Baca selengkapnya
00.58 · 21 April 2026

Market Wrap: Tensi Iran Picu Volatilitas Global

 

Faktor utama pendorong volatilitas pasar

Topik utama hari ini adalah berakhirnya gencatan senjata antara AS dan Iran, yang menurut Presiden Donald Trump sangat kecil kemungkinan untuk diperpanjang. Trump secara tegas memperingatkan bahwa setelah batas waktu pada Rabu malam, “bom akan meledak,” dan Selat Hormuz akan tetap tertutup hingga kesepakatan tercapai, yang berarti menghentikan sekitar 20% pengiriman minyak global. Wakil Presiden JD Vance telah melakukan perjalanan ke Islamabad untuk putaran kedua pembicaraan damai, meskipun Iran awalnya belum mengonfirmasi partisipasinya secara resmi. Namun, laporan Reuters dan New York Times kemudian menyebutkan bahwa delegasi Iran tetap berencana hadir. Situasi semakin memanas setelah Angkatan Laut AS menyita kapal kargo Iran Touska di Teluk Oman saat mencoba melewati blokade.

Geopolitik

Iran membantah laporan Axios yang menyebutkan bahwa bagian dari rencana damai mencakup transfer uranium ke AS sebagai imbalan atas dana Iran yang dibekukan senilai $20 miliar. Kementerian Luar Negeri Iran menegaskan bahwa “transfer uranium tidak pernah menjadi bagian dari pembicaraan.” Data pelacakan lalu lintas maritim menunjukkan hanya tiga kapal komersial yang melintasi Selat Hormuz hari ini, menandakan jalur strategis tersebut kembali praktis tertutup.

Sementara itu, Bank of Japan diperkirakan akan mempertahankan suku bunga pada April, karena ketidakpastian akibat konflik Timur Tengah dan kebijakan tarif AS menciptakan tekanan terhadap ekonomi Jepang.

Data Makro

Inflasi produsen (PPI) di Jerman kembali ke wilayah positif dan melampaui ekspektasi, naik 2,5% secara bulanan—kenaikan terbesar sejak September 2022. Kenaikan ini didorong oleh harga energi dan produk minyak.

Di AS, kalender makro relatif sepi karena pejabat The Fed memasuki periode “quiet period” menjelang keputusan suku bunga pada 29 April. Investor kini menantikan data retail sales AS serta hearing Kevin Warsh, kandidat Ketua The Fed, yang menekankan pentingnya independensi bank sentral.

Earnings dan Indeks

Musim earnings S&P 500 Q1 2026 dimulai jauh di atas ekspektasi, dengan sekitar 88% perusahaan yang telah melaporkan berhasil melampaui estimasi EPS, dan tingkat kejutan positif mencapai 10,8%.

Pasar saham Eropa mengalami koreksi tajam akibat penutupan kembali Selat Hormuz, dengan indeks Stoxx 600 turun hampir 1,1%. Penurunan terbesar terjadi di Spanyol dan Jerman. Di Wall Street, penurunan lebih terbatas—Dow Jones futures turun sekitar 0,4%, sementara S&P 500 dan Nasdaq 100 turun sedikit di atas 0,3%, menunjukkan pasar belum memperhitungkan skenario krisis ekstrem.

Saham

TopBuild (BLD) menjadi saham dengan kinerja terbaik, melonjak lebih dari 17% setelah pengumuman akuisisi senilai $17 miliar oleh QXO.

Marvell Technology (MRVL) naik 7% setelah laporan negosiasi lanjutan dengan Google terkait pengembangan chip AI generasi baru.

American Airlines (AAL) turun sekitar 3% setelah membantah rumor merger dengan United Airlines, sementara sektor maskapai tertekan oleh kenaikan harga bahan bakar.

Beberapa saham yang mencetak level tertinggi 52 minggu termasuk eBay, Ross Stores, AMD, Arista Networks, dan Texas Instruments.

Mata Uang

Dolar Australia (AUD) menjadi mata uang terkuat, naik 0,65% terhadap USD. Sebaliknya, dolar AS dan yen Jepang menjadi yang terlemah hari ini. EURUSD bertahan di sekitar 1,178, sementara GBPUSD naik ke 1,353.

Komoditas

Minyak mentah menjadi pendorong utama kenaikan, dengan WTI naik hampir 5% ke $87,20 per barel, dan Brent menembus $90.

Sebaliknya, emas justru turun sekitar 0,93% ke $4.807 per ons, yang dikaitkan dengan kekhawatiran inflasi akibat kenaikan harga energi dan dampaknya terhadap kebijakan The Fed. Perak turun lebih tajam, sementara gas alam melanjutkan kenaikan moderat.

Kripto

Bitcoin diperdagangkan di sekitar $75.000, naik 1,85% setelah sempat menembus $78.000. Strategy mengumumkan pembelian BTC senilai $2,5 miliar, namun saham terkait kripto seperti Coinbase justru turun sekitar 1% akibat koreksi pasar di tengah meningkatnya sentimen risk-off.

20 April 2026, 21.57

Kekhawatiran Geopolitik Kembali Menekan Pasar Saham💥

20 April 2026, 19.33

Saham Chip Bergejolak, Google Perluas Mitra AI

20 April 2026, 17.55

ETF kembali mengalir masuk ke BTC🚨Coinbase (COIN) melonjak 25% pada minggu lalu

20 April 2026, 15.47

Earnings AS Kuat, S&P 500 Hadapi Ekspektasi Tinggi

Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.

Instrumen keuangan yang kami tawarkan, khususnya derivatif, berisiko tinggi. Saham Fraksional (FS) merupakan hak fidusia yang diperoleh dari XTB atas bagian saham fraksional dan ETF. FS bukanlah instrumen keuangan yang terpisah. Hak korporasi yang terbatas dikaitkan dengan FS.
Instrumen keuangan yang kami tawarkan, khususnya derivatif, berisiko tinggi. Saham Fraksional (FS) merupakan hak fidusia yang diperoleh dari XTB atas bagian saham fraksional dan ETF. FS bukanlah instrumen keuangan yang terpisah. Hak korporasi yang terbatas dikaitkan dengan FS.