14.27 · 19 Oktober 2026

Market Wrap: Nasdaq Rebound, Saham AI Kembali Disorot

Pekan lalu menjadi periode terburuk bagi Nasdaq sejak April 2025, ketika kebijakan tarif impor yang diumumkan pada Liberation Day memicu gejolak besar di pasar keuangan. Namun, indeks saham Amerika Serikat hari ini menunjukkan pemulihan yang kuat, dengan kontrak futures Nasdaq 100 menguat lebih dari 1,3% dan futures S&P 500 naik sekitar 0,8%.

Gambar 1: Persentase Perusahaan Nasdaq 100 di Atas Moving Average 50 Hari (2024–2026)

Sumber: XTB Research, 19.10.2026

Investor kini menantikan laporan keuangan kuartalan sejumlah perusahaan teknologi terbesar yang dijadwalkan rilis pekan ini. Tesla, Meta, dan IBM akan mengumumkan hasil keuangan pada Rabu, sehari setelah Netflix merilis laporannya.

Gambar 2: Dashboard Kinerja Saham Tesla (2024–2026)

Sumber: XTB Research, 19.10.2026

Di balik pemulihan pasar, setidaknya terdapat lima isu utama yang masih berpotensi memengaruhi sentimen investor: meningkatnya keraguan terhadap pembiayaan ekspansi kecerdasan buatan (AI), kembalinya obligasi pemerintah AS sebagai aset aman (safe haven), penurunan harga minyak mentah dari level tertinggi lima bulan, meningkatnya ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Ukraina, serta kekhawatiran terhadap kondisi fiskal Prancis setelah demonstrasi pada akhir pekan.

Pasar Saham

Pasar baru saja melewati lonjakan indeks volatilitas VIX terbesar sejak Juni serta rentetan penurunan terpanjang indeks semikonduktor SOXX sejak 2008. Namun, minat investor terhadap aset berisiko (risk appetite) mulai pulih pada perdagangan hari ini. Seperti disebutkan sebelumnya, futures Nasdaq 100 naik 1,3%, sementara futures S&P 500 menguat 0,8%.

Gambar 3: Nasdaq 100 dan Sektor Semikonduktor (2026)

Sumber: XTB Research, 19.10.2026

Di Asia, pergerakan pasar saham bervariasi. Indeks Nikkei 225 Jepang turun 0,8%, sementara Kospi Korea Selatan naik sekitar 0,2%. Shanghai SE Composite relatif stabil setelah data pertumbuhan ekonomi China melampaui ekspektasi, sebagaimana dibahas pada bagian berikutnya. Sementara itu, futures saham Eropa melemah, dengan Euro Stoxx 50 turun 0,3% menyusul demonstrasi akhir pekan di Prancis.

Peluncuran model AI terbaru dari DeepSeek juga patut diperhatikan. Model tersebut kembali memunculkan kekhawatiran bahwa pengembangan AI mungkin membutuhkan daya komputasi lebih rendah daripada perkiraan pasar, sehingga berpotensi mengurangi permintaan microchip. Kekhawatiran ini sempat memicu aksi jual saham produsen semikonduktor Asia, meskipun sebagian besar kerugiannya telah berhasil dipulihkan.

Musim laporan keuangan akan menjadi perhatian utama pasar sepanjang pekan ini. Netflix dijadwalkan mengumumkan hasil keuangan pada Selasa, disusul Tesla, Meta, dan IBM pada Rabu. Rangkaian laporan tersebut menjadi ujian besar pertama bagi kepercayaan investor terhadap prospek investasi AI setelah gejolak pasar terbaru. Investor akan mencermati hasil keuangan perusahaan teknologi berskala besar (hyperscalers) untuk mencari konfirmasi apakah belanja modal AI yang sangat besar mulai menghasilkan keuntungan.

Aksi jual terbaru memberikan tekanan paling besar kepada CoreWeave, penyedia layanan komputasi cloud yang salah satu pemegang saham utamanya adalah Nvidia. Yield obligasi CoreWeave sempat menyentuh 15%. Kekhawatiran pasar juga meningkat setelah muncul indikasi perlambatan pertumbuhan pendapatan Anthropic. Perusahaan AI tersebut mengumumkan rencana mengalokasikan 5% sahamnya kepada dana baru berorientasi kepentingan publik (public benefit fund) yang bertujuan mengurangi dampak negatif AI terhadap pasar tenaga kerja.

Pasar Obligasi

Salah satu perkembangan paling menarik dalam beberapa hari terakhir adalah perubahan arah pasar obligasi. Instrumen utang pemerintah Amerika Serikat mulai kembali menjalankan peran tradisionalnya sebagai aset aman. Pekan lalu, yield Treasury AS tenor 10 tahun turun sekitar 17 basis poin. Dalam periode yang sama, Nasdaq 100 kehilangan sekitar 5,5% nilainya. Terakhir kali pergerakan tajam serupa terjadi secara bersamaan adalah pada April 2025, setelah pengumuman tarif impor AS tertinggi dalam lebih dari 100 tahun.

Gambar 4: Yield Obligasi dan Harga Minyak WTI (2026)

Sumber: XTB Research, 19.10.2026

Pemulihan pasar obligasi menjadi perkembangan penting karena selama beberapa bulan sebelumnya, obligasi gagal berfungsi secara efektif sebagai instrumen lindung nilai (hedging). Inflasi tinggi, ketahanan ekonomi AS, serta lonjakan penerbitan obligasi pemerintah dan korporasi, yang sebagian digunakan untuk membiayai ekspansi AI, telah mendorong yield Treasury 10 tahun ke level tertinggi dalam lebih dari dua dekade. Pergerakan saat ini semakin kuat akibat posisi investor yang sebelumnya sangat agresif, sehingga menciptakan peluang penutupan posisi short (short covering). Meski demikian, sejumlah pelaku pasar masih memperingatkan bahwa pemulihan obligasi berpotensi berlangsung singkat karena risiko inflasi yang belum sepenuhnya mereda.

Kebijakan Moneter

Data inflasi Indeks Harga Konsumen (CPI) Amerika Serikat yang lebih tinggi dari perkiraan ternyata tidak meningkatkan ekspektasi pasar terhadap kenaikan suku bunga pada Oktober. Investor tampaknya masih enggan memperkirakan berlanjutnya siklus pengetatan moneter dalam pertemuan The Fed mendatang, dengan probabilitas skenario tersebut berada di bawah 15%.

Gambar 5: Inflasi CPI dan Pertumbuhan Upah AS (2024–2026)

Sumber: XTB Research, 19.10.2026

Aksi jual saham dan pidato Ketua The Fed Kevin Warsh pada Jumat dalam pertemuan tahunan IMF juga tidak banyak mengubah ekspektasi pasar. Warsh tidak secara langsung membahas langkah kebijakan moneter FOMC berikutnya maupun prospek ekonomi AS. Ia hanya kembali menegaskan komitmen The Fed dalam menjaga stabilitas harga.

Meski demikian, investor masih memperkirakan adanya pengetatan kebijakan moneter lanjutan pada akhir tahun ini. Kenaikan suku bunga pada Desember hampir sepenuhnya tercermin dalam harga pasar.

Data Ekonomi

Di China, produk domestik bruto (PDB) kuartal ketiga tumbuh 4,5% secara tahunan (year-on-year), sedikit melampaui perkiraan 4,4%. Hasil tersebut meningkatkan peluang pemerintah Beijing mencapai target pertumbuhan ekonomi tahunannya.

Dalam beberapa hari mendatang, sejumlah rilis ekonomi penting mencakup data pertumbuhan upah September di Polandia pada Selasa, inflasi CPI Inggris pada Rabu, dan inflasi Jepang pada Jumat. Dari sisi makroekonomi, perhatian utama pasar kemungkinan tertuju pada data Purchasing Managers' Index (PMI) Oktober dari zona euro dan Amerika Serikat yang dijadwalkan rilis Jumat.

Komoditas Energi

Harga minyak mentah mengalami koreksi setelah mencapai level tertinggi dalam lima bulan. Brent turun 1,7% ke sekitar USD 108 per barel, setelah melonjak hampir 4% pada Jumat. Sementara itu, harga minyak WTI melemah mendekati USD 97 per barel. Investor kini harus mempertimbangkan dua faktor yang saling berlawanan, yakni pemulihan arus pasokan minyak menuju level sebelum perang dan munculnya titik ketegangan geopolitik baru.

Gambar 6: Harga Minyak Brent dan WTI (2026)

Sumber: XTB Research, 19.10.2026

Sepanjang akhir pekan, sebuah helikopter Arab Saudi jatuh di dekat perbatasan Yaman, kelompok Houthi menyerang Yanbu yang merupakan terminal ekspor minyak penting, dan otoritas maritim Inggris melaporkan serangan terhadap dua kapal tanker di Teluk Persia.

Meski demikian, menurut Menteri Energi AS Chris Wright, arus minyak mentah dari Teluk Persia telah mencapai sekitar 80% dari level sebelum konflik. Permasalahan yang lebih mendesak justru terletak pada transportasi produk bahan bakar olahan, terutama solar (diesel), yang mengalami kenaikan harga jauh lebih cepat dan lebih besar dibandingkan minyak mentah.

Keputusan politik penting juga masih memengaruhi pasar energi. Donald Trump mengonfirmasi bahwa Amerika Serikat telah mencapai kesepakatan dengan Rusia terkait ekspor diesel serta menangguhkan sebagian tarif dan sanksi terhadap pasokan energi Rusia. Kebijakan tersebut menuai kritik dari anggota Kongres lintas partai, yang telah mengajukan rancangan undang-undang untuk memblokir pembelian tersebut.

Geopolitik

Ketegangan antara Amerika Serikat dan Ukraina semakin meningkat. Presiden Volodymyr Zelensky menuduh Trump berupaya menekan Kyiv agar menyerah kepada Rusia, dengan merujuk pada sejumlah tindakan Washington yang dinilainya tidak bersahabat. Tindakan tersebut mencakup pembatasan layanan Starlink, penundaan pengiriman sistem rudal Patriot, serta kegagalan memberikan peringatan mengenai serangan rudal Rusia. Hal yang sangat penting bagi pasar adalah bahwa Ukraina dan Rusia masih terus menargetkan infrastruktur energi masing-masing.

Di Eropa, perhatian tetap tertuju pada Prancis, ketika demonstrasi besar-besaran sepanjang akhir pekan semakin memperdalam kekhawatiran terhadap kesehatan fiskal negara tersebut.

Logam Mulia

Harga emas kembali menguat dan diperdagangkan mendekati USD 4.185 per troy ounce, memulihkan sebagian besar kerugian yang terjadi pada pekan sebelumnya. Penguatan emas terutama didukung oleh penurunan yield obligasi. Sementara itu, harga perak naik sekitar 1% ke level USD 57,6 per troy ounce.

Gambar 7: Harga Emas (2026)

Sumber: XTB Research, 19.10.2026

16 Oktober 2026, 22.00

Saham AS Jelang Rilis Laba Oktober

16 Oktober 2026, 12.48

Market Wrap: Wall Street Memulih, Minyak Turun

15 Oktober 2026, 16.44

Sell-Off Chip Meluas, Pasar Mulai Kurangi Eksposur AI

15 Oktober 2026, 13.21

TSMC Cetak Rekor Lagi, Demand AI Belum Melambat

Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.

Instrumen keuangan yang kami tawarkan, khususnya derivatif, berisiko tinggi. Saham Fraksional (FS) merupakan hak fidusia yang diperoleh dari XTB atas bagian saham fraksional dan ETF. FS bukanlah instrumen keuangan yang terpisah. Hak korporasi yang terbatas dikaitkan dengan FS.
Instrumen keuangan yang kami tawarkan, khususnya derivatif, berisiko tinggi. Saham Fraksional (FS) merupakan hak fidusia yang diperoleh dari XTB atas bagian saham fraksional dan ETF. FS bukanlah instrumen keuangan yang terpisah. Hak korporasi yang terbatas dikaitkan dengan FS.