Menurut minutes pertemuan The Fed September, seluruh 19 pejabat The Fed mendukung kenaikan suku bunga terbaru.
Mayoritas peserta juga menilai bahwa satu kenaikan suku bunga tambahan pada 2026 kemungkinan masih diperlukan.
-
Banyak pejabat The Fed menilai kenaikan suku bunga juga dapat dibenarkan dari perspektif risk management, terutama karena tekanan inflasi masih bertahan.
-
Sejumlah peserta menilai momentum dasar ekonomi AS lebih kuat dibandingkan perkiraan sebelumnya.
-
Beberapa pejabat juga mencatat bahwa skala investasi terkait artificial intelligence terus mengejutkan ke sisi atas dan berpotensi menopang aktivitas ekonomi serta investment demand.
-
Peserta secara umum memperkirakan kondisi labor market akan tetap stabil.
-
Sejumlah pejabat menilai level suku bunga saat ini sudah tidak terlalu restriktif atau hanya sedikit restriktif.
The Fed Melihat Ekonomi Tetap Solid, tetapi Inflasi Masih Jadi Kekhawatiran
The Fed menilai ekonomi AS masih tumbuh dengan laju yang solid meskipun labor market mengalami pendinginan secara bertahap.
Consumer spending dan private investment masih relatif kuat, sementara indikator yang tersedia menunjukkan pertumbuhan domestic demand meningkat pada paruh pertama tahun ini dan tetap lebih cepat dibandingkan pertumbuhan GDP secara keseluruhan.
Business investment yang berkaitan dengan artificial intelligence terlihat sangat kuat dan turut mendukung impor high-tech capital goods.
Namun, labor market tidak lagi sekuat sebelumnya.
Tingkat pengangguran turun menjadi 4,1% pada Juli dan Agustus, tetapi pertumbuhan nonfarm payroll melambat secara signifikan, sementara pertumbuhan upah dan labor cost berada di bawah level tahun sebelumnya.
The Fed tidak melihat kondisi tersebut sebagai pelemahan tajam dalam pasar tenaga kerja, tetapi lebih sebagai proses normalisasi lanjutan setelah periode pertumbuhan tenaga kerja yang sangat kuat.
Inflasi tetap menjadi perhatian terbesar.
The Fed memperkirakan inflasi PCE naik menjadi sekitar 3,3% YoY pada Agustus, sementara core PCE tetap dekat 3,4%.
Tekanan harga terutama datang dari kenaikan harga barang yang berkaitan dengan tarif, biaya energi, ketegangan geopolitik, serta peningkatan belanja teknologi terkait ekspansi infrastruktur AI.
Secara keseluruhan, penilaian The Fed terhadap ekonomi masih relatif kuat: aktivitas dan investasi tetap resilient, labor market mendingin secara bertahap, tetapi inflasi masih jelas berada di atas target.
Kondisi tersebut mendukung pendekatan kebijakan moneter yang tetap hati-hati dan restriktif.
Daily summary: Wall Street Bertahan, Silver Jatuh di Bawah US$60
Stok Crude Oil AS Turun, Tapi Harga Oil Masih Tertahan
Kalender Ekonomi: EIA dan FOMC Jadi Fokus Pasar Rabu
Oil Rebound, Yield AS Tetap Tinggi, Dolar Menguat
Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.