Harga gold mencoba mengalami rebound tipis menjelang publikasi laporan non-farm payrolls (NFP) AS hari ini.
Meski investor biasanya tetap berhati-hati menjelang rilis data resmi AS, faktor utama yang mendorong perbaikan sentimen di pasar logam mulia hari ini adalah penurunan harga minyak mentah.
Tekanan pada Harga Minyak: Usulan Pelepasan Cadangan
Salah satu faktor utama yang menekan harga minyak dan bahan bakar adalah proposal Prancis untuk melakukan pelepasan cadangan secara terkoordinasi oleh negara-negara Eropa dan anggota International Energy Agency (IEA) dengan total sekitar 100 juta barel minyak mentah dan bahan bakar.
Rencana tersebut mencakup pelepasan 50 juta barel diesel oleh negara-negara Eropa dan 50 juta barel minyak mentah oleh anggota IEA lainnya ke pasar.
Inisiatif ini muncul sebagai respons terhadap meningkatnya tekanan dari Washington.
Pemerintah AS menghadapi tingginya harga bahan bakar di pasar domestik yang menekan biaya hidup masyarakat menjelang pemilu paruh waktu.
Prospek kemungkinan pembatasan ekspor diesel AS mendorong negara-negara sekutu di Eropa mencari alternatif pasokan. Kondisi tersebut langsung memberikan tekanan turun terhadap ekspektasi inflasi dari sektor energi.
Kondisi Makro Jelang NFP: Pasar Tenaga Kerja Mulai Melambat
Penurunan harga komoditas energi dapat menekan ekspektasi inflasi dalam jangka lebih panjang, menciptakan kondisi yang lebih mendukung bagi precious metals menjelang rilis NFP September.
Namun, perlu diperhatikan bahwa Treasury yield AS saat ini masih berada pada level yang sangat tinggi.
Untuk NFP, ekspektasi pasar menunjukkan adanya perlambatan yang cukup jelas dalam penciptaan lapangan kerja AS dibandingkan laporan sebelumnya yang kuat.
-
Proyeksi tenaga kerja: Bloomberg Economics memperkirakan non-farm payrolls hanya bertambah 55 ribu, dibandingkan 162 ribu pada Agustus dan konsensus pasar sekitar 88 ribu.
-
Konsensus pasar: Estimasi analis mengarah pada penambahan sekitar 90 ribu, sejalan dengan publikasi laporan ADP.
-
Tingkat pengangguran: Diperkirakan naik tipis menjadi 4,17%, dari sebelumnya 4,14%.
Pasar tenaga kerja AS mulai memasuki fase pertumbuhan lapangan kerja baru yang lebih rendah.
Jika harga bahan bakar mulai turun secara berkelanjutan dari level saat ini, ekspektasi terhadap kebijakan The Fed yang lebih hawkish juga dapat berkurang.
Outlook Gold
Penurunan harga minyak mentah mengurangi sebagian risiko inflasi tinggi yang bertahan lebih lama.
Hal ini turut mendorong yield obligasi AS 10 tahun turun ke sekitar 5,2%, sehingga memberikan ruang bagi gold untuk mencoba rebound.
Namun, arah berikutnya untuk logam mulia tetap akan sangat ditentukan oleh hasil laporan NFP.
Jika data mengonfirmasi perlambatan yang lebih dalam di pasar tenaga kerja AS, ekspektasi terhadap kebijakan The Fed yang lebih dovish dapat menguat dan memberikan katalis bagi kenaikan gold yang lebih berkelanjutan.
Sebaliknya, laporan tenaga kerja yang jauh lebih kuat dari perkiraan tetap menjadi risiko utama karena dapat dengan cepat memicu aksi profit-taking pada gold.

NFP AS Anjlok, Dolar Melemah dan The Fed Kembali Disorot
Kalender Ekonomi: NFP AS Jadi Penentu Arah The Fed
Trading Minyak Tanpa Beli Fisik?
Daily Summary: Wall Street Pulih, Micron dan AI Kembali Jadi Sorotan
Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.