21.50 · 5 November 2026

Harga Minyak Brent Anjlok, Harapan Damai AS-Iran Menguat

Laporan mingguan Departemen Energi Amerika Serikat (DOE) menunjukkan bahwa penurunan persediaan minyak mentah AS lebih kecil daripada perkiraan pasar. Namun, data tersebut bukanlah faktor utama yang mendorong volatilitas pasar energi hari ini. Pergerakan harga minyak terutama dipengaruhi oleh harapan dimulainya tahap negosiasi antara AS dan Iran, menyusul perkembangan dalam beberapa hari terakhir, serta kekalahan Partai Republik dalam pemilu midterm AS. Hasil pemilu tersebut melemahkan posisi tawar Presiden Donald Trump sekaligus mencerminkan penolakan sebagian pemilih Amerika terhadap kebijakannya.

  • Persediaan minyak mentah AS turun 865 ribu barel menjadi 409,76 juta barel, dibandingkan ekspektasi penurunan 1,7 juta barel. Sementara itu, American Petroleum Institute (API) sebelumnya mengindikasikan penurunan hingga 5,3 juta barel.

  • Persediaan minyak di Cushing meningkat 280 ribu barel menjadi 27,25 juta barel.

  • Persediaan bensin turun 222 ribu barel menjadi 208,958 juta barel, berlawanan dengan ekspektasi kenaikan 200 ribu barel.

  • Persediaan distilat, termasuk diesel dan minyak pemanas, turun tajam sebesar 3,565 juta barel menjadi 99,259 juta barel, jauh lebih besar daripada perkiraan penurunan hanya 1 juta barel.

  • Tingkat utilisasi kapasitas kilang meningkat menjadi 94,5%, dibandingkan 92,8% pada pekan sebelumnya.

  • Impor minyak mentah AS dari Arab Saudi meningkat 29% menjadi 293 ribu barel per hari (bpd), sementara Kanada tetap menjadi pemasok dominan dengan volume hampir 4 juta bpd.

Data persediaan minyak itu sendiri sebenarnya memberikan sinyal yang beragam, meskipun penurunan stok minyak mentah lebih kecil daripada perkiraan. Penurunan tajam persediaan distilat menunjukkan permintaan yang solid menjelang musim dingin, sementara peningkatan volume pengolahan minyak di kilang mengonfirmasi bahwa industri penyulingan AS beroperasi pada kapasitas yang sangat tinggi. Oleh karena itu, data persediaan minyak AS saja tidak cukup untuk menjelaskan aksi jual minyak yang terjadi hari ini.

Pendorong utama penurunan harga minyak justru berasal dari dua faktor di luar fundamental pasar minyak.

Pertama, pasar masih mengalami aksi ambil untung (profit taking) setelah kemenangan Partai Demokrat dalam pemilu midterm AS. Hasil tersebut mengurangi sebagian premi risiko yang berkaitan dengan ketegangan perdagangan dan geopolitik yang sebelumnya meningkat akibat kebijakan pemerintahan saat ini.

Kedua, dan jauh lebih penting, investor semakin memperhitungkan peluang mencairnya ketegangan antara Washington dan Teheran. Laporan mengenai kesiapan kedua pihak untuk berdialog setelah serangan terbatas AS terhadap Iran baru-baru ini mendorong pasar memperkirakan bahwa risiko eskalasi lebih lanjut di Selat Hormuz semakin berkurang. Dengan demikian, ancaman terhadap kelancaran aliran minyak dari kawasan Teluk Persia juga dinilai mulai mereda.

Iran saat ini berada dalam posisi yang sangat tertekan. Produksi minyak negara tersebut telah turun ke level terendah sejak 2020, sementara ekspornya praktis menghilang.

Harga minyak Brent hari ini terkoreksi ke sekitar US$101,11 per barel, menembus indikator simple moving average SMA25 dan SMA50, sekaligus menguji level Fibonacci retracement 23,6% dari impuls kenaikan terbaru.

Jika harga menembus level psikologis US$100, target penurunan berikutnya berpotensi mengarah ke area koreksi terbesar dalam tren kenaikan sebelumnya. Namun, sinyal pembalikan tren yang lebih kuat baru akan muncul apabila harga turun di bawah moving average 200 periode (SMA200) di sekitar US$92 per barel.


 
5 November 2026, 02.08

Daily Summary: Dow Jones Meroket 3%, Minyak Anjlok 9%!

5 November 2026, 00.14

Harga Minyak Brent Anjlok 9%, Tembus US$95 Usai Pemilu AS

4 November 2026, 22.11

US Open: Dow Jones Meroket 2,6%, Saham AI Justru Tertekan

4 November 2026, 17.05

Blue Wave: Demokrat Menang Telak, Saham AI Terancam?

Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.

Instrumen keuangan yang kami tawarkan, khususnya derivatif, berisiko tinggi. Saham Fraksional (FS) merupakan hak fidusia yang diperoleh dari XTB atas bagian saham fraksional dan ETF. FS bukanlah instrumen keuangan yang terpisah. Hak korporasi yang terbatas dikaitkan dengan FS.
Instrumen keuangan yang kami tawarkan, khususnya derivatif, berisiko tinggi. Saham Fraksional (FS) merupakan hak fidusia yang diperoleh dari XTB atas bagian saham fraksional dan ETF. FS bukanlah instrumen keuangan yang terpisah. Hak korporasi yang terbatas dikaitkan dengan FS.