19.26 · 4 November 2026

Laba Uber Naik, Saham Masih Tertekan

Operator platform transportasi online dan layanan pengiriman, Uber Technologies (UBER), merilis laporan keuangan kuartal III 2026. Hasil perusahaan hampir sepenuhnya sesuai dengan ekspektasi investor, sehingga pergerakan harga saham UBER relatif terbatas setelah pengumuman earnings.

Data Keuangan

  • Pendapatan Uber meningkat menjadi US$14,8 miliar, dibandingkan ekspektasi sekitar US$14,7 miliar, mencerminkan pertumbuhan 9% secara tahunan (YoY).

  • Earnings per share (EPS) mencapai US$0,88 pada Q3 2026, sedikit melampaui konsensus analis sekitar US$0,02.

  • Adjusted EBITDA meningkat 31% YoY menjadi US$2,96 miliar, sementara laba operasional mencapai US$2,3 miliar.

Namun, laporan earnings Uber juga mencakup sejumlah indikator operasional yang memberikan gambaran kinerja perusahaan sedikit lebih positif dibandingkan angka utama laporan keuangan.

Gross bookings Uber meningkat 20% menjadi US$59,82 miliar. Menariknya, pertumbuhan pemesanan pada segmen logistik (freight) dan pengiriman (delivery) lebih tinggi dibandingkan transportasi penumpang (mobility), masing-masing sebesar 35% dan 22%, dibandingkan 18% pada mobility. Kondisi ini memberikan sinyal beragam bagi pemegang saham. Di satu sisi, mobility masih menjadi segmen bisnis utama Uber. Di sisi lain, layanan pengiriman Uber Eats dan freight berkembang pesat, sementara perusahaan juga menyoroti peningkatan margin keuntungan. Jika momentum pertumbuhan pada segmen lainnya dapat dipertahankan, kontribusinya berpotensi lebih dari cukup untuk mengimbangi perlambatan moderat pada bisnis transportasi penumpang. Meski demikian, reaksi pasar terhadap laporan earnings Uber masih relatif terbatas.

Hal ini menjadi sangat penting dalam konteks strategi jangka panjang perusahaan karena peningkatan pangsa pasar Uber berpotensi memperbesar kontribusi positif bisnis periklanan dan otomatisasi terhadap kinerja keuangan.

Proyeksi Kinerja Uber

Prospek yang disampaikan manajemen Uber untuk akhir tahun ini juga menunjukkan sinyal yang beragam.

  • Total gross bookings diperkirakan tumbuh 22% menjadi US$63–65 miliar. Namun, perusahaan telah mengindikasikan tekanan sekitar 100 basis poin terhadap tingkat pertumbuhan pemesanan mobility, yang dikaitkan dengan konflik di Timur Tengah.

  • Proyeksi tersebut mengindikasikan peningkatan sebesar 75 basis poin dibandingkan kuartal berjalan.

Analisis Teknikal Saham UBER (D1)

 

Harga saham Uber masih berada di bawah tekanan jual, melanjutkan koreksi yang dimulai setelah mencapai puncak di dekat level FIBO 100 pada kanal berbasis garis regresi. Harga telah menembus ke bawah garis tren naik jangka panjang, kemudian kehilangan support pada indikator moving average EMA 100 dan EMA 200. Pola pembentukan puncak dan lembah lokal yang semakin rendah (lower highs dan lower lows) menunjukkan dominasi penjual. Saat ini, saham UBER sedang menguji area US$66. Jika harga menembus dan bertahan di bawah level tersebut, peluang penurunan menuju zona support utama sekitar US$58 akan semakin terbuka. Area ini juga berdekatan dengan batas bawah struktur tren naik jangka panjang. Sumber: xStation5.

4 November 2026, 17.05

Blue Wave: Demokrat Menang Telak, Saham AI Terancam?

4 November 2026, 14.28

Qualcomm Bidik AI, Bisakah Gantikan Bisnis Smartphone?

4 November 2026, 05.02

Pendapatan AMD Tembus US$13,4 Miliar!

4 November 2026, 04.10

Arista Lampaui Ekspektasi Wall Street!

Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.

Instrumen keuangan yang kami tawarkan, khususnya derivatif, berisiko tinggi. Saham Fraksional (FS) merupakan hak fidusia yang diperoleh dari XTB atas bagian saham fraksional dan ETF. FS bukanlah instrumen keuangan yang terpisah. Hak korporasi yang terbatas dikaitkan dengan FS.
Instrumen keuangan yang kami tawarkan, khususnya derivatif, berisiko tinggi. Saham Fraksional (FS) merupakan hak fidusia yang diperoleh dari XTB atas bagian saham fraksional dan ETF. FS bukanlah instrumen keuangan yang terpisah. Hak korporasi yang terbatas dikaitkan dengan FS.