Kunjungan pertama Presiden Xi Jinping ke Amerika Serikat dalam lebih dari satu dekade berakhir tanpa terobosan besar.
Meski kedua pihak menyampaikan keinginan untuk menjaga hubungan bilateral tetap stabil, perbedaan terkait Taiwan, artificial intelligence, tarif, dan perang di Iran masih belum terselesaikan.
Pengumuman yang dihasilkan terbatas pada perpanjangan trade truce yang sudah berlaku dan pengiriman dua panda raksasa ke Atlanta Zoo.
Kedua perkembangan tersebut tidak memberikan dampak berarti terhadap pasar.
Rilis Makroekonomi Utama
Kamis
Amerika Serikat
- Initial jobless claims turun 1.000 menjadi 197.000 pada pekan yang berakhir 19 September. Angka ini lebih rendah dari konsensus 201.000 dan berada dekat level terendah dalam 57 tahun. Pasar tenaga kerja AS tetap resilient meskipun The Fed telah menaikkan suku bunga dan tensi geopolitik di Timur Tengah masih berlangsung.
Gambar 1: Initial Jobless Claims Mingguan (2022–2026)
Sumber: XTB Research, 25.09.2026
Kalender Ekonomi
Jumat
Pasar di China, Taiwan, dan Korea Selatan tutup hari ini dalam rangka Mid-Autumn Festival.
- Amerika Serikat: Durable Goods Orders Agustus
- Waktu: 20:30 WIB
- Konsensus: -0,3% MoM
- Sebelumnya: +1,1% MoM
- Amerika Serikat: Pidato Presiden Kansas City Fed
- Waktu: 20:30 WIB
- Amerika Serikat: Atlanta Fed GDPNow
- Waktu: 22:00 WIB
- Konsensus: 5,1%
- Sebelumnya: 5,1%
- Amerika Serikat: University of Michigan Consumer Inflation Expectations
- Waktu: 22:00 WIB
- Konsensus: 4,6% untuk 1 tahun
- Sebelumnya: 4,1% untuk 1 tahun
Pasar Utama yang Perlu Dipantau
OIL: AS dan Iran sedang menjajaki kesepakatan bertahap terkait pembukaan kembali Selat Hormuz. Namun pasar fisik masih memperhitungkan risiko tinggi, dengan spread antara kontrak Brent terdekat melebar ke US$6,80, level terlebar sejak April.
US10Y: Yield Treasury AS tenor 10 tahun turun ke 5,19% setelah melonjak lebih dari 20 basis poin dalam dua sesi dan sempat mencapai 5,24% pada Kamis. Yield tenor 30 tahun mendekati 5,5%, level tertinggi dalam lebih dari dua dekade. Pasar swap masih memperhitungkan tiga kenaikan suku bunga The Fed masing-masing 25 basis poin dalam 12 bulan ke depan.
Market Wrap: Minyak Koreksi, Yield AS Turun
PMI AS Kuat Dorong Yield, Nasdaq Tertekan
AS Bisa Batasi Ekspor Diesel, Eropa Seberapa Rentan?
Daily Summary: Yield Tembus 5%, Wall Street Kembali Tertekan
Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.