Baca selengkapnya
20.51 · 18 Mei 2026

US Open: Wall Street Wait & See Jelang NVIDIA

Indeks saham utama AS dibuka dengan pergerakan mixed, sementara arah pasar secara keseluruhan masih terlihat terbatas tanpa tren dominan yang jelas. Dow Jones dan S&P 500 bergerak sedikit melemah, sedangkan Nasdaq Composite cenderung bergerak flat, menunjukkan belum adanya katalis besar yang mampu menggerakkan pasar secara luas.

Pergerakan indeks yang relatif kecil mencerminkan sikap hati-hati investor dan pendekatan wait-and-see sambil menunggu sinyal baru dari pasar. Sentimen di Wall Street sejauh ini masih relatif stabil meskipun ketidakpastian makroekonomi dan geopolitik tetap membayangi di belakang layar. Pasar saat ini bergerak dalam lingkungan dengan visibilitas rendah, di mana data jangka pendek dan arus modal lebih banyak memengaruhi volatilitas intraday tanpa mengubah gambaran besar pasar secara signifikan.

Pasar Sudah Mencerna Pertemuan AS-China. Investor sebagian besar telah memperhitungkan hasil pertemuan AS-China di Beijing. Pertemuan tersebut tidak menghasilkan kesepakatan besar yang mampu mengubah arah hubungan perdagangan maupun teknologi secara signifikan. Komunikasi dari kedua pihak lebih banyak berisi pernyataan umum mengenai kelanjutan dialog dan sinyal hati-hati terkait pembukaan kembali sebagian jalur kerja sama tertentu. Dalam praktiknya, pasar menafsirkan hasil tersebut lebih sebagai “tidak adanya kejutan negatif” dibanding kemajuan nyata. Namun, dalam kondisi pasar saat ini, stabilitas semacam itu tetap dianggap positif.

Ketegangan geopolitik terkait Iran masih menjadi faktor risiko yang terus muncul dalam narasi pasar. Berbagai laporan media dan spekulasi mengenai potensi eskalasi retorika AS terhadap Iran secara berkala memengaruhi harga minyak dan aset berisiko lainnya. Meski demikian, hingga saat ini isu tersebut belum menjadi faktor utama yang secara konsisten menentukan valuasi saham, melainkan lebih berperan menjaga tingkat kehati-hatian investor tetap tinggi.

Pilar utama yang masih menopang sentimen pasar adalah sektor teknologi, khususnya saham semikonduktor. Segmen ini tetap menjadi motor utama pergerakan indeks saham AS dan membantu menutupi lemahnya sentimen di sektor lain. Dengan kata lain, teknologi masih menentukan arah pasar secara keseluruhan, sementara sektor lain cenderung mengikuti momentum yang dibangun saham-saham chip dan AI.

NVIDIA Jadi Penentu Sentimen Pekan Ini. Fokus investor kini tertuju pada NVIDIA yang dijadwalkan merilis laporan keuangan pada Rabu pekan ini. Ekspektasi pasar tetap sangat tinggi, bukan hanya untuk hasil yang melampaui estimasi laba, tetapi juga untuk konfirmasi bahwa siklus investasi AI dan permintaan komputasi masih terus menguat. Dalam konteks ini, Nvidia telah berubah menjadi semacam barometer utama bagi narasi AI global yang selama beberapa bulan terakhir menjadi penggerak terbesar reli sektor teknologi.

Namun tingginya ekspektasi juga berarti ruang kesalahan semakin sempit. Jika earnings atau guidance Nvidia mengecewakan, pasar berpotensi masuk ke mode defensif dan memicu profit taking yang meluas di saham teknologi lain yang sebelumnya menikmati momentum AI.

Sumber: xStation5

Futures indeks saham AS (US500) saat ini bergerak di sekitar area flat, mencerminkan kehati-hatian pasar dan belum adanya keyakinan arah yang kuat pada awal sesi perdagangan. Sentimen juga masih tertahan oleh ketidakjelasan hubungan AS-Iran dan meningkatnya retorika perang yang terus menambah ketidakpastian global.

Sumber: xStation5

Berita Perusahaan

Citi menaikkan target harga untuk Intel (INTC.US) dan AMD (AMD.US), didukung pandangan yang lebih positif terhadap pasar CPU dibanding sebelumnya. Analis memperkirakan permintaan akan terus meningkat berkat perkembangan AI dan ekspansi data center global. Intel juga menjadi perhatian setelah Donald Trump mengatakan bahwa dalam diskusi sebelumnya terkait kemungkinan keterlibatan pemerintah AS di perusahaan tersebut, dirinya “seharusnya meminta lebih banyak.”

Ryanair (RYAAY.US)

Ryanair (RYAAY.US) melaporkan hasil kuartalan di atas ekspektasi dengan laba bersih naik sekitar 40% menjadi €2,26 miliar dan pendapatan tumbuh 11% menjadi €15,5 miliar. Kenaikan harga tiket dan tingginya permintaan perjalanan menjadi pendorong utama kinerja tersebut. Meski demikian, perusahaan tetap memperingatkan adanya ketidakpastian terkait harga bahan bakar dan risiko geopolitik global.

 

18 Mei 2026, 20.09

Laba Emiten AS Melonjak, S&P 500 Dekati Rekor

18 Mei 2026, 16.35

Nvidia, Intel, Micron Jadi Mesin Pasar AS

18 Mei 2026, 14.22

Kalender Ekonomi: Fokus NVIDIA & Iran

18 Mei 2026, 12.33

Morning Wrap: Pasar Global Tertekan oleh Iran dan Lonjakan Yield

Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.

Instrumen keuangan yang kami tawarkan, khususnya derivatif, berisiko tinggi. Saham Fraksional (FS) merupakan hak fidusia yang diperoleh dari XTB atas bagian saham fraksional dan ETF. FS bukanlah instrumen keuangan yang terpisah. Hak korporasi yang terbatas dikaitkan dengan FS.
Instrumen keuangan yang kami tawarkan, khususnya derivatif, berisiko tinggi. Saham Fraksional (FS) merupakan hak fidusia yang diperoleh dari XTB atas bagian saham fraksional dan ETF. FS bukanlah instrumen keuangan yang terpisah. Hak korporasi yang terbatas dikaitkan dengan FS.