Produsen chip asal AS, Intel, mencatat penurunan cukup jelas dalam perdagangan pre-market pada sesi Senin. Sahamnya turun sekitar 4%.
Penurunan tersebut terutama dipicu oleh komentar Elon Musk mengenai kemungkinan kerja sama TSMC dalam proyek joint venture “Terra Fab.”
Sebagai pengingat, Terra Fab merupakan inisiatif untuk membangun proses manufaktur prosesor yang sangat besar dan terintegrasi secara vertikal. Proyek tersebut ditujukan untuk menghasilkan chip dalam volume sangat besar dengan harga kompetitif, sekaligus tetap mempertahankan teknologi produk tingkat lanjut.
Intel sebelumnya diperkirakan menjadi bagian dari inisiatif Terra Fab dengan peran sebagai pemasok teknologi proses manufaktur chip.
Secara spesifik, teknologi yang dimaksud adalah Intel 14A, yaitu proses manufaktur chip generasi lanjutan Intel.
Kursi di Meja Mulai Diperebutkan
Elon Musk memberikan komentar melalui platform X sebagai respons terhadap analisis seorang penulis Substack bernama Culpium.
Culpium menyebut adanya sumber internal TSMC yang mengindikasikan bahwa kemungkinan kerja sama antara TSMC dan perusahaan-perusahaan milik Elon Musk sedang dieksplorasi.
CEO Tesla dan SpaceX tersebut kemudian memberikan respons yang dianggap mengonfirmasi spekulasi tersebut.
Namun, Elon Musk segera memberikan klarifikasi.
Ia menyatakan bahwa apabila kerja sama TSMC berkembang dalam konteks Terra Fab, perannya kemungkinan hanya bersifat pelengkap.
Masalahnya, sejauh mana peran “pelengkap” tersebut belum dijelaskan.
Ketidakjelasan ini menempatkan Intel dalam posisi yang kurang nyaman karena pasar sebelumnya melihat Terra Fab sebagai salah satu peluang penting bagi bisnis foundry dan teknologi manufaktur Intel.
Kebangkitan Intel atau Masalah Baru?
Intel sendiri telah mencatat rally saham yang sangat kuat.
Sejak awal tahun, saham perusahaan telah naik sekitar 220%.
Dengan perusahaan yang masih mencatat kerugian bersih cukup besar, Intel perlu merealisasikan banyak target strategisnya untuk membenarkan valuasi pasar sekitar US$630 miliar.
Grafik Harga Intel (D1)
Sumber: xStation5
Keterlibatan Intel dalam Terra Fab bukan hanya soal keberhasilan atau kegagalan finansial.
Jika proses Intel 14A berhasil diintegrasikan ke dalam proyek Elon Musk, hal tersebut dapat menjadi sinyal kuat bagi pasar bahwa teknologi Intel bukan hanya kembali kompetitif dalam klaim perusahaan, tetapi juga mulai mendapatkan validasi secara operasional.
Keberhasilan tersebut dapat menjadi titik awal bagi Intel untuk membangun kembali kepercayaan pasar, prestige teknologi, dan yang paling penting, pangsa pasar.
Namun, kemungkinan bahwa Intel harus “berbagi” peran dengan TSMC mulai menimbulkan pertanyaan terhadap seberapa besar manfaat strategis yang akhirnya dapat diperoleh perusahaan.
Sentimen Versus Fakta
Skala potensi kekecewaan pasar saat ini masih sulit dihitung.
Intel belum mempublikasikan guidance maupun ekspektasi finansial yang secara spesifik berkaitan dengan partisipasinya dalam Terra Fab.
Mekanisme pembagian revenue maupun struktur penyelesaian finansial antarpartisipan proyek juga belum diketahui publik.
Saat ini, salah satu referensi yang tersedia berasal dari earnings call Q1 2026.
Ketika ditanya apakah revenue dari Terra Fab akan dikategorikan sebagai revenue foundry, perwakilan Intel menjawab bahwa hubungan tersebut bersifat “sangat luas” dan detail tambahan akan diberikan kemudian.
Jawaban tersebut memungkinkan pasar menginterpretasikan bahwa Intel dapat memiliki integrasi cukup dalam dalam proyek tersebut dan berpotensi memperoleh kontribusi profit yang material.
Namun, untuk saat ini, interpretasi tersebut masih bersifat spekulatif.
Yang juga penting, asumsi bahwa Intel akan menjadi satu-satunya pemasok teknologi dan solusi untuk proyek sebesar Terra Fab sejak awal memang terbilang sangat optimistis.
TSMC saat ini diperkirakan menguasai sekitar 80% produksi kontrak chip AI.
Berdasarkan berbagai data pelanggan, perusahaan diperkirakan memproduksi sekitar 5–10 juta prosesor AI per tahun.
Sementara itu, Terra Fab menargetkan kapasitas produksi sekitar 100–200 juta chip per tahun.
Bahkan jika proyek Elon Musk hanya berhasil mencapai 10% dari target tersebut, volumenya sudah setidaknya sebanding dengan produksi TSMC saat ini.
Artinya, pencapaian tersebut saja dapat hampir menggandakan kapasitas produksi chip AI global.
Bagi Intel, pertanyaan terpenting sekarang bukan sekadar apakah perusahaan tetap berada dalam Terra Fab, tetapi seberapa besar peran yang akhirnya diberikan kepada Intel ketika TSMC juga mulai masuk ke dalam proyek tersebut.
Delta Sudah Naikkan Tarif, Bisa Bertahan Saat Minyak Turun?
US Open: Wall Street Menguat, NFP Lemah Dorong Saham Teknologi
Broadcom Sampai Biayai Customer Demi Jual Chip AI?
Market Wrap: Wall Street Naik Tipis Jelang NFP AS
Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.