Pada hari Jumat, saham AS diperdagangkan melemah sebagai respons terhadap rilis data PPI terbaru. Angka yang dirilis jauh di atas konsensus, memperkuat narasi inflasi yang tetap “sticky” dan meningkatkan kekhawatiran bahwa The Fed memiliki ruang terbatas untuk pelonggaran dalam waktu dekat. Dow Jones turun 715 poin (-1,5%), S&P 500 melemah 1,1%, dan Nasdaq turun 1,4%. PPI Januari naik 0,5% secara bulanan (vs. 0,3% ekspektasi), sementara core PPI melonjak 0,8% (vs. 0,3%). Komponen inti inilah yang paling membebani sentimen pasar.
Sektor teknologi dan software kembali berada di bawah tekanan, dan pasar menutup Februari dengan nada lemah. Menambah kehati-hatian, UBS menurunkan peringkat saham AS menjadi “benchmark”, dengan menyoroti risiko dolar, valuasi yang tinggi, serta turbulensi politik di Washington. Di latar belakang, risiko geopolitik juga meningkat: ketegangan antara Pakistan dan Afghanistan, potensi eskalasi yang melibatkan Iran, serta laporan bahwa AS memerintahkan diplomat dan keluarga mereka untuk meninggalkan Israel.
- PPI (inflasi produsen AS): +0,5% m/m vs. +0,3% ekspektasi; core PPI +0,8% m/m vs. +0,3% — kejutan kenaikan yang signifikan dan sinyal risiko inflasi yang jelas.
- Reaksi indeks: Dow -1,5% (-715 poin), S&P 500 -1,1%, Nasdaq -1,4%.
- Teknologi kembali tertekan: Nvidia -2% (setelah lebih dari -5% pada sesi sebelumnya), Amazon juga melemah — investor semakin berhati-hati terhadap euforia AI dan headline terkait OpenAI, dengan fokus bergeser ke valuasi dan risiko.
- Software dan keamanan siber terpukul: Salesforce -4%, Microsoft sekitar -2%; Zscaler -11% setelah hasil mengecewakan; CoreWeave anjlok hampir 20% akibat panduan yang lemah.
- Sentimen: pola klasik risk-off — investor memangkas eksposur terlebih dahulu dan baru mengajukan pertanyaan kemudian; kekhawatiran mengenai dampak AI terhadap pasar tenaga kerja masih bertahan (termasuk PHK besar di Block).
- Penutupan Februari: Nasdaq berada di jalur penurunan lebih dari 3% m/m; S&P 500 sekitar -1% untuk bulan ini, Dow sekitar -0,3%.
- Pandangan UBS terhadap saham AS: penurunan peringkat ke “benchmark”, dengan alasan prospek dolar yang lebih lemah, valuasi tinggi, dan turbulensi politik; pasar non-AS jelas mengungguli pada 2026 (MSCI World ex-US naik hampir 8% YTD dibandingkan S&P 500 yang relatif stagnan).
US500 (interval H1)

Sumber: xStation5
Sektor keuangan dan perbankan terlihat lemah hari ini, dengan kekhawatiran berfokus pada eksposur private equity dan risiko kegagalan perusahaan software. Netflix dan Dell menjadi salah satu saham yang mencatat kinerja positif. Sementara itu, sektor software dan layanan TI kembali tertekan, dan Nvidia terus menunjukkan kondisi teknikal yang rapuh.

Sumber: xStation5
Berita Emiten
Netflix / Warner Bros. / Paramount Skydance: Netflix mundur dari proses akuisisi Warner Bros. Discovery, membuka jalan bagi Paramount Skydance untuk menyelesaikan kesepakatan senilai 111 miliar dolar. Pasar menyambut positif langkah ini — Netflix +8% premarket, WBD -2%, Paramount +9%.
Live Nation: Saham naik 1% setelah Rothschild & Co. Redburn meningkatkan rekomendasi menjadi “buy” dan menaikkan target harga ke 193 dolar (sekitar potensi kenaikan 22%). Analis menyoroti stabilisasi setelah tekanan sebelumnya, permintaan kuat (hasil Q4 dan panduan), serta meredanya kekhawatiran regulator.
Block: Perusahaan mengumumkan rencana pemangkasan lebih dari 4.000 karyawan (sekitar setengah tenaga kerjanya). Saham melonjak 19% dalam perdagangan lanjutan, dengan investor menilai langkah tersebut sebagai upaya tegas untuk meningkatkan efisiensi.
Dollar Tree: Citi menurunkan rekomendasi saham menjadi “neutral” dari “buy”; saham turun 2%. Bank menilai bahwa setelah harga saham berlipat ganda dari titik terendah dan mendekati target harga, profil risk/reward kini lebih seimbang meskipun strategi multi-harga menunjukkan kemajuan.
Amazon / Big Tech / OpenAI: Setelah OpenAI mengumumkan putaran pendanaan sebesar 110 miliar dolar (mengindikasikan valuasi pra-investasi sebesar 730 miliar dolar), saham Big Tech diperdagangkan melemah: Amazon -1%, Microsoft -2%, Meta -1%. Meskipun Amazon berpartisipasi dalam pendanaan tersebut dan memperluas kemitraan jangka panjangnya dengan OpenAI, skala valuasi serta belanja modal AI yang berkelanjutan tampaknya meredam antusiasme jangka pendek investor.

Sumber: xStation5
Materi pemasaran ini bukan merupakan rekomendasi investasi atau saran strategi investasi. Informasi ini tidak menjamin kinerja atau hasil investasi di masa mendatang. Aktivitas trading melibatkan risiko kerugian finansial yang signifikan, termasuk kemungkinan kehilangan sebagian maupun seluruh modal yang diinvestasikan. Segala keputusan trading sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu.
Tiga Pasar yang Perlu Dipantau Minggu Depan (27.02.2026)
Daily summary: Awal dari Berakhirnya Disinflasi?
Jane Street: Market Maker Legendaris di Meja Hijau
Dell Melonjak 12% Saat AI Dorong Pertumbuhan 40% 📈