Sehari setelah keputusan Federal Reserve pada Rabu, yang menaikkan suku bunga untuk pertama kalinya sejak Juli 2023, indeks saham AS justru mengalami rally tajam. S&P 500 naik sekitar 0,9%, sementara Nasdaq 100 menguat sekitar 1,5%, menjadikannya salah satu pembukaan pasar terkuat dalam beberapa minggu terakhir.
Gambar 1: Treemap Nasdaq 100 (17.09.2026)
Sumber: XTB Research, 17.09.2026
Pergerakan ini memang tidak sepenuhnya intuitif. Namun pasar saham mendapat dukungan kuat dari penurunan yield US Treasury 10 tahun yang turun sekitar 1,6%. Pergerakan tersebut dapat dikaitkan dengan dua faktor utama: meredanya kekhawatiran terhadap independensi FOMC serta penurunan harga minyak mentah.
Gambar 2: Yield US Treasury 10 Tahun (06.2026–09.2026)
Sumber: XTB Research, 17.09.2026
Harga Brent saat ini diperdagangkan sedikit di atas US$103 per barel, turun sekitar 5% dari local high yang dicapai pada awal pekan. Penurunan tersebut didukung oleh pengalihan sebagian ekspor minyak Saudi yang sebelumnya menggunakan East-West Pipeline melalui Oman. Investor juga merespons positif pernyataan dari pihak AS bahwa jalur pipeline yang rusak diperkirakan dapat kembali beroperasi dalam beberapa hari.
Gambar 3: Brent dan WTI Crude Oil (2026)
Sumber: XTB Research, 17.09.2026
Pada saat yang sama, perhatian investor dan publik juga tertuju pada AI safety summit yang diselenggarakan oleh King Charles III di Inggris, dengan sejumlah tokoh industri termasuk CEO Nvidia Jensen Huang hadir sebagai pembicara. Saat pembukaan pasar, Nasdaq 100 naik sekitar 1,5%, sementara S&P 500 menguat 0,9%. Dow Jones mencatat kenaikan yang lebih moderat sekitar 0,4%. Sektor semikonduktor menjadi salah satu pemimpin kenaikan. Sektor ini sangat sensitif terhadap pergerakan yield obligasi karena valuasinya sangat bergantung pada discount rate terhadap future cash flows. Indeks SOXX naik lebih dari 3% hari ini.
Gambar 4: Winners dan Losers Nasdaq 100 (17.09.2026)
Sumber: XTB Research, 17.09.2026
Pasar Mulai Mencerna The Fed yang Hawkish
Kenaikan suku bunga pada Rabu sempat memicu sell-off moderat di Wall Street, tetapi tekanan tersebut tidak bertahan lama. Bagi investor, pulihnya kepercayaan terhadap independensi dan efektivitas The Fed tampaknya lebih penting daripada meningkatnya biaya pinjaman. Pasar mulai kembali percaya bahwa bank sentral memiliki ruang dan kemauan untuk menekan inflasi. Perubahan persepsi tersebut pada akhirnya mendorong penurunan yield obligasi di hampir seluruh bagian kurva. Lingkungan ini tidak hanya mendukung saham, tetapi juga logam mulia. Emas naik lebih dari 2% hari ini ke sekitar US$4.360 per ounce, sementara perak melonjak lebih dari 4% ke US$65,7.
Gambar 5: Harga Emas (17.09.2026)
Sumber: XTB Research, 17.09.2026
CEO Nvidia Dorong Pengujian AI yang Lebih Ketat
Di tengah pergerakan pasar, AI safety summit yang diselenggarakan oleh King Charles III berlangsung di Skotlandia.
Pertemuan tersebut dihadiri oleh sejumlah tokoh industri, termasuk Jensen Huang dari Nvidia, Demