19.16 · 3 November 2026

Laba Pfizer Lampaui Ekspektasi, Apa Kabar Sahamnya?

Pfizer (PFE.US), salah satu perusahaan farmasi terbesar di Amerika Serikat, melaporkan pendapatan Q3 2026 sebesar US$16,6 miliar dan laba per saham yang disesuaikan (adjusted earnings per share/EPS) sebesar US$0,87, keduanya melampaui ekspektasi analis. Meskipun pendapatan dan adjusted EPS secara umum relatif stagnan dibandingkan tahun sebelumnya, penjualan produk non-COVID meningkat 7% secara operasional, sementara manajemen menaikkan proyeksi keuangan sepanjang tahun. Terlepas dari hasil yang solid, saham Pfizer hanya menunjukkan pergerakan terbatas setelah laporan keuangan dirilis. Hal ini mengindikasikan bahwa reaksi pasar kemungkinan baru akan terlihat lebih jelas setelah pembukaan Wall Street.

  • Pendapatan mencapai US$16,6 miliar, dibandingkan ekspektasi sebesar US$15,87 miliar, atau sekitar 4,6% di atas konsensus, tetapi secara umum tidak berubah dibandingkan Q3 2025. Adjusted EPS tercatat US$0,87, melampaui perkiraan US$0,73 sebesar 19%, meskipun tetap stagnan secara tahunan (year-over-year/YoY). Sementara itu, EPS berdasarkan standar akuntansi GAAP turun 9% YoY menjadi US$0,56.
  • Pendapatan produk non-COVID meningkat 7% YoY secara operasional, setelah mengecualikan dampak perubahan nilai tukar mata uang asing. Namun, pertumbuhan pada bagian bisnis ini sebagian terimbangi oleh melemahnya penjualan produk terkait pandemi, sehingga total pendapatan secara keseluruhan relatif tidak berubah.
  • Pendapatan dari produk yang baru diluncurkan dan diakuisisi melonjak 32% YoY secara operasional. Ini menjadi salah satu aspek terpenting dalam laporan keuangan Pfizer karena menunjukkan semakin besarnya kontribusi portofolio obat-obatan baru terhadap keseluruhan bisnis perusahaan.

Pfizer Naikkan Proyeksi Keuangan Sepanjang 2026

Pfizer menaikkan proyeksi pendapatan sepanjang 2026 menjadi US$62–64 miliar, dibandingkan estimasi konsensus sebesar US$62,17 miliar. Titik tengah rentang proyeksi tersebut berada di US$63 miliar, sekitar 1,3% di atas ekspektasi analis.

Perusahaan juga meningkatkan proyeksi adjusted EPS menjadi US$2,95–3,05, dibandingkan perkiraan pasar sebesar US$2,96. Titik tengah sebesar US$3,00 menunjukkan prospek laba setahun penuh yang sedikit lebih kuat dibandingkan perkiraan konsensus sebelumnya.

Manajemen menyoroti kemajuan dalam program pengembangan pengobatan obesitas, serta pengembangan terapi onkologi, imunologi, dan vaksin. Bidang-bidang tersebut menjadi sumber pertumbuhan penting pada masa mendatang, terutama ketika perlindungan paten sejumlah produk lama Pfizer mulai berakhir. Kondisi ini meningkatkan pentingnya perluasan portofolio melalui pengembangan pengobatan baru.

Selain itu, Cecile Guegan resmi menjabat sebagai Chief Financial Officer (CFO) pada 1 November 2026. Penunjukan tersebut berlangsung ketika Pfizer berfokus pada pengembangan portofolio obat, peningkatan efisiensi operasional, serta pencapaian target keuangan yang telah dinaikkan.

Pfizer berpotensi menarik perhatian investor di tengah melemahnya sentimen terhadap saham teknologi, karena bisnis perusahaan tidak secara langsung bergantung pada siklus investasi teknologi. Selain itu, Pfizer mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan setelah mengalami pelemahan selama beberapa tahun pascapandemi.

Grafik Saham Pfizer (Timeframe D1)

Saham Pfizer diperdagangkan pada level tertinggi sejak musim panas 2024 dan menutup sesi perdagangan sebelumnya di sekitar US$30,70, setelah mencatat kenaikan 17% dalam tiga bulan terakhir dan 26% selama setahun terakhir.

Meskipun harga saham telah mengalami rebound, analis melakukan 15 revisi turun dan hanya dua revisi naik terhadap proyeksi EPS selama 90 hari terakhir. Hal ini menunjukkan bahwa pasar masih berhati-hati terhadap prospek laba perusahaan.

Kenaikan harga saham hingga menembus US$31,50 per saham akan membawa Pfizer ke level tertinggi sejak musim gugur 2023. Sementara itu, grafik menunjukkan potensi pembentukan pola rounding bottom yang bersifat bullish, yaitu pola pembalikan arah harga yang terbentuk secara bertahap menyerupai dasar membulat.

Penembusan di atas level tersebut akan memberikan konfirmasi tambahan terhadap pola bullish. Saat ini, saham Pfizer telah kembali memasuki tren naik (uptrend) dan diperdagangkan sekitar 10% di atas Exponential Moving Average 200 hari (EMA200, garis merah).

Sumber: xStation5
3 November 2026, 19.40

Arista Earnings: Belanja AI Mulai Melambat?

3 November 2026, 19.31

Data Center AMD Katalis Penentu

3 November 2026, 05.33

Laba Palantir Meledak, Saham PLTR Terancam?

3 November 2026, 05.27

Laba Apple Tembus US$30 Miliar, Saham Bisa Naik?

Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.

Instrumen keuangan yang kami tawarkan, khususnya derivatif, berisiko tinggi. Saham Fraksional (FS) merupakan hak fidusia yang diperoleh dari XTB atas bagian saham fraksional dan ETF. FS bukanlah instrumen keuangan yang terpisah. Hak korporasi yang terbatas dikaitkan dengan FS.
Instrumen keuangan yang kami tawarkan, khususnya derivatif, berisiko tinggi. Saham Fraksional (FS) merupakan hak fidusia yang diperoleh dari XTB atas bagian saham fraksional dan ETF. FS bukanlah instrumen keuangan yang terpisah. Hak korporasi yang terbatas dikaitkan dengan FS.