13.39 · 5 November 2026

Market Wrap: Dow Melonjak 1.570 Poin, Saham AI Berguguran!

Pasar keuangan global sedang berfokus pada hasil pemilu midterm Amerika Serikat. Partai Demokrat berhasil menguasai kedua kamar Kongres dengan selisih yang cukup besar. Menurut CNBC, Demokrat memperoleh setidaknya 250 kursi di House of Representatives (DPR AS) dan sedikitnya 54 kursi di Senat. Mereka bahkan memenangkan distrik-distrik yang sebelumnya telah diatur ulang batas wilayah pemilihannya oleh Partai Republik untuk memberikan keuntungan elektoral. Mayoritas baru ini memberi Demokrat kewenangan mengeluarkan panggilan resmi (subpoena) untuk melakukan penyelidikan. Para analis juga mulai memperingatkan bahwa salah satu alat tawar utama Demokrat dapat berupa perselisihan mengenai batas utang pemerintah AS (debt ceiling) pada 2027, sebuah risiko yang umumnya tidak disukai pasar.

Setelah kekalahan tersebut, Presiden Donald Trump mulai mengambil pendekatan yang lebih akomodatif. Dalam wawancara dengan CNBC, Trump menyatakan bahwa dirinya dapat bekerja sama dengan Demokrat dalam lebih banyak hal daripada yang diperkirakan masyarakat. Wakil Presiden JD Vance secara terbuka menyalahkan perang dengan Iran sebagai penyebab kekalahan Partai Republik. Pemilih merasakan dampaknya secara langsung melalui kenaikan harga bahan bakar. Karena itu, pasar memperkirakan Washington kini memiliki alasan yang lebih kuat untuk mencari penyelesaian diplomatik daripada meningkatkan eskalasi konflik.

Terdapat sejumlah tanda meredanya ketegangan di Timur Tengah, tetapi belum ada kesepakatan konkret. Trump menyatakan bahwa AS saat ini tidak memiliki rencana untuk melakukan aksi militer, sementara Qatar meningkatkan upaya mediasinya. Namun, seorang pejabat Iran mengakui bahwa posisi kedua pihak masih sangat berjauhan. Menjelang akhir sesi perdagangan Asia, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) melaporkan bahwa dua kapal tanker dan satu kapal tunda terbakar di Selat Hormuz. IRGC juga menyatakan bahwa sebuah kapal tanker yang melewati jalur tidak resmi telah menabrak ranjau. Laporan tersebut belum dikonfirmasi secara independen.

Hasil pemilu juga memberikan tekanan terhadap sektor data center. Texas memilih politikus Demokrat Gina Hinojosa sebagai gubernur, dan ia telah menjanjikan regulasi yang lebih ketat terhadap pembangunan pusat data. Di negara bagian yang sama, Elon Musk menghabiskan dana kampanye sebesar US$224 juta, jumlah yang mencapai rekor, untuk mendukung kandidat Republik Ken Paxton. Namun, pemilihan Senat justru dimenangkan oleh James Talarico. Goldman Sachs memperkirakan sekitar 45% kapasitas data center AS yang direncanakan berada di negara bagian yang berpotensi memperketat regulasi, meskipun bank tersebut memperkirakan penghentian proyek hanya akan berlangsung sementara.

Dalam perkembangan politik lainnya, otoritas China menolak menyetujui akuisisi divisi robotika ABB oleh SoftBank senilai US$5,4 miliar, menurut Financial Times. Keputusan ini menjadi pukulan tambahan bagi rencana pengembangan AI Masayoshi Son. Sementara itu, di AS, sebuah komisi Gedung Putih menunda sidang terhadap Gubernur Federal Reserve Lisa Cook hingga 14 Desember. Komisi tersebut bertugas menentukan apakah tuduhan terkait pengajuan kredit hipoteknya cukup menjadi dasar pemberhentian. Cook membantah seluruh tuduhan tersebut.

