15.07 · 27 Oktober 2026

Emas Jebol US$4.000, Perak Anjlok 2%!

Harga logam mulia mengalami tekanan jual, dengan besarnya penurunan menunjukkan sentimen investor yang semakin melemah menjelang sinyal kebijakan lanjutan dari Federal Reserve (The Fed). Harga emas turun sekitar 0,5% hingga menembus ke bawah US$4.000 per troy ons, sementara harga perak anjlok hampir 2% ke sekitar US$53 per troy ons.

Ekspektasi terhadap kebijakan moneter The Fed masih menjadi faktor utama yang menggerakkan harga emas dan perak. Pasar memperkirakan bank sentral AS akan mempertahankan suku bunga pada pertemuan berikutnya, tetapi masih memperhitungkan kemungkinan kenaikan suku bunga tambahan sebelum akhir tahun. Harga energi yang tinggi meningkatkan risiko inflasi yang terus bertahan, sehingga dapat mendorong The Fed mempertahankan suku bunga pada level tinggi lebih lama daripada perkiraan sebelumnya. Skenario tersebut cenderung tidak menguntungkan bagi emas dan perak karena kedua aset ini tidak menghasilkan pendapatan bunga, sehingga daya tarik relatifnya dapat melemah ketika imbal hasil instrumen berbunga tetap tinggi.

Penembusan harga emas ke bawah US$4.000 menjadi perkembangan teknikal yang sangat penting. Level psikologis tersebut kini berpotensi berubah fungsi menjadi resistance, dan kegagalan harga untuk segera kembali menembus ke atasnya dapat meningkatkan risiko aksi ambil untung (profit-taking) lanjutan. Sementara itu, harga perak masih lebih rentan terhadap volatilitas. Selain dipengaruhi perubahan ekspektasi suku bunga, perak juga sensitif terhadap prospek aktivitas industri dan pertumbuhan ekonomi global. Kombinasi faktor tersebut dapat memperdalam penurunan harga perak ketika sentimen pasar memburuk.

Arah pergerakan emas dan perak berikutnya terutama akan bergantung pada yield obligasi pemerintah AS, nilai tukar dolar AS, dan komunikasi kebijakan The Fed. Pernyataan bernada hawkish, yang mengindikasikan kecenderungan mempertahankan kebijakan moneter ketat, dapat meningkatkan tekanan terhadap harga logam mulia. Sebaliknya, jika ekspektasi kenaikan suku bunga pada Desember mulai mereda, harga emas dan perak berpeluang mengalami rebound. Untuk saat ini, penurunan emas ke bawah US$4.000 dan pelemahan perak yang lebih tajam menunjukkan bahwa prospek jangka pendek pasar logam mulia masih perlu disikapi dengan hati-hati.

Sumber: XTB Research

Sumber: XTB Research

27 Oktober 2026, 12.34

Market Wrap: Nasdaq Melonjak, IPO Anthropic Picu Reli Saham AI

27 Oktober 2026, 11.40

Emas Kuat di $4.020, FOMC Tentukan Arah

27 Oktober 2026, 01.00

Daily Summary: Nasdaq Naik 0,74%, IPO Anthropic Jadi Sorotan

26 Oktober 2026, 21.11

Saham Verizon Turun 3% Meski Laba Naik, Apa Penyebabnya?

Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.

Instrumen keuangan yang kami tawarkan, khususnya derivatif, berisiko tinggi. Saham Fraksional (FS) merupakan hak fidusia yang diperoleh dari XTB atas bagian saham fraksional dan ETF. FS bukanlah instrumen keuangan yang terpisah. Hak korporasi yang terbatas dikaitkan dengan FS.
Instrumen keuangan yang kami tawarkan, khususnya derivatif, berisiko tinggi. Saham Fraksional (FS) merupakan hak fidusia yang diperoleh dari XTB atas bagian saham fraksional dan ETF. FS bukanlah instrumen keuangan yang terpisah. Hak korporasi yang terbatas dikaitkan dengan FS.