Hari ini, setelah penutupan pasar, Nvidia (NVDA.US) akan merilis laporan keuangan terbarunya. Setelah reli kuat dalam beberapa bulan terakhir, saham Nvidia tetap dekat dengan rekor tertinggi meski sempat terkoreksi ringan. Dengan valuasi mendekati puncak historis, hasil Q2 ini bisa menjadi faktor kunci arah harga selanjutnya. Pasar opsi memperkirakan volatilitas tinggi, dengan potensi pergerakan harga sekitar 8.5%, setara dengan perubahan nilai pasar sekitar $260 miliar setelah laporan diumumkan.
Sumber: xStation5
Outlook Q2 2026
Analis memperkirakan pendapatan Q2 2026 sekitar $46.23 miliar, didorong oleh: Data Center: ~$41.25 miliar (pilar utama pertumbuhan, AI & server); Gaming: ~$3.82 miliar (tetap relevan meski lebih kecil).
Laba bersih diperkirakan sekitar $24.92 miliar, mencerminkan profitabilitas yang tetap sangat tinggi dengan margin bersih 54%. EPS disesuaikan diproyeksikan sekitar $1.01.
Kenaikan profitabilitas juga terlihat pada margin operasi, yang diperkirakan mencapai 63.5% — menegaskan efisiensi manajemen biaya serta nilai tambah tinggi dari produk Nvidia. Belanja riset & pengembangan (R&D), yang krusial untuk menjaga inovasi, diperkirakan sebesar $4.44 miliar, atau hampir 10% dari pendapatan.
Free cash flow diperkirakan mencapai $23.8 miliar, menandakan kemampuan kuat menghasilkan kas dan stabilitas finansial yang memungkinkan investasi lebih lanjut dan ekspansi ke depan.
Nvidia tetap mendapat keuntungan dari posisi pasar yang dominan, berkat lonjakan permintaan teknologi berbasis AI serta ekspansi segmen data center dan grafis. Investor akan mencermati bukan hanya hasil keuangan, tetapi juga prospek produksi chip, dinamika permintaan GPU baru, serta dampak faktor eksternal seperti keterbatasan ketersediaan material.
Estimasi Data Keuangan & Operasional Nvidia Q2 2026
Pendapatan:
-
Total revenue: $46.23 miliar
-
Data Center: ~$41.25 miliar
-
Compute: ~$34.1 miliar
-
Networking: ~$5.1 miliar
-
-
Gaming: ~$3.82 miliar
-
Professional Visualization: ~$0.53 miliar
-
Automotive: ~$0.59 miliar
-
OEM & lainnya: ~$0.11 miliar
Profitabilitas:
- EBIT disesuaikan: ~$29.36 miliar
- EBITDA: ~$29.58 miliar
- Margin operasi: 63.5%
- Laba bersih disesuaikan: ~$24.92 miliar
- Net margin: 54%
Earnings per Share (EPS):
-
EPS disesuaikan: $1.01
-
EPS GAAP: ~$0.95
Biaya dan Pengeluaran:
-
R&D: ~$4.44 miliar (~9.6% pendapatan)
-
Opex total: ~$4.02 miliar
-
SG&A: ~$0.75 miliar
Cash Flow:
-
Free cash flow: ~$23.8 miliar
-
CapEx: ~$1.12 miliar
Financial Rasio:
- Gross margin: ~72.1%
- ROA: ~37.9%
- ROE: ~97.4%
Ekspor ke China dan Dampaknya
Nvidia mencatat write-down inventori $5.5 miliar untuk chip yang ditujukan ke China akibat larangan ekspor AS. Pada Q1 FY2026, Nvidia kehilangan sekitar $700 juta pendapatan karena larangan chip H20. Dampak lebih besar diperkirakan muncul di kuartal selanjutnya.
Kini, otoritas AS mengizinkan kembali ekspor chip ke China, meski dikenakan pajak 15% dari pendapatan. China tetap menjadi pasar strategis dengan permintaan AI dan infrastruktur server yang sangat besar. Akses kembali ke pasar ini memberi peluang Nvidia menjaga posisi terhadap pesaing domestik China yang tengah berkembang.
Kompetisi Nvidia vs. AMD
Rivalitas antara Nvidia dan AMD menjadi elemen kunci dalam lanskap prosesor grafis dan solusi AI. Kedua perusahaan terus mengembangkan teknologi mereka untuk merebut pangsa terbesar di segmen AI dan data center yang sedang tumbuh pesat. Nvidia unggul berkat arsitektur Blackwell yang canggih serta ekosistem GPU yang kuat. Selain performa, Nvidia juga memiliki lingkungan pengembangan software yang penting bagi klien korporasi.
Sedangkan, AMD di sisi lain gencar berinvestasi dalam pengembangan prosesor grafis dan chip, menawarkan harga yang kompetitif serta meningkatkan kompatibilitas dengan platform AI. AMD juga agresif memperluas kehadirannya di pasar Asia, termasuk China, yang menjadi tantangan tambahan bagi Nvidia mengingat adanya pembatasan ekspor dan tekanan harga.
Persaingan ini mendorong inovasi lebih cepat dan mempercepat perkembangan teknologi AI, tetapi juga menambah tekanan pada margin. Kedua perusahaan dituntut terus menyeimbangkan kualitas, harga, dan kecepatan peluncuran produk baru agar tetap kompetitif.
Valuasi
Nvidia saat ini diperdagangkan dengan forward P/E ~45.6x. Ini mencerminkan ekspektasi pertumbuhan kuat, tetapi juga membuat saham rawan koreksi bila hasil tak sesuai harapan.
Secara historis, valuasi ini mendekati batas atas beberapa tahun terakhir. Artinya, Nvidia diperdagangkan di level yang “priced for perfection” dengan ruang sangat kecil untuk kekecewaan.
Valuasi tinggi ini bertumpu pada posisi dominan Nvidia di GPU & AI, keunggulan teknologi, serta lonjakan permintaan chip data center. Namun, investor harus mewaspadai risiko: tekanan regulasi, pembatasan ekspor, dan persaingan dari AMD maupun pemain baru.
Morning wrap: Tech Sell-Off Guncang Pasar 📉
US OPEN: Pasar Tertekan Musim Laba Teknologi Lesu
Amazon Anjlok 10%: Investor Khawatir Biaya Dominasi AI
Stock of the week: Alphabet di Era AI