Harga kontrak futures gas alam Amerika Serikat mengalami penurunan yang cukup signifikan pada paruh kedua sesi perdagangan Selasa. Harga gas alam (NGAS) melemah sekitar 2% dan bergerak mendekati level psikologis US$3,00 per MMBtu.
- Prakiraan cuaca AS menjadi faktor utama yang menekan harga gas alam. Model cuaca menunjukkan suhu di atas rata-rata musiman di wilayah tengah dan timur Amerika Serikat. Kondisi ini mengurangi ekspektasi permintaan gas untuk pemanas ruangan (heating demand) dan menunda dimulainya peningkatan konsumsi gas secara musiman. Sejak mencapai puncak lokal terbaru, kontrak NGAS telah kehilangan lebih dari 10% nilainya hanya dalam lima sesi perdagangan terakhir.
- Tekanan pasokan masih berlanjut meskipun data terbaru Energy Information Administration (EIA) menunjukkan kenaikan persediaan gas alam sebesar 67 miliar kaki kubik (Bcf). Angka tersebut lebih rendah dibandingkan ekspektasi pasar yang memperkirakan penambahan sekitar 76 Bcf.
- Ekspor LNG yang kuat dan penurunan produksi gas domestik AS masih menjadi faktor pendukung harga. Namun, untuk saat ini, pembeli terlihat semakin mengurangi aktivitasnya di pasar, sehingga tekanan jual tetap mendominasi pergerakan harga NGAS.
US Open: Nasdaq Tertekan, Saham AI Dijual
Harga Gas Alam Anjlok 9,56%, Siap Rebound?
Market Wrap: Nasdaq Rebound, Minyak US$110
Market Wrap: Nasdaq Rebound, Saham AI Kembali Disorot
Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.