Home Depot (HD.US) memulai tahun fiskal 2026 dengan hasil yang mungkin tidak spektakuler, tetapi justru memberikan gambaran penting mengenai kondisi ekonomi AS saat ini. Perusahaan membukukan pendapatan sebesar $41,77 miliar, naik 4,8% secara tahunan dan sedikit melampaui ekspektasi pasar di $41,51 miliar. Adjusted earnings per share (EPS) tercatat di $3,43 dibanding estimasi $3,41. Di tengah kondisi konsumen yang mulai lebih berhati-hati dalam belanja, setiap hasil yang mampu melampaui ekspektasi tetap dianggap penting oleh pasar.
Poin terpenting dari laporan ini bukan hanya hasil kuartalan, tetapi keputusan manajemen mempertahankan outlook tahunan.
Home Depot tetap memproyeksikan:
- pertumbuhan same-store sales sebesar 0% hingga 2%
- pertumbuhan EPS sebesar 0% hingga 4%
Dalam lingkungan dengan:
- suku bunga tinggi
- tekanan pasar properti
- ketidakpastian konsumen,
mempertahankan guidance justru dianggap sebagai sinyal positif. Bagi sektor retail dan housing, ini menunjukkan bahwa permintaan mulai stabil dan tidak terus memburuk.
Home Depot bukan perusahaan teknologi atau luxury brand.
Perusahaan ini justru sering dianggap sebagai indikator kesehatan kelas menengah AS.
Ketika masyarakat masih:
- renovasi rumah
- mengganti atap
- memperbarui dapur
- membeli perlengkapan rumah tangga besar
itu berarti mereka masih:
- memiliki pekerjaan
- memiliki tabungan
- percaya diri terhadap kondisi finansial mereka
Nilai rata-rata transaksi naik 2,3% menjadi $92,76. Meski jumlah transaksi turun tipis 0,9%, pelanggan tetap melakukan pembelian bernilai lebih besar. Artinya, konsumen AS belum menyerah — mereka hanya lebih berhati-hati.
Tekanan terbesar tetap datang dari pasar perumahan dan tingginya mortgage rate.
CEO Ted Decker secara terbuka mengatakan bahwa perusahaan masih merasakan:
- ketidakpastian konsumen
- rendahnya keterjangkauan rumah
Hal ini menjelaskan mengapa hasil perusahaan hanya “sesuai ekspektasi” dan belum benar-benar kuat. Comparable sales AS hanya naik 0,4%, di bawah estimasi 0,88%. Pasar properti AS masih cenderung “beku” karena banyak pemilik rumah enggan menjual rumah mereka dan kehilangan mortgage rate rendah sebelum 2022. Akibatnya: turnover properti rendah dan aktivitas renovasi ikut melambat Meski tantangan masih besar, hasil Home Depot secara keseluruhan tetap menunjukkan daya tahan ekonomi AS.
Dalam satu kuartal perusahaan berhasil:
- menghasilkan operating cash flow lebih dari $6 miliar
- mempertahankan gross margin sekitar 33%
- membayar dividen sebesar $2,32 miliar
- tetap berencana membuka sekitar 15 toko baru tahun ini
Ringkasan Hasil Keuangan Q1 2026
- Revenue: $41,77 miliar (estimasi $41,51 miliar) 🟢
- Adjusted EPS: $3,43 (estimasi $3,41) 🟢
- Like-for-like sales: +0,6% (estimasi +0,9%) 🔴
- US same-store sales: +0,4%
- Laba bersih: $3,3 miliar
Outlook Tahun Fiskal 2026
- Pertumbuhan like-for-like sales: 0% hingga +2% 🟡
- Pertumbuhan sales: +2,5% hingga +4,5%
- Pertumbuhan adjusted EPS: 0% hingga +4%
- Target toko baru: sekitar 15
- Adjusted operating margin: 12,8%–13,0%
Saham Home Depot saat ini bergerak dekat area support kuat di kisaran $299–$300. RSI(14) berada di level 32,7 dan mulai mendekati area oversold di bawah 30. Namun harga saham masih bergerak di bawah EMA50, EMA100, dan EMA200, yang menunjukkan tren jangka menengah masih cenderung lemah. Sumber: xStation
BREAKING: NATO Pertimbangkan Pengawalan Hormuz
Gelombang Ketiga AI: CPU Mulai Menjadi Kunci Revolusi AI
Harga Nikel Lonjak Usai Isu Pembatasan Ekspor RI
Preview Earnings Nvidia: Bisakah Menyelamatkan Reli Pasar?
Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.