Indeks S&P 500 masih bertahan dekat level tertinggi sepanjang masa. Hingga Jumat, 15 Mei, sekitar 91% perusahaan dalam indeks telah merilis laporan keuangan Q1 2026, dan data FactSet menunjukkan hasil yang sangat kuat. Sebanyak 84% perusahaan melaporkan earnings per share (EPS) di atas ekspektasi analis, sementara 80% berhasil melampaui proyeksi pendapatan pasar.
- Pertumbuhan laba gabungan S&P 500 untuk Q1 2026 kini mencapai 27,7% secara tahunan. Jika level ini bertahan hingga akhir earnings season, maka ini akan menjadi pertumbuhan laba tertinggi sejak Q4 2021, ketika laba indeks tumbuh 32%.
- Padahal pada 31 Maret lalu, analis hanya memperkirakan pertumbuhan laba sekitar 13%.
- Revisi naik yang sangat besar ini mencerminkan kuatnya hasil korporasi AS dan meningkatnya estimasi EPS di 10 sektor berbeda.
- Untuk Q2 2026, sebanyak 38 perusahaan S&P 500 telah memberikan guidance EPS negatif, sementara 42 perusahaan memberikan panduan positif.
- Valuasi pasar juga tetap tinggi. Forward P/E ratio S&P 500 saat ini berada di 21,4x, di atas rata-rata 5 tahun di 19,9x dan rata-rata 10 tahun di 18,9x. Namun premium valuasi ini masih dianggap wajar mengingat momentum pertumbuhan laba dan pendapatan perusahaan AS yang tetap sangat kuat.

Sumber: FactSet
Musim laporan keuangan Q1 2026 kembali menegaskan kekuatan perusahaan AS, terutama dari sisi pertumbuhan pendapatan. Pertumbuhan pendapatan gabungan S&P 500 saat ini mencapai 11,4% secara tahunan. Jika bertahan hingga akhir earnings season, maka ini akan menjadi pertumbuhan pendapatan tertinggi sejak Q2 2022.
Pertumbuhan pendapatan gabungan S&P 500 saat ini mencapai 11,4% secara tahunan. Jika bertahan hingga akhir earnings season, maka ini akan menjadi pertumbuhan pendapatan tertinggi sejak Q2 2022. Ekspektasi pasar juga terus direvisi naik:
- 31 Desember 2025: estimasi pertumbuhan pendapatan 8,2%
- 31 Maret 2026: naik menjadi 9,9%
- Saat ini: mencapai 11,4%
Seluruh 11 sektor dalam S&P 500 kini mencatat pertumbuhan pendapatan positif secara tahunan. Lima sektor dengan pertumbuhan dua digit:
- Information Technology
- Communication Services
- Utilities
- Real Estate
- Financials
Sektor teknologi tetap menjadi kontributor terbesar pertumbuhan pendapatan S&P 500 dengan kenaikan revenue sebesar 29,2% secara tahunan. Beberapa subsektor dengan pertumbuhan tertinggi:
- Semiconductors & Semiconductor Equipment: +52%
- Technology Hardware: +28%
- Electronic Equipment: +24%
- Software: +19%
- Communication Equipment: +16%
- IT Services: +8%
Tanpa sektor teknologi, pertumbuhan pendapatan gabungan S&P 500 akan turun dari 11,4% menjadi hanya 9%. Meski demikian, analis memperkirakan pertumbuhan pendapatan mulai melambat secara bertahap pada paruh kedua 2026:
- Q2 2026: 11,4%
- Q3 2026: 10,1%
- Q4 2026: 9,7%

Sumber: FactSet
Perusahaan teknologi dan communication services masih menjadi mesin utama pertumbuhan laba Wall Street. Jika tren saat ini bertahan, maka persentase perusahaan yang melampaui ekspektasi laba akan menjadi yang tertinggi sejak Q1 2022. Besarnya earnings surprise positif saat ini berada di 7,1%, sedikit di atas rata-rata historis 5 tahun. Kenaikan estimasi laba paling besar datang dari kelompok “Magnificent 7”, terutama:
- Alphabet
- Amazon
- Meta Platforms
- Microsoft
- Nvidia
Pertumbuhan laba gabungan S&P 500 kini mencapai 27,7% secara tahunan, naik drastis dibanding estimasi 13% pada akhir Maret. Sebanyak 10 dari 11 sektor kini mencatat pertumbuhan laba positif secara tahunan, dengan sektor teknologi, communication services, materials, dan consumer discretionary menjadi pemimpin utama.
Healthcare menjadi satu-satunya sektor yang masih mencatat penurunan laba. Dari sisi pendapatan, 80% perusahaan melampaui ekspektasi analis, jauh di atas rata-rata historis:
- Rata-rata 5 tahun: 70%
- Rata-rata 10 tahun: 67%


Sumber: FactSet
US500 (D1 timeframe)
Indeks S&P 500 saat ini diperdagangkan dekat area 7.500 poin, dengan pasar merespons positif kuatnya earnings season AS. Dalam jangka pendek, area support utama berada di sekitar 7.100 poin (EMA50). EMA200 berada di sekitar 6.800 poin

Sumber: xStation5
US Open: Wall Street Wait & See Jelang NVIDIA
Nvidia, Intel, Micron Jadi Mesin Pasar AS
Kalender Ekonomi: Fokus NVIDIA & Iran
Morning Wrap: Pasar Global Tertekan oleh Iran dan Lonjakan Yield
Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.