37,8 poin pada periode sebelumnya.

Lelang Treasury bill AS tenor 4 minggu menunjukkan hasil yang solid, dengan rasio bid-to-cover meningkat menjadi 2,56 dari sebelumnya 2,40. Kenaikan tersebut menunjukkan permintaan investor yang lebih kuat meskipun pemerintah AS menawarkan surat utang senilai US$110 miliar. Yield hasil lelang tercatat sebesar 4% dibandingkan 3,98% sebelumnya, yang berarti biaya pembiayaan meningkat sedikit. Namun, tingginya permintaan dalam lelang menunjukkan bahwa pasar masih mampu menyerap penerbitan utang pemerintah AS jangka pendek tanpa hambatan berarti.

Departemen Keuangan AS menerima penawaran penjualan kembali obligasi senilai hampir US$40,84 miliar, dengan jumlah yang diterima mencapai batas maksimum yang direncanakan sebesar US$6 miliar. Dalam operasi pembelian kembali tersebut, Departemen Keuangan menerima 3 dari 42 seri surat utang yang memenuhi persyaratan, dengan fokus pada obligasi berbunga kupon yang jatuh tempo antara 2037 dan 2046. 

Grafik Perak (SILVER) 

Sumber: XTB

Saham dengan Kinerja Terbaik dan Terburuk di S&P 500

Perdagangan indeks S&P 500 hari ini menunjukkan perbedaan kinerja yang sangat besar antar saham, dengan tekanan jual yang terkonsentrasi pada sebagian sektor teknologi dan industri. Di sisi penguatan, Expedia (+6,6%) juga membukukan rebound signifikan. Kenaikan saham Nike (+6,3%), Intuit (+6,2%), dan Moderna (+6,2%) menunjukkan bahwa minat beli investor tersebar di berbagai sektor dan tidak hanya terbatas pada satu industri.

Pada saat yang sama, kelompok saham dengan penurunan terbesar didominasi oleh perusahaan yang memiliki keterkaitan erat dengan teknologi, infrastruktur AI, dan pusat data (data center). Saham Dell Technologies turun 8,4%, Hewlett Packard Enterprise (HPE) turun 5,9%, Arista Networks turun 5,7%, dan Seagate kehilangan 5,2%.

Namun, perlu diperhatikan bahwa banyak saham tersebut masih mencatat kinerja sangat kuat dalam jangka waktu yang lebih panjang. Dell masih menguat sekitar 269% sejak awal tahun (year-to-date/YTD), HPE naik 149%, Seagate meningkat 146%, dan Teradyne menguat 75%. Kondisi ini menunjukkan bahwa pergerakan pasar saat ini mungkin lebih mencerminkan aksi ambil untung (profit-taking) yang tajam dibandingkan pembalikan tren jangka panjang secara menyeluruh.

Secara keseluruhan, perdagangan S&P 500 menunjukkan rotasi modal yang kuat dan pengurangan eksposur terhadap kelompok saham yang sebelumnya menjadi tujuan investasi paling ramai (crowded trades). Pada saat yang sama, sejumlah saham yang sebelumnya mengalami tekanan jual besar mulai mencatat rebound, mencerminkan perubahan preferensi investor terhadap valuasi, risiko, dan prospek pertumbuhan masing-masing sektor.

Sumber: XTB

16 Oktober 2026, 16.21

TSMC dan Elon Musk Bahas Proyek Terafab

16 Oktober 2026, 15.47

KFC Pilih Coca-Cola, Pepsi Kehilangan Kontrak

16 Oktober 2026, 15.27

Harga Gas Alam AS Turun, Sinyal Rebound?

16 Oktober 2026, 13.11

Kalender Ekonomi: Inflasi dan Laba Bank AS

Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.

Instrumen keuangan yang kami tawarkan, khususnya derivatif, berisiko tinggi. Saham Fraksional (FS) merupakan hak fidusia yang diperoleh dari XTB atas bagian saham fraksional dan ETF. FS bukanlah instrumen keuangan yang terpisah. Hak korporasi yang terbatas dikaitkan dengan FS.
Instrumen keuangan yang kami tawarkan, khususnya derivatif, berisiko tinggi. Saham Fraksional (FS) merupakan hak fidusia yang diperoleh dari XTB atas bagian saham fraksional dan ETF. FS bukanlah instrumen keuangan yang terpisah. Hak korporasi yang terbatas dikaitkan dengan FS.