12.34 · 23 September 2026

Market Wrap: Minyak Turun Lagi, Tapi Yield AS Tetap Tinggi

  • Harga minyak kembali melanjutkan penurunan, dengan Brent turun ke sekitar US$98,50 per barel hari ini. Tekanan harga datang setelah Amerika Serikat dan Iran menggelar pembicaraan panjang dengan mediasi Qatar di sela Sidang Umum PBB. Harapan terhadap jalur diplomasi, ditambah membaiknya suplai dari Arab Saudi, membuat sebagian premi risiko geopolitik mulai keluar dari harga minyak. Namun pasar masih jauh dari memperhitungkan tercapainya kesepakatan permanen karena tuntutan Iran tetap sangat luas.

  • Arab Saudi telah mengaktifkan kembali East-West Pipeline dan sedang mempersiapkan dimulainya kembali ekspor melalui Yanbu.
  • Aliran minyak Saudi melalui Selat Hormuz juga pulih cukup signifikan.
  • Perkembangan ini memperbaiki outlook suplai fisik jangka pendek setelah beberapa pekan gangguan.
  • Tehran menuntut penghentian konflik di berbagai front, pencabutan blokade laut AS, pelepasan aset yang dibekukan, pelonggaran sanksi, serta pengecualian agar ekspor minyak dapat kembali berjalan.
  • Qatar dan Pakistan terlibat dalam proses mediasi, sementara Iran juga mendorong peran China yang lebih besar dalam negosiasi.

Yield AS Tetap Dekat 5%

  • Meski harga minyak turun cukup tajam, yield US Treasury tenor 10 tahun masih bertahan dekat 5%.
  • Ini menjadi salah satu perkembangan penting bagi pasar.
  • Sebelumnya, kenaikan yield banyak dikaitkan dengan lonjakan harga energi dan risiko inflasi.
  • Namun bertahannya yield di level tinggi ketika minyak justru turun menunjukkan tekanan pasar obligasi kini berasal dari faktor yang lebih luas.
  • Pasar masih memperhitungkan kemungkinan kebijakan The Fed tetap ketat, sementara kekhawatiran fiskal AS juga belum mereda.
  • Bagi saham growth dan teknologi, kondisi ini tetap menjadi faktor penting karena yield tinggi meningkatkan discount rate yang digunakan untuk menilai earnings masa depan.

Yen Tetap Lemah

  • Yen Jepang masih berada di bawah tekanan meskipun Bank of Japan telah menaikkan suku bunga ke level tertinggi dalam lebih dari tiga dekade.
  • Yield US Treasury yang tetap tinggi terus mendukung dolar terhadap yen.
  • USDJPY naik sekitar 0,20% ke 157,615.
  • Kondisi ini menunjukkan bahwa selisih yield antara AS dan Jepang masih cukup lebar untuk menjaga daya tarik dolar, meskipun BoJ sudah mulai menjalankan siklus pengetatan.

Precious Metals Melemah

  • Harga logam mulia bergerak turun ringan.
  • Emas diperdagangkan di sekitar US$4.360 per ons, turun 0,40%.
  • Silver turun sekitar 0,90% ke US$66,45 per ons.
  • Penurunan harga minyak memang mengurangi sebagian tekanan inflasi, tetapi yield Treasury yang tetap tinggi masih menjadi hambatan bagi aset yang tidak menghasilkan bunga seperti emas dan silver.

China Pertahankan Outlook Pertumbuhan

Asian Development Bank mempertahankan proyeksi pertumbuhan China sebesar:

  • 4,6% untuk 2026
  • 4,5% untuk 2027

Kombinasi pertumbuhan yang masih relatif solid dengan inflasi rendah menunjukkan tekanan harga domestik China masih jauh lebih ringan dibanding banyak ekonomi besar lainnya.

AS Pertimbangkan Batasi Ekspor Diesel

  • Pemerintahan Trump juga dilaporkan mempertimbangkan larangan penuh atau sebagian terhadap ekspor diesel AS.
  • Wacana tersebut muncul ketika harga bahan bakar domestik berada di level sangat tinggi.
  • Jika kebijakan ini diterapkan, dampaknya dapat terasa pada pasar produk minyak global karena AS merupakan salah satu eksportir penting bahan bakar olahan.
  • Bagi investor, ini menjadi faktor tambahan yang perlu dipantau karena harga minyak mentah memang sedang turun, tetapi tekanan pada pasar bahan bakar belum tentu ikut mereda dengan kecepatan yang sama.
  • Namun forecast inflasi 2026 diturunkan menjadi hanya 0,9%.
23 September 2026, 00.40

Daily Summary: Nasdaq Unggul Saat Minyak Turun Tajam

22 September 2026, 20.58

US Open: US100 Dekati Rekor, Saham AI Tetap Memimpin

22 September 2026, 19.14

Diplomasi AS-Iran Tekan Harga Minyak

22 September 2026, 16.07

Iran Buka Peluang Hormuz, Minyak Jatuh

Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.

Instrumen keuangan yang kami tawarkan, khususnya derivatif, berisiko tinggi. Saham Fraksional (FS) merupakan hak fidusia yang diperoleh dari XTB atas bagian saham fraksional dan ETF. FS bukanlah instrumen keuangan yang terpisah. Hak korporasi yang terbatas dikaitkan dengan FS.
Instrumen keuangan yang kami tawarkan, khususnya derivatif, berisiko tinggi. Saham Fraksional (FS) merupakan hak fidusia yang diperoleh dari XTB atas bagian saham fraksional dan ETF. FS bukanlah instrumen keuangan yang terpisah. Hak korporasi yang terbatas dikaitkan dengan FS.