
- Donald Trump meluncurkan Operation Project Freedom, mengumumkan bahwa mulai hari Senin akan dilakukan evakuasi “kemanusiaan” terhadap kapal-kapal netral dari Teluk Oman dan Selat Hormuz, sambil memperingatkan bahwa setiap upaya untuk mengganggu konvoi akan direspons dengan tindakan “tegas.”
- Namun, WSJ dan pejabat AS menjelaskan bahwa ini lebih merupakan mekanisme koordinasi lalu lintas dan asuransi, bukan pengawalan langsung oleh kapal Angkatan Laut AS. Di saat yang sama, CENTCOM mengerahkan kapal perusak ke wilayah tersebut, bersama lebih dari 100 kapal dan pesawat serta 15.000 personel militer, yang secara efektif meningkatkan risiko konfrontasi militer.
- Iran merespons keras: Azizi, kepala komite keamanan parlemen, menyebut Project Freedom sebagai pelanggaran gencatan senjata dan memperingatkan bahwa Teheran tidak akan membiarkan AS menentukan aturan navigasi di Selat Hormuz.
- Di perairan rute Oman–Hormuz, sebuah kapal tanker minyak terkena proyektil tak dikenal sekitar 78 mil di utara Fujairah, dan UKMTO menilai tingkat ancaman di selat tersebut sebagai ‘kritis’, meskipun AS sedang membangun ‘zona keamanan yang diperkuat’ di selatan jalur pelayaran Iran.
- Dari sisi kebijakan moneter, Kashkari dari The Fed menekankan bahwa potensi perang AS–Iran dan penutupan Selat Hormuz meningkatkan risiko inflasi yang persisten, sehingga ia tidak dapat mengindikasikan penurunan suku bunga dan bahkan membuka kemungkinan kenaikan suku bunga.
- Perdagangan di Asia sangat sepi karena libur di Jepang dan China, dengan pasangan mata uang utama bergerak dalam kisaran sempit. Setelah volatilitas pagi, USD/JPY perlahan menguat, mencerminkan pelemahan yen secara keseluruhan meskipun ada intervensi sekitar $35 miliar.
- Barclays menilai penguatan yen akibat intervensi hanya bersifat sementara, karena perbedaan suku bunga AS–Jepang yang lebar dan tingginya harga energi akibat konflik Iran terus mendukung pelemahan JPY. Risiko intervensi lanjutan juga meningkat seiring USD/JPY kembali mendekati level 160.
- Di pasar saham Asia, indeks JP225 naik sekitar 0,8% di tengah likuiditas rendah, sementara futures indeks utama AS (US100, US500) dan Eropa (DE40, EU50) menguat tipis, mengindikasikan sentimen risk-on yang hati-hati meski ketegangan geopolitik meningkat.
- Pasar energi tetap tegang: minyak Brent dan WTI bergerak sedikit lebih rendah setelah kenaikan sebelumnya, namun pasar masih memperhitungkan risiko kenaikan lebih lanjut jika Iran mencoba mengganggu konvoi AS di Selat Hormuz. Gas alam naik lebih dari 2%, mencerminkan kekhawatiran terhadap pasokan.
- Di pasar logam mulia, emas turun tipis dan perak tetap lemah, yang dapat diartikan sebagai jeda sementara setelah pergerakan menuju aset safe haven. Namun, arah harga ke depan akan sangat bergantung pada apakah Project Freedom memicu insiden lanjutan di selat tersebut.
- Bitcoin berhasil menembus level $80.000 untuk pertama kalinya sejak akhir Januari, menjadi salah satu sinyal risk-on yang paling jelas dalam sesi ini, dengan permintaan meningkat di tengah tekanan pada aset tradisional akibat risiko geopolitik dan kebijakan moneter yang ketat.
- Memasuki sesi Eropa, faktor utama yang akan menentukan sentimen pasar adalah reaksi awal pasar minyak terhadap detail operasional Project Freedom, komentar Iran terkait potensi pelanggaran gencatan senjata, serta positioning menjelang keputusan RBA yang dapat menjadi preseden bagi bank sentral lain dalam menghadapi inflasi yang dipicu konflik. Dari sisi data makro, pasar juga akan memperhatikan laporan PMI manufaktur dari ekonomi utama Eropa serta data durable goods orders dari AS.
Kalender Ekonomi: Fokus Minyak, Iran, dan Data PMI
ISM AS: Tekanan Harga Naik, Tenaga Kerja Melemah
Market Wrap: Wall Street Cetak Rekor Baru, Apple Jadi Sorotan
Powell Tegaskan Ketidakpastian, The Fed Tetap Wait & See
Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.