21.43 · 30 September 2026

Inventori Minyak AS: Stok BBM Turun Tajam, Harga Minyak Rebound

Laporan Department of Energy (DOE) mengenai inventori untuk pekan yang berakhir pada 25 September 2026 menunjukkan gambaran yang beragam di pasar energi. Kenaikan inventori minyak mentah yang lebih besar dari perkiraan diimbangi oleh penurunan stok produk olahan yang jauh lebih dalam dari forecast.

Perubahan inventori:

  • Minyak mentah: +0,922 juta barel (forecast: +0,50 juta; sebelumnya: +2,969 juta) (estimasi API: +1,019 juta)

  • Distilat (diesel dan heating oil): −2,251 juta barel (forecast: −0,350 juta; sebelumnya: −0,428 juta) (estimasi API: −0,286 juta)

  • Bensin: −1,684 juta barel (forecast: −1,0 juta; sebelumnya: −1,686 juta) (estimasi API: +2,991 juta)

  • Minyak mentah di hub Cushing: +0,555 juta barel (sebelumnya: +2,266 juta)

  • Strategic Petroleum Reserve (SPR): −0,800 juta barel (berdasarkan data API dalam laporan)

Kenaikan inventori minyak mentah yang lebih besar dari perkiraan biasanya memberikan tekanan terhadap harga minyak. Namun, penurunan tajam pada stok bahan bakar olahan membantu menahan aksi jual tersebut sekaligus memberikan dukungan terhadap margin kilang.

Meskipun data global menunjukkan kondisi pasokan mulai kembali menuju normal, pasar masih relatif ketat. Penurunan stok distilat saat ini juga dapat berlanjut di tengah ancaman larangan ekspor diesel, yang pada akhirnya bahkan dapat mengurangi volume diesel yang tersedia di pasar AS.

Merespons laporan hari ini, harga minyak mentah rebound tajam.


 
1 Oktober 2026, 00.42

Daily summary: PCE AS Melandai, Wall Street Naik dan Minyak Rebound

30 September 2026, 19.35

PCE AS Melandai, GDP Lebih Kuat dari Ekspektasi

30 September 2026, 14.00

Gold CFD Bukan Sekadar Naik atau Turun

30 September 2026, 13.45

Market Wrap: Yield AS Turun, Pasar Fokus ke PCE

Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.

Instrumen keuangan yang kami tawarkan, khususnya derivatif, berisiko tinggi. Saham Fraksional (FS) merupakan hak fidusia yang diperoleh dari XTB atas bagian saham fraksional dan ETF. FS bukanlah instrumen keuangan yang terpisah. Hak korporasi yang terbatas dikaitkan dengan FS.
Instrumen keuangan yang kami tawarkan, khususnya derivatif, berisiko tinggi. Saham Fraksional (FS) merupakan hak fidusia yang diperoleh dari XTB atas bagian saham fraksional dan ETF. FS bukanlah instrumen keuangan yang terpisah. Hak korporasi yang terbatas dikaitkan dengan FS.