00.31 · 29 Oktober 2026

FOMC Malam Ini: The Fed Siap Bikin Kejutan?

Sebagai informasi awal, keputusan FOMC akan diumumkan pukul 18.00 GMT atau 01.00 WIB pada 29 Oktober, bukan pukul 19.00 GMT seperti jadwal yang biasanya berlaku.

Apa penyebabnya?

Di Amerika Serikat, peralihan waktu musim panas (daylight saving time) berlangsung pada Minggu pertama November, sedangkan di Eropa perubahan tersebut terjadi pada akhir pekan penuh terakhir Oktober.

Hal yang Perlu Diketahui Sebelum Keputusan FOMC

Pertemuan FOMC kali ini tidak akan disertai publikasi Summary of Economic Projections (SEP), yang dijadwalkan kembali dirilis pada Desember. SEP mencakup Dot Plot, yaitu grafik yang menggambarkan ekspektasi tingkat suku bunga pada akhir tahun-tahun mendatang, serta proyeksi pertumbuhan ekonomi, tingkat pengangguran, inflasi PCE utama (headline PCE), dan inflasi PCE inti (core PCE).

Keputusan suku bunga ini diumumkan hanya beberapa hari sebelum dimulainya secara resmi pemilu paruh waktu Amerika Serikat pada 3 November. Namun, pemungutan suara lebih awal (early voting) telah berlangsung di berbagai negara bagian, sehingga pemilih terdaftar dapat memberikan suara secara langsung sebelum hari pemilihan.

Hasil jajak pendapat saat ini mengindikasikan potensi kemenangan Partai Demokrat di kedua kamar Kongres AS, dengan keunggulan yang lebih besar di Dewan Perwakilan Rakyat (House of Representatives).

Ekspektasi Pasar terhadap Keputusan The Fed

Pasar memperkirakan probabilitas kenaikan suku bunga pada pertemuan hari ini kurang dari 10%. Sementara itu, kenaikan suku bunga pada Desember telah sepenuhnya diperhitungkan dalam harga pasar, diikuti ekspektasi dua kenaikan tambahan sebelum pertengahan 2027.

Gambar 1: Proyeksi Jalur Suku Bunga The Fed Berdasarkan Ekspektasi Pasar (2026–2027)

 

Sumber: XTB Research, 28.10.2026

Keputusan FOMC diperkirakan tidak akan diambil secara bulat. Tiga anggota dengan pandangan hawkish berpotensi menyampaikan suara berbeda (dissenting votes) karena mendukung kenaikan suku bunga, yaitu:

  • Beth Hammack, Federal Reserve Bank of Cleveland.

  • Lorie Logan, Federal Reserve Bank of Dallas.

  • Neel Kashkari, Federal Reserve Bank of Minneapolis.

Kondisi tersebut dapat menghasilkan voting 9–3 untuk mempertahankan suku bunga, yang dari perspektif pasar dapat dianggap sebagai sinyal netral hingga sedikit hawkish.

Apabila lebih banyak anggota memilih kenaikan suku bunga, dolar AS berpotensi mendapatkan dukungan tambahan. Namun, pernyataan terbaru dari sejumlah pejabat lainnya, termasuk Kevin Warsh, John Williams, dan Philip Jefferson, tidak memberikan indikasi bahwa mereka akan mendukung kenaikan suku bunga pada pertemuan kali ini.

Perhatian investor terutama akan tertuju pada konferensi pers setelah keputusan FOMC diumumkan. Nada komunikasi Kevin Warsh dan setiap panduan mengenai langkah kebijakan moneter berikutnya akan menjadi penggerak utama dolar AS, mengingat keputusan mempertahankan suku bunga pada pertemuan ini telah sepenuhnya diperhitungkan oleh pasar.

Data Makroekonomi AS

Inflasi

Kedua indikator inflasi CPI AS pada September tercatat 0,1 poin persentase di atas ekspektasi. Harga energi meningkat tajam, terutama akibat kenaikan harga bahan bakar sebesar 9,1% secara bulanan (MoM) dan 34% secara tahunan (YoY). Tekanan harga juga terlihat pada kategori lainnya, termasuk harga perangkat keras komputer yang meningkat 9,7% YoY.

Gambar 2: Inflasi CPI AS dan Pertumbuhan Upah (2026–2027)

 

Sumber: XTB Research, 28.10.2026

Secara bulanan, inflasi utama (headline inflation) meningkat menjadi 0,6%, mencatat laju tercepat dalam lima bulan terakhir, sementara inflasi inti (core inflation) naik 0,3%. Tidak mengherankan jika momentum inflasi inti yang disetahunkan berdasarkan data tiga bulan terakhir kembali bergerak di atas target inflasi The Fed.

Gambar 3: Momentum Inflasi Inti AS (2025–2026)

 

Sumber: XTB Research, 28.10.2026

Lonjakan inflasi inti sebagian besar didorong oleh satu komponen, yaitu owner's equivalent rent (OER) atau estimasi biaya sewa ekuivalen rumah milik sendiri. Hal ini menimbulkan pertanyaan apakah kenaikan tersebut hanya merupakan anomali sementara.

Gambar 4: Rincian Komponen Inflasi CPI AS (2026)

 

Sumber: XTB Research, 28.10.2026

Tingginya harga minyak mentah dan gas alam cair (liquefied natural gas atau LNG) sejauh ini belum memberikan dampak rambatan yang signifikan terhadap perekonomian AS secara luas. Namun, kemungkinan meningkatnya efek transmisi kenaikan harga energi ke berbagai sektor ekonomi dalam beberapa bulan mendatang tetap tidak dapat dikesampingkan.

Sentimen Konsumen

Sebagian besar indikator sentimen konsumen masih berada pada atau mendekati level terendah dalam beberapa tahun terakhir. Selain itu, kesenjangan pertumbuhan konsumsi antara rumah tangga berpendapatan rendah (tercile terbawah) dan rumah tangga berpendapatan tinggi (tercile teratas) masih berada pada level yang tinggi.

Gambar 5: Indikator Sentimen Konsumen University of Michigan (1976–2026)

 

Sumber: XTB Research, 28.10.2026

Permintaan Domestik

Meski demikian, penjualan ritel AS memberikan kejutan positif dengan pertumbuhan 6,3% YoY. Namun, perlu diperhatikan bahwa belanja konsumen masih mendapat dukungan signifikan dari tabungan rumah tangga yang terus menipis.

Gambar 6: Penjualan Ritel AS (2024–2026)

 

Sumber: XTB Research, 28.10.2026

Indikator Utama Ekonomi

Data Purchasing Managers' Index (PMI) sedikit melemah, tetapi masih mengindikasikan pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) yang kuat, yakni sekitar 4%.

Sektor manufaktur dengan PMI 56,0 menunjukkan kinerja yang lebih lemah dibandingkan sektor jasa yang mencapai 57,9. Namun, jika melihat prospek 12 bulan ke depan, kondisi sebaliknya justru terlihat. Selain itu, pertumbuhan tenaga kerja manufaktur mencapai laju tercepat sejak Maret 2012.

  • Pesanan ekspor baru untuk barang meningkat untuk pertama kalinya sejak Juni tahun lalu, sementara ekspor jasa mencatat pertumbuhan tercepat sejak Juli 2023.

  • Harga input meningkat lebih cepat di sektor manufaktur dibandingkan sektor jasa, mencerminkan dampak kenaikan tajam harga minyak mentah.

29 Oktober 2026, 04.23

FOMC: Fed Tahan Bunga, Dolar AS Melemah

29 Oktober 2026, 03.14

Daily Summary: Fed Dovish, Oracle Meroket 11%!

27 Oktober 2026, 01.00

Daily Summary: Nasdaq Naik 0,74%, IPO Anthropic Jadi Sorotan

26 Oktober 2026, 12.13

Market Wrap: Minyak Brent Anjlok, Wall Street Masih Tertekan

Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.

Instrumen keuangan yang kami tawarkan, khususnya derivatif, berisiko tinggi. Saham Fraksional (FS) merupakan hak fidusia yang diperoleh dari XTB atas bagian saham fraksional dan ETF. FS bukanlah instrumen keuangan yang terpisah. Hak korporasi yang terbatas dikaitkan dengan FS.
Instrumen keuangan yang kami tawarkan, khususnya derivatif, berisiko tinggi. Saham Fraksional (FS) merupakan hak fidusia yang diperoleh dari XTB atas bagian saham fraksional dan ETF. FS bukanlah instrumen keuangan yang terpisah. Hak korporasi yang terbatas dikaitkan dengan FS.