-
Harga emas turun hampir 4% ke bawah US$4.140 per troy ounce dan kini telah terkoreksi lebih dari 10% dari puncak lokal Agustus.
-
Yield US Treasury 10 tahun naik ke sekitar 5,25%, level tertinggi sejak 2007, sehingga meningkatkan opportunity cost memegang emas.
-
Kenaikan harga minyak akibat belum adanya perkembangan positif dalam negosiasi AS-Iran kembali meningkatkan kekhawatiran inflasi.
-
Profit-taking dari sebagian investor China menjelang Golden Week turut menambah tekanan pada harga emas.
-
Investor kini menunggu data inflasi PCE AS pada Rabu, yang berpotensi memengaruhi yield obligasi dan arah harga emas.
-
Harga emas turun hampir 4% ke bawah US$4.140 per troy ounce dan kini telah terkoreksi lebih dari 10% dari puncak lokal Agustus.
-
Yield US Treasury 10 tahun naik ke sekitar 5,25%, level tertinggi sejak 2007, sehingga meningkatkan opportunity cost memegang emas.
-
Kenaikan harga minyak akibat belum adanya perkembangan positif dalam negosiasi AS-Iran kembali meningkatkan kekhawatiran inflasi.
-
Profit-taking dari sebagian investor China menjelang Golden Week turut menambah tekanan pada harga emas.
-
Investor kini menunggu data inflasi PCE AS pada Rabu, yang berpotensi memengaruhi yield obligasi dan arah harga emas.
Harga emas turun hampir 4% ke bawah US$4.140 per troy ounce, terutama karena kenaikan harga minyak mendorong kekhawatiran inflasi dan ekspektasi suku bunga The Fed lebih tinggi, sehingga yield US Treasury ikut naik. Kondisi ini meningkatkan opportunity cost memegang emas yang tidak memberikan imbal hasil, sementara aksi profit-taking investor China turut menambah tekanan.
Gambar 1: Emas (2026)
Sumber: XTB Research, 28.09.2026
Aksi jual ini sebagian besar didorong oleh korelasi yang sudah familiar bagi pasar. Belum adanya perkembangan positif dalam negosiasi AS-Iran mendorong harga minyak naik, memperbesar kekhawatiran inflasi, meningkatkan ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed, dan pada akhirnya mendorong yield US Treasury lebih tinggi.
Gambar 2: Minyak Brent (Kontrak Futures Front-Month) dan Yield Obligasi 10 Tahun (2026)
Sumber: XTB Research, 28.09.2026
Yield US Treasury 10 tahun naik sekitar 5 basis poin hari ini menjadi 5,25%, level tertinggi sejak 2007.
Opportunity cost untuk memegang logam mulia, yang merupakan aset tanpa imbal hasil, terus meningkat dari hari ke hari. Kondisi ini secara nyata mengurangi daya tarik emas meskipun situasi geopolitik global masih sangat volatil.
Tekanan terhadap harga emas juga semakin besar akibat aksi profit-taking dari sebagian investor China menjelang Golden Week, periode liburan tradisional yang berlangsung pada 1–7 Oktober dan menjadi salah satu periode liburan tahunan terpenting di China.
Investor saat ini menunggu rilis data inflasi PCE AS untuk Agustus pada Rabu. Data tersebut berpotensi meredakan kekhawatiran yang meningkat terhadap tekanan inflasi di AS dan memicu koreksi di pasar obligasi.
Daily Summary: Nasdaq Naik 0,74%, IPO Anthropic Jadi Sorotan
Market Wrap: Minyak Brent Anjlok, Wall Street Masih Tertekan
Spread Brent-WTI Terus Melebar
Daily Summary: Minyak Tembus US$112, Wall Street Tertekan
Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.