20.10 · 30 September 2025

Emas Menguat, Dolar Melemah: Ke Mana Arah Berikutnya?

Emas jadi sorotan hari ini setelah reli spektakuler bulan ini. Harga emas turun $18 pada Selasa, meski sepanjang September masih mencatat kenaikan lebih dari 10%. Sebagai perbandingan, S&P 500 hanya naik 3,1% dan Nasdaq 100 5,2%.

Dengan bayang-bayang shutdown pemerintah AS dan arus akhir bulan yang membuat investor menyeimbangkan portofolio jelang Q4, harga emas mengalami tekanan jangka pendek.

Pullback emas saat ini terbilang normal. Kenaikan tajam sebelumnya sudah lebih dari dua standar deviasi dibanding rata-rata jangka panjang, sehingga wajar bila laju reli melambat dan harga cenderung kembali ke rata-rata (mean reversion).

Namun, prospek jangka panjang emas tetap mendukung kenaikan harga lebih lanjut. Pelemahan dolar AS, meningkatnya ekspektasi inflasi, serta prospek pemangkasan suku bunga The Fed menjadi pendorong utama reli emas. Kekhawatiran bahwa booming saham AI mungkin terlalu berlebihan dan tidak memberikan produktivitas maupun pendapatan sebesar yang diharapkan juga menambah sentimen positif. Dalam kondisi seperti ini, emas tetap menjadi instrumen lindung nilai utama terhadap depresiasi dolar, lonjakan utang global, potensi gelembung pasar saham, dan risiko inflasi sehingga permintaan terhadap emas diperkirakan akan tetap tinggi.

Menarik juga melihat analisis korelasi untuk memprediksi arah emas selanjutnya. Harga emas memiliki korelasi terbalik dengan dolar AS, dan sejak awal tahun ini keduanya bergerak berlawanan lebih dari 50% waktu. Saat dolar melemah, emas justru menguat. 

Dengan sedikit faktor yang bisa mendorong dolar naik dan pelemahan greenback kemungkinan besar berlanjut selama shutdown pemerintah AS, momentum kenaikan emas tetap terjaga meski laju kenaikan bisa melambat. Emas mungkin tidak mengulang reli spektakuler September, tetapi prospek harga menembus $4.000 per ons masih terbuka.

Chart 1: Emas dan Dolar AS, grafik 5 tahun. Korelasi terbalik semakin menonjol sejak awal tahun ini.

 

Sumber: XTB and Bloomberg

29 Mei 2026, 20.51

US OPEN: Dell Picu Reli AI, Saham Teknologi Melonjak

29 Mei 2026, 14.12

Costco Raup Untung dari Lonjakan Harga BBM

29 Mei 2026, 13.12

Dell Jadi Bintang Baru dalam Ledakan AI

29 Mei 2026, 12.53

Market Wrap: Dell dan Anthropic Perkuat Optimisme AI

Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.

Instrumen keuangan yang kami tawarkan, khususnya derivatif, berisiko tinggi. Saham Fraksional (FS) merupakan hak fidusia yang diperoleh dari XTB atas bagian saham fraksional dan ETF. FS bukanlah instrumen keuangan yang terpisah. Hak korporasi yang terbatas dikaitkan dengan FS.
Instrumen keuangan yang kami tawarkan, khususnya derivatif, berisiko tinggi. Saham Fraksional (FS) merupakan hak fidusia yang diperoleh dari XTB atas bagian saham fraksional dan ETF. FS bukanlah instrumen keuangan yang terpisah. Hak korporasi yang terbatas dikaitkan dengan FS.