Di antara bank sentral global, perhatian hari ini tertuju pada Bank of England (BoE). Pasar memperkirakan kenaikan suku bunga pertama dalam siklus ini sebesar 25 basis poin menjadi 4%, setelah meningkatnya biaya energi mendorong inflasi Inggris. Risalah rapat September Bank of Japan (BoJ), ketika suku bunga dinaikkan menjadi 1,25% melalui pemungutan suara 7–2, menunjukkan dukungan dewan terhadap kenaikan lanjutan. Salah satu anggota bahkan tidak menutup kemungkinan percepatan kenaikan suku bunga. Dewan BoJ menyebut lonjakan harga minyak sekitar 50% sejak Juli sebagai risiko inflasi utama. Sementara itu, Ketua Swiss National Bank (SNB), Martin Schlegel, mengakui bahwa inflasi Oktober sebesar 1,5% mengejutkan bank sentral, sehingga memperkuat ekspektasi kenaikan suku bunga Swiss pada Desember.

Penurunan harga minyak juga mengubah perdebatan mengenai kebijakan Federal Reserve (The Fed). Pasar futures masih memperhitungkan probabilitas tinggi kenaikan suku bunga pada Desember. Namun, Citi berpendapat bahwa pembukaan kembali Selat Hormuz secara berkelanjutan dapat mengubah arah kebijakan The Fed dari kenaikan menjadi pemangkasan suku bunga. Dari data ekonomi Asia, PMI jasa Jepang meningkat menjadi 51,7, tetapi PMI komposit turun ke level terendah dalam lima bulan akibat perlambatan perekrutan tenaga kerja. Surplus perdagangan Australia melonjak menjadi A$2,8 miliar, tertinggi dalam tujuh bulan, sementara PDB Indonesia kuartal III tumbuh 5,47% YoY, melampaui perkiraan 5,18%.

Di Wall Street, perdagangan Rabu menghasilkan reli kuat, tetapi disertai rotasi sektor yang sangat jelas. Dow Jones melonjak lebih dari 1.570 poin atau sekitar 3%, mencatat kenaikan harian terbaik sejak April 2025, sementara S&P 500 menguat 1,6%. Pendorong utamanya adalah penurunan harga minyak, dengan WTI anjlok lebih dari 8% menjadi US$88,12 per barel. Saham konsumen dan sektor defensif menguat, termasuk Walmart yang naik 3%, sementara saham Darden dan Keurig Dr Pepper mencapai rekor harga tertinggi baru.

Kinerja saham teknologi menunjukkan perbedaan yang tajam. Perusahaan hyperscaler menguat, sementara Apple mencapai rekor harga tertinggi sepanjang masa. Investor berharap perlambatan pembangunan data center dapat mengurangi belanja modal (capital expenditure/capex) Microsoft dan Amazon, sekaligus menurunkan harga memori yang selama ini menekan margin Apple. Sebaliknya, perusahaan yang diuntungkan oleh pembangunan infrastruktur AI justru melemah, termasuk Nvidia, AMD. Jim Cramer dan Michael Cembalest dari JPMorgan mengingatkan investor agar tidak terlalu antusias. Menurut mereka, pasar tetap digerakkan oleh siklus bisnis, termasuk suku bunga, komoditas, kebijakan The Fed, laporan keuangan, dan laju investasi AI. Hasil pemilu tidak mengubah faktor-faktor fundamental tersebut.

Pagi ini, pergerakan futures mengindikasikan bahwa rotasi pasar masih berlanjut. Futures Nasdaq 100 turun sekitar 1,2%, futures S&P 500 melemah sekitar 0,3%, sementara futures Dow Jones justru menguat sekitar 0,3%. Para analis berbeda pendapat mengenai prospek AI. Citrini Research menilai risiko infrastruktur AI kini lebih condong ke arah penurunan dan pertumbuhan investasinya telah mencapai puncak. Sebaliknya, UBS menaikkan proyeksi belanja AI menjadi US$1,4 triliun, tetapi menyebut potensi perselisihan batas utang AS pada 2027 sebagai risiko utama bagi pasar obligasi.

