-
Investor mencermati prospek suku bunga The Fed setelah kejutan data inflasi meningkatkan ketidakpastian kebijakan moneter hingga akhir 2026.
-
PBOC menetapkan kurs referensi yuan pada level terkuat sejak Februari 2023 dan menyuntikkan likuiditas sebesar 60 miliar yuan.
-
Data inflasi CPI zona euro dan produksi industri AS menjadi agenda ekonomi utama pada Jumat, 16 Oktober 2026.
-
Investor mencermati prospek suku bunga The Fed setelah kejutan data inflasi meningkatkan ketidakpastian kebijakan moneter hingga akhir 2026.
-
PBOC menetapkan kurs referensi yuan pada level terkuat sejak Februari 2023 dan menyuntikkan likuiditas sebesar 60 miliar yuan.
-
Data inflasi CPI zona euro dan produksi industri AS menjadi agenda ekonomi utama pada Jumat, 16 Oktober 2026.
Perdagangan pasar keuangan pada Jumat, 16 Oktober 2026, diwarnai oleh perhatian investor terhadap prospek suku bunga Amerika Serikat di tengah kejutan signifikan pada data inflasi serta laporan keuangan terbaru dari sektor perbankan AS.
Selama sesi perdagangan Asia, People's Bank of China (PBOC) menetapkan kurs referensi yuan pada level terkuat sejak Februari 2023, sekaligus mendukung likuiditas pasar melalui suntikan dana sebesar 60 miliar yuan.
Pernyataan sejumlah pejabat Federal Reserve (The Fed), termasuk Kevin Warsh dan Austan Goolsbee, mencerminkan sikap hati-hati dalam menentukan kebijakan moneter. Para pembuat kebijakan menyoroti ketidakpastian langkah selanjutnya hingga akhir tahun serta risiko inflasi yang dipicu oleh lonjakan investasi di sektor kecerdasan buatan (AI).
Di Eropa, investor menantikan rilis final data inflasi konsumen (CPI) September. Sementara itu, pada sesi perdagangan sore, data produksi industri AS dan laporan keuangan kuartalan bank-bank regional Amerika Serikat akan menjadi perhatian utama pasar.
Rilis Data Penting dari Sesi Asia
-
Jepang: Arus masuk modal asing ke pasar obligasi secara mingguan mencapai 1.080,1 miliar yen, meningkat dari 585,7 miliar yen pada periode sebelumnya. Kenaikan ini menunjukkan meningkatnya minat investor internasional terhadap surat utang pemerintah Jepang.
-
Jepang: Investasi asing pada saham Jepang secara mingguan turun menjadi -760,6 miliar yen, dibandingkan 1.324,6 miliar yen sebelumnya. Perubahan tersebut mengindikasikan keluarnya modal internasional dari pasar saham Jepang.
-
Korea Selatan: Arus keluar bersih modal asing dari pasar obligasi domestik semakin dalam pada September, mencapai US$5,81 miliar dibandingkan US$4,53 miliar pada Agustus.
Kalender Makroekonomi
Mengikuti Central European TIme (CET).
-
Sepanjang hari | Global: Pertemuan International Monetary Fund (IMF).
-
11.00 | Zona Euro: Inflasi CPI Inti Final Tahunan (YoY). Konsensus: 2,5%. Sebelumnya: 2,5%.
-
11.00 | Zona Euro: Inflasi CPI Final Tahunan (YoY). Konsensus: 3,8%. Sebelumnya: 3,8%.
-
11.00 | Zona Euro: Neraca perdagangan. Konsensus: 4,5 miliar euro. Sebelumnya: 5,0 miliar euro.
-
14.30 | Amerika Serikat: Indeks harga impor bulanan (MoM). Konsensus: 0,9%. Sebelumnya: 0,7%.
-
15.15 | Amerika Serikat: Tingkat utilisasi kapasitas industri. Konsensus: 76,5%. Sebelumnya: 76,3%.
-
15.15 | Amerika Serikat: Produksi industri bulanan (MoM). Konsensus: 0,4%. Sebelumnya: 0,0%.
-
22.00 | Amerika Serikat: Arus modal bersih jangka panjang Treasury International Capital (TIC). Konsensus: US$75,2 miliar. Sebelumnya: -US$27,9 miliar.
Jadwal Laporan Keuangan Perusahaan
-
M&T Bank Corporation (MTB) — Sebelum pembukaan pasar, dengan perkiraan EPS sebesar US$4,98. Laporan keuangan bank regional ini dapat memberikan gambaran mengenai eksposur sektor perbankan terhadap pasar properti komersial (Commercial Real Estate/CRE).
Instrumen Pasar yang Perlu Dipantau
-
Minyak Mentah Brent dan WTI: Ketegangan geopolitik di Timur Tengah, termasuk pencegatan drone di Arab Saudi serta pernyataan diplomatik terkait Jalur Gaza dan Iran, berpotensi memengaruhi harga minyak dalam jangka pendek. Selain itu, rilis data produksi industri AS juga dapat memberikan gambaran mengenai prospek permintaan energi dan menjadi katalis tambahan bagi pergerakan harga minyak Brent serta WTI.
Market Wrap: Wall Street Memulih, Minyak Turun
Daily summary: Wall Street Rebound, Emas dan Perak Naik
Dow Jones Naik 1%, Yield Treasury Turun
Inflasi PPI AS Melonjak 6,3%, Penjualan Ritel Lampaui Estimasi
Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.