Indeks saham AS mendapat tekanan kemarin setelah sebelumnya mencapai rekor tertinggi, sementara futures Wall Street bergerak relatif datar hari ini.
Kenaikan harga oil menuju US$100 per barel kembali memunculkan kekhawatiran inflasi dan ekspektasi bahwa The Fed masih dapat melakukan pengetatan moneter tambahan, sehingga menekan risk appetite investor.
-
Kalender ekonomi hari ini relatif ringan. Fokus utama adalah initial jobless claims AS pada 12:30 PM GMT dan minutes pertemuan kebijakan moneter ECB pada 11:30 AM GMT. Sebelumnya, indeks Economy Watchers Survey Jepang naik menjadi 47, melampaui ekspektasi 46,7 dan angka sebelumnya 46,4.
-
S&P 500 telah terkoreksi dari rekor tertinggi, sementara Brent menutup sesi kemarin dekat US$100 per barel dan hari ini naik hampir 2% hingga menembus US$102. Harga oil mendapat dukungan dari eskalasi ketegangan di Timur Tengah, termasuk serangan terhadap tanker di sekitar Selat Hormuz dan gangguan supply regional yang masih berlangsung.
-
Gedung Putih dilaporkan mempertimbangkan serangan tambahan terhadap target Iran menjelang pemilu paruh waktu AS, meskipun aktivitas militer relatif mereda dalam beberapa pekan terakhir. Menurut The Atlantic, Pentagon telah diminta menyiapkan beberapa opsi militer, sementara pemerintahan Trump juga berupaya menekan harga bahan bakar dan membatasi dampak politik dari konflik menjelang pemilu.
-
Yield Treasury 10 tahun AS turun dari puncak kemarin di sekitar 5,35%, level tertinggi sejak 2002. Tekanan di pasar obligasi tetap terlihat meski lelang Treasury senilai US$39 miliar mencatat permintaan yang kuat.
-
Indeks saham Asia ikut tertekan setelah pelemahan Wall Street. MSCI All Country World Index turun sekitar 0,2%, menjauh dari rekor setelah sempat naik 1,5% pada awal pekan. Investor mengurangi eksposur ke aset berisiko di tengah kenaikan harga energi dan eskalasi kembali di Timur Tengah.
-
Gold mulai pulih setelah sempat turun ke sekitar US$4.070 per ounce, kemudian rebound ke atas US$4.130. Palladium juga naik sekitar 2,3%.
-
Pasar semakin memperhitungkan kemungkinan kenaikan suku bunga The Fed tambahan sebelum akhir 2026. Harga energi yang tetap tinggi, peningkatan biaya pinjaman korporasi, dan investasi besar pada infrastruktur AI berpotensi menjaga tekanan inflasi dan membatasi ruang The Fed untuk melonggarkan kebijakan.
-
Minutes pertemuan The Fed September mengonfirmasi bahwa seluruh 19 pejabat mendukung kenaikan suku bunga. Banyak peserta melihat kenaikan tersebut sebagai langkah antisipasi terhadap risiko inflasi kembali meningkat, memperkuat ekspektasi bahwa kebijakan moneter restriktif dapat dipertahankan lebih lama.
-
SpaceX dilaporkan sedang berdiskusi dengan bank dan investor untuk memperoleh pendanaan sekitar US$40 miliar guna membeli chip Nvidia. Jika terealisasi, transaksi ini dapat menjadi salah satu pendanaan terbesar yang terkait dengan ekspansi infrastruktur AI dan kembali menunjukkan tingginya demand terhadap advanced processors untuk data center.
-
Iran dan Oman sedang membahas jalur navigasi aman melalui Selat Hormuz, termasuk koordinat geografis untuk rute transit dan bagaimana kesepakatan tersebut akan disampaikan secara internasional. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmail Baghaei mengatakan Teheran tetap berkomitmen memulihkan keamanan regional dan akan memberikan respons terhadap proposal AS melalui mediator.
-
United Kingdom Maritime Trade Operations (UKMTO) melaporkan serangan terhadap tanker sekitar 51 nautical miles di utara Madinat Ash Shamal, Qatar. Berdasarkan laporan awal, kapal terkena beberapa proyektil dan terdapat korban di antara awak, kembali meningkatkan kekhawatiran mengenai keamanan jalur pelayaran dan pengiriman energi dari Teluk Persia.
-
Washington meningkatkan perlindungan terhadap teknologi strategis sekaligus memperluas kerja sama dengan industri AI. Setelah muncul laporan komponen jet tempur F-35 dikirim ke China melalui UPS, perhatian kembali tertuju pada export controls. Seorang pejabat pemerintah AS juga mengungkap adanya pembicaraan dengan sekitar 20–25 perusahaan AI serta rencana pengawasan FAA terhadap penggunaan AI dalam sektor penerbangan.
-
Tarif charter crude oil supertanker mencapai rekor baru, berpotensi meningkatkan biaya transportasi oil dan menambah tekanan inflasi di sepanjang supply chain. Ketegangan Timur Tengah juga masih tinggi setelah kelompok Houthi yang didukung Iran menyerang dua bandara di Saudi Arabia dan menewaskan tiga orang, sementara bentrokan antara kelompok yang didukung Saudi masih berlangsung di Yemen.
-
Kenaikan harga energi semakin mempersulit outlook inflasi setelah kenaikan suku bunga The Fed pada September. Pada saat yang sama, fokus investor mulai beralih ke earnings season AS. Pasar akan mencari bukti bahwa investasi rekord pada infrastruktur AI benar-benar diterjemahkan menjadi pertumbuhan revenue dan earnings yang cukup kuat untuk membenarkan valuasi saham yang tinggi.
Grafik OIL (Timeframe H1)
Futures Brent mengalami rebound setelah sempat turun ke sekitar US$95, kemudian naik sekitar 8% dan mencetak local high baru.
RSI belum memasuki area overbought, sementara MACD juga masih menunjukkan potensi kenaikan lanjutan.
Breakout di atas US$103,5 dapat membuka jalan menuju US$104,5 dan US$105,5, yang masing-masing bertepatan dengan Fibonacci retracement 61,8% dan 71,6% dari penurunan terakhir.
Sementara itu, area US$97–US$99 masih menjadi zona support penting, diperkuat oleh Fibonacci retracement 38,2%.
Sumber: XTB
Kalender Ekonomi: Jobless Claims dan ECB Minutes Jadi Fokus
Gold Dekati Low 9 Minggu, Pasar Lebih Fokus ke The Fed
Daily summary: Wall Street Bertahan, Silver Jatuh di Bawah US$60
FOMC Minutes: The Fed Masih Buka Peluang Kenaikan Suku Bunga
Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.