Pasar saham Asia menunjukkan perbedaan kinerja yang mencolok. Saham semikonduktor mengalami tekanan jual, sementara sebagian besar sektor lainnya menguat. Korea Selatan menjadi pasar yang paling terpukul, dengan Kospi turun sekitar 4,8% dan Kosdaq melemah sekitar 4,3%. Besarnya aksi jual memicu mekanisme sidecar, yakni penghentian sementara perdagangan program selama lima menit. SK Hynix anjlok sekitar 9%, sementara Samsung Electronics turun sekitar 6,7%.

Indeks Kospi layak mendapat perhatian lebih luas. Meskipun perusahaan-perusahaan Korea Selatan melakukan pembelian kembali saham (share buyback) dalam jumlah rekor pada Agustus dan September, indeks tersebut terus melemah. Kospi telah turun dari puncaknya pada Juni di sekitar 9.000 poin menjadi sekitar 5.430 poin, atau terkoreksi kurang lebih 40%. Pembelian kembali saham jelas belum cukup untuk menghentikan arus keluar modal dari saham Korea Selatan yang berkaitan dengan AI. Selain itu, laju buyback mulai menunjukkan perlambatan yang nyata.

China justru bergerak berlawanan arah. Shanghai Composite melonjak sekitar 3,6%, Hang Seng menguat sekitar 3%, dan Hang Seng Tech naik lebih dari 5%. Saham Alibaba dan Tencent masing-masing meningkat sekitar 6,4%, sementara Baidu naik sekitar 4,9%. Raksasa teknologi China relatif tidak terdampak kekhawatiran mengenai regulasi data center AS dan turut memperoleh keuntungan dari harga minyak yang lebih rendah. Di Australia, ASX 200 naik sekitar 1,4%, sementara saham operator data center NextDC melonjak 48% setelah Goodman Group dan Digital Realty mengumumkan rencana untuk membeli hingga 9,9% saham perusahaan tersebut.

Harga minyak terus turun karena harapan tercapainya kesepakatan dengan Iran. Minyak Brent diperdagangkan di sekitar US$97 per barel, sementara WTI berada di sekitar US$88 per barel. Secara teknikal, WTI sedang menguji area support penting US$86,80–87,00, tempat pertemuan moving average 100 hari dan 200 hari dengan level Fibonacci retracement 50% dari reli Juli–September. Penutupan harga di bawah area tersebut dapat membuka peluang penurunan menuju US$82,21, kemudian US$80. Sebaliknya, pembeli perlu terlebih dahulu membawa harga kembali ke atas US$88,00–88,75, sebelum menargetkan US$95.

Namun, penurunan harga minyak tersebut dapat berbalik dengan cepat. Insiden kapal tanker terbaru yang dilaporkan IRGC menjadi pengingat bahwa kesepakatan diplomatik masih jauh dari kepastian, dan satu berita negatif dapat menghentikan aksi jual. ADNOC membantah laporan Bloomberg mengenai pembangunan pipa minyak ketiga untuk melewati Selat Hormuz yang juga akan digunakan produsen lain. Sementara itu, krisis energi Eropa masih berlanjut, dengan harga gas alam naik sekitar 9% dalam sepekan.

Harga emas mendapatkan keuntungan dari perubahan keseimbangan sentimen pasar. Emas melonjak sekitar 3% pada Rabu, mencatat kenaikan terbesar sejak Agustus, dan terus menguat hari ini menuju US$4.135 per troy ounce. Kali ini, kenaikan emas bukan didorong meningkatnya ketegangan geopolitik, melainkan harga minyak yang lebih rendah, pelemahan dolar, dan penurunan yield obligasi. Citi melihat kondisi tersebut sebagai awal dari skenario proyeksinya, dengan target harga emas US$4.500 dalam tiga bulan dan US$5.000 dalam 6–12 bulan, apabila penurunan harga minyak mendorong The Fed mengubah arah kebijakan moneternya.

Qualcomm (QCOM) menunjukkan bagaimana hasil keuangan yang baik tetap dapat mengecewakan investor. Pada Rabu, saham Qualcomm naik 5,3% menjadi US$173,19 setelah perusahaan mengumumkan kesepakatan kerja sama jangka panjang dengan SpaceX untuk infrastruktur jaringan Starlink Mobile 5G, yang mencakup puluhan ribu lokasi pemancar seluler. Namun, setelah penutupan perdagangan, sahamnya turun sekitar 7,4% menjadi US$160. Pendapatan tercatat sebesar US$10,44 miliar, melampaui perkiraan US$10,11 miliar, tetapi turun 7% secara tahunan. Adjusted EPS sebesar US$2,17 sesuai konsensus, sedangkan titik tengah proyeksi EPS kuartal berikutnya, dalam kisaran US$2,15–2,35, berada di bawah ekspektasi pasar.

Laporan Qualcomm menunjukkan perubahan dalam model bisnis perusahaan. Pendapatan chip smartphone turun 26% YoY, sementara segmen otomotif tumbuh 89% menjadi US$1,99 miliar. Perusahaan memperkirakan pendapatan di luar bisnis smartphone meningkat lebih dari 60% pada tahun fiskal 2027. Bisnis data center diproyeksikan menghasilkan lebih dari US$650 juta pada kuartal I dan mencapai tingkat pendapatan tahunan (annual run rate) sebesar US$7 miliar pada akhir tahun, didukung kemitraan dengan Amazon. Namun, pasar lebih berfokus pada capex yang lebih tinggi dari perkiraan, yakni US$2,49 miliar dibandingkan estimasi US$1,86 miliar, serta kenaikan harga produk yang terpaksa dilakukan akibat semakin mahalnya komponen semikonduktor.

Pergerakan saham AS lainnya setelah penutupan perdagangan juga cukup besar. Expedia turun lebih dari 7% akibat guidance yang lebih lemah, dan Snap mengecewakan investor dengan jumlah pengguna sebanyak 495 juta. Menurut Wall Street Journal, AstraZeneca mengajukan penawaran sekitar US$10 miliar untuk mengakuisisi Rhythm Pharmaceuticals, sehingga saham perusahaan target melonjak 28%. Berkshire Hathaway menambah investasi sebesar US$27 juta di Sirius XM, sejalan dengan rotasi pasar dari saham AI menuju saham bernilai (value stocks).

Pada 14.30 CET, AS akan merilis data klaim tunjangan pengangguran mingguan (weekly jobless claims). Tapestry, Kimberly-Clark, dan ConocoPhillips dijadwalkan melaporkan keuangan sebelum pembukaan pasar AS, sedangkan Airbnb, Akamai, Affirm, Lyft, dan Mattel setelah penutupan. Di Tokyo, Sony dan Nintendo akan merilis laporan setelah penutupan perdagangan. Pertanyaan utama bagi investor adalah apakah rotasi pasar pasca-pemilu dari saham AI menuju sektor lainnya dapat bertahan, atau justru berbalik setelah rilis laporan ketenagakerjaan AS nonfarm payrolls (NFP) pada Jumat, sebagaimana diperingatkan Jim Cramer.

5 November 2026, 10.47

Data Center AI Terancam Dibatasi, Big Tech Kok Rebound?

5 November 2026, 10.29

MercadoLibre Tumbuh 45%, Strategi Gratis Ongkir Jadi Bumerang?

5 November 2026, 02.08

Daily Summary: Dow Jones Meroket 3%, Minyak Anjlok 9%!

4 November 2026, 22.11

US Open: Dow Jones Meroket 2,6%, Saham AI Justru Tertekan

Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.

Instrumen keuangan yang kami tawarkan, khususnya derivatif, berisiko tinggi. Saham Fraksional (FS) merupakan hak fidusia yang diperoleh dari XTB atas bagian saham fraksional dan ETF. FS bukanlah instrumen keuangan yang terpisah. Hak korporasi yang terbatas dikaitkan dengan FS.
Instrumen keuangan yang kami tawarkan, khususnya derivatif, berisiko tinggi. Saham Fraksional (FS) merupakan hak fidusia yang diperoleh dari XTB atas bagian saham fraksional dan ETF. FS bukanlah instrumen keuangan yang terpisah. Hak korporasi yang terbatas dikaitkan dengan FS.