Makroekonomi
- Bank of Japan memutuskan menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin menjadi 1,25%, mencapai level tertinggi dalam 31 tahun.
- Keputusan tersebut disetujui melalui voting 7–2, dengan Toichiro Asada dan Ayano Sato memilih menolak. Perbedaan suara ini menjadi kejutan dan membuat keseluruhan keputusan terlihat lebih dovish dibandingkan headline kenaikan suku bunganya.
- Kedua anggota tersebut menyampaikan kekhawatiran terhadap keberlanjutan pemulihan ekonomi Jepang dan mempertanyakan urgensi kenaikan suku bunga ketika inflasi masih berada di bawah target 2%.
- Moody's menaikkan proyeksi pertumbuhan GDP India untuk FY2027 menjadi 7,0%, dengan menyoroti resiliensi ekonomi domestik terhadap ketegangan di Timur Tengah.
- Sementara itu, analis Barclays memperkirakan Bank of England akan menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin pada November dan kembali melakukan langkah serupa pada Februari 2027.
Komoditas
- Harga emas dan perak menguat, didukung secara langsung oleh penurunan yield US Treasury.
- Sentimen tambahan datang dari laporan Financial Times yang menyebut Venezuela semakin dekat dengan kesepakatan penting untuk memindahkan cadangan emas senilai sekitar US$4 miliar langsung ke New York.
- Harga minyak WTI bergerak konsolidatif dan bertahan di bawah US$96,30 per barel. Ketegangan geopolitik di Timur Tengah masih memberikan dukungan terhadap harga, tetapi WTI telah turun cukup jauh dari level di atas US$100 yang sempat tercatat awal pekan.
- Tembaga menuju kenaikan mingguan, didukung pulihnya permintaan dari pembeli utama di China. Permintaan tersebut mampu mengimbangi tekanan dari komunikasi hawkish Federal Reserve.
- Pada pukul 07:14, emas berada di US$4.366 atau naik 0,56% secara harian dan 0,42% mingguan. Perak berada di US$66,21, naik 1,65% harian dan 2,64% mingguan. WTI berada di US$96,36, turun 0,18% harian dan 3,62% mingguan. Tembaga naik 1,89% ke 14.476 dan menguat 1,71% secara mingguan.
Saham dan Indeks
- Futures indeks AS menunjukkan volatilitas yang relatif rendah setelah rebound Wall Street pada Kamis pasca keputusan The Fed.
- Sementara itu, Nikkei 225 Jepang menguat, didukung sentimen positif di sektor semikonduktor Asia.
- Di Amerika Serikat, FCC menyetujui keterlibatan modal asing dalam proses merger perusahaan media Paramount dan Warner.
Geopolitik
- Kepala militer Pakistan meminta Iran memberikan tekanan kepada kelompok Houthi agar meredakan ketegangan di Timur Tengah.
- Pada saat yang sama, misi PBB menerbitkan laporan mengenai dugaan kemungkinan pelanggaran hukum perang oleh pasukan AS di Iran, termasuk serangan terhadap sebuah sekolah dasar. Washington membantah tuduhan tersebut.
- Angkatan udara Rusia melancarkan serangan rudal terhadap pusat logistik pos di dekat Odessa, sejalan dengan meningkatnya serangan terhadap infrastruktur logistik penting Ukraina.
- CEO Hyundai memperingatkan risiko lonjakan impor kendaraan listrik China ke AS jika tarif dan langkah proteksi tidak dipertahankan. Ia juga menilai kompetitor China mengembangkan teknologi dengan sangat cepat dan mengatakan Hyundai masih membutuhkan lebih banyak data sebelum memperluas teknologi autonomous driving.
Daily Summary: Nasdaq Pimpin Rally Wall Street
Wall Street Pulih Setelah The Fed
US Open: Wall Street Rebound Setelah The Fed Hawkish
Daily Summary - The Fed Naikkan Bunga, Wall Street Tertekan
Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.