- Futures indeks Wall Street menguat tipis sekitar 0,2% – 0,3% di tengah perhatian investor pada laporan NFP AS.
- Konsensus memperkirakan nonfarm payrolls AS bertambah 90 ribu dengan tingkat pengangguran tetap di 4,1%.
- US Dollar Index berada di jalur kenaikan mingguan ketiga berturut-turut karena ketahanan ekonomi AS.
- Saham Nike turun 8% ke level terendah sejak 2013 setelah melaporkan proyeksi pendapatan FY2027 yang lemah.
- Futures indeks Wall Street menguat tipis sekitar 0,2% – 0,3% di tengah perhatian investor pada laporan NFP AS.
- Konsensus memperkirakan nonfarm payrolls AS bertambah 90 ribu dengan tingkat pengangguran tetap di 4,1%.
- US Dollar Index berada di jalur kenaikan mingguan ketiga berturut-turut karena ketahanan ekonomi AS.
- Saham Nike turun 8% ke level terendah sejak 2013 setelah melaporkan proyeksi pendapatan FY2027 yang lemah.
Futures indeks Wall Street menguat sekitar 0,2%–0,3%, sementara perhatian investor hari ini tertuju pada laporan pasar tenaga kerja AS September: NFP, tingkat pengangguran, dan pertumbuhan upah yang berpotensi memberikan dampak terbesar terhadap ekspektasi kebijakan The Fed.
Di Eropa, perhatian akan tertuju pada rilis awal CPI Zona Euro, terutama core inflation. Data inflasi yang lebih tinggi dari perkiraan dapat membatasi ruang ECB untuk melonggarkan kebijakan moneter.
-
Meskipun pasar saham AS menguat tipis, permintaan terhadap aset safe haven masih mendominasi pasar obligasi global. Yield turun di AS, Jepang, Australia, dan Selandia Baru, sementara US Treasury masih mempertahankan sebagian besar kenaikan harga obligasi pada Kamis. Nada defensif ini mencerminkan kombinasi risiko dari pasar kredit, harga komoditas yang tinggi, tekanan inflasi yang masih bertahan, serta ketidakpastian politik dan fiskal.
-
Rebound obligasi kemarin mendorong yield Treasury 10 tahun turun dari level tertinggi sejak 2002. Meski demikian, S&P 500 berhasil memangkas penurunan awal setelah data manufaktur AS menunjukkan kenaikan tajam biaya bahan baku, yang kembali menjaga kekhawatiran terhadap inflasi.
-
Eropa tetap menjadi titik yang lebih lemah. Kekhawatiran terhadap prospek fiskal dan politik Prancis terus mempertahankan risk premium yang lebih tinggi pada obligasi negara tersebut, sementara obligasi Jerman relatif stabil. Indeks saham Asia juga turun sekitar 0,6%, dengan Hang Seng China menjadi salah satu yang terlemah setelah merosot hampir 3%.
-
Sentimen di pasar saham global terlihat semakin lemah. Indeks Asia menuju pekan terburuk sejak Juli, sementara saham Eropa berada di jalur penurunan mingguan terdalam sejak April. Tekanan juga terlihat di Inggris, ketika yield gilt jangka panjang sempat naik menembus 6%, menegaskan besarnya tekanan pada pasar obligasi.
-
US Dollar Index tetap kuat dan menuju kenaikan mingguan ketiga berturut-turut, didukung ketahanan relatif ekonomi AS. Brent menghentikan sementara kenaikannya dan diperdagangkan di sekitar US$102 setelah dua sesi positif beruntun, sementara tembaga menuju penurunan mingguan terbesar sejak Mei.
-
Untuk laporan NFP AS hari ini pada 12:30 GMT, konsensus memperkirakan nonfarm payrolls bertambah sekitar 90 ribu, sementara tingkat pengangguran diperkirakan tetap di 4,1%. Geopolitik juga tetap menjadi faktor risiko penting, terutama ketegangan antara Washington dan Tehran yang mempertahankan ketidakpastian terhadap inflasi dan harga energi.
-
Wakil Ketua The Fed Philip Jefferson menyatakan bahwa pembuat kebijakan mungkin membutuhkan lebih banyak waktu untuk menilai apakah kenaikan suku bunga lanjutan masih diperlukan. Presiden New York Fed John Williams sebelumnya memberikan sinyal serupa dengan mengatakan tidak ada urgensi untuk mempertimbangkan kenaikan tambahan setelah kenaikan suku bunga pada September.
-
Donald Trump mengatakan bahwa berdasarkan informasi yang diterimanya sejauh ini, Iran mungkin berada di balik upaya serangan teroris yang berhasil digagalkan di Israel. Pentagon dilaporkan mempertimbangkan penempatan satu kapal induk tambahan dan sekitar 10.000 personel militer ke Timur Tengah, sementara AS juga mengirim tambahan sistem pertahanan udara Patriot ke Arab Saudi dan wilayah dekat fasilitas energi Qatar, menurut Axios.
-
Sumber Iran yang dikutip Mehr News melaporkan bahwa sebuah supertanker berkapasitas sekitar 2,5 juta barel, yang disebut melintasi Selat Hormuz secara “ilegal”, terkena serangan sekitar 8 km dari pesisir Oman. Kapal tersebut dilaporkan terbakar, tetapi informasi ini masih memerlukan konfirmasi independen.
-
Vladimir Putin mengatakan kemarin bahwa Rusia siap melakukan pembicaraan damai dan ingin menyelesaikannya secepat mungkin, tetapi hanya berdasarkan syarat yang dianggap dapat diterima masyarakat Rusia. Ia juga menyebut Rusia membutuhkan jaminan keamanan terkait Ukraina dan menyinggung kemajuan teritorial Rusia sepanjang September. Ukraina mengatakan pasukan Rusia menyerang salah satu jembatan hari ini dan melakukan serangan ke Kyiv.
-
Saham Nike (NKE.US) turun 8% ke level terendah sejak 2013. Perusahaan melaporkan EPS kuartal pertama sebesar US$0,48 dibandingkan ekspektasi US$0,44 dan US$0,49 setahun sebelumnya. Pendapatan tercatat US$11,21 miliar dibandingkan konsensus US$11,33 miliar. Pendapatan Nike Brand mencapai US$10,95 miliar dibandingkan estimasi US$11,09 miliar. Gross margin meningkat menjadi 42,8% dari 42,2% setahun sebelumnya, tetapi EBIT China hanya mencapai US$248 juta, jauh di bawah estimasi US$312,2 juta. Inventory tercatat US$7,80 miliar dibandingkan ekspektasi US$7,96 miliar. Perusahaan juga memperkirakan pendapatan FY2027 turun di kisaran high-teens dan adjusted EPS hanya sebesar US$1,15–US$1,35, menunjukkan tekanan terhadap demand dan profitabilitas masih berlanjut meskipun gross margin membaik.
Pertanyaan Umum tentang NFP
Apa itu NFP?
NFP (Non-Farm Payrolls) adalah data yang menunjukkan perubahan jumlah pekerja di Amerika Serikat di luar sektor pertanian dan beberapa kategori lainnya. Data ini menjadi salah satu indikator utama untuk melihat kondisi pasar tenaga kerja AS dan sering diperhatikan investor serta trader.
Kapan data NFP dirilis?
Data NFP merupakan bagian dari laporan Employment Situation yang dirilis setiap bulan oleh Bureau of Labor Statistics (BLS). Jadwal rilis biasanya ditetapkan pada pukul 08.30 waktu New York, tetapi tanggalnya dapat berubah sehingga investor perlu mengikuti kalender resmi BLS.
Mengapa data NFP penting bagi pasar?
NFP membantu pasar menilai apakah pasar tenaga kerja AS masih kuat atau mulai melemah. Hasil yang berbeda dari ekspektasi dapat mengubah perkiraan terhadap pertumbuhan ekonomi dan kebijakan suku bunga The Fed, sehingga dapat memengaruhi saham, obligasi, dolar AS, dan komoditas.
Bagaimana NFP memengaruhi keputusan suku bunga The Fed?
The Fed melihat kondisi pasar tenaga kerja bersama inflasi dan berbagai indikator ekonomi lainnya ketika menentukan kebijakan moneter. NFP yang kuat, terutama jika disertai pertumbuhan upah yang tinggi, dapat meningkatkan kekhawatiran terhadap tekanan inflasi, sedangkan pelemahan tenaga kerja dapat mengurangi tekanan untuk mempertahankan kebijakan moneter yang ketat.
US OPEN: Nasdaq Anjlok 1,8%, Saham AI Kembali Dihantam
Laba Lam Research Lampaui Ekspektasi, Kenapa Investor Kecewa?
Nasdaq Anjlok 1,85%, Investasi AI Mulai Bebani Wall Street?
Market Wrap: Nasdaq Tertekan, Minyak dan Risiko Iran Memanas
Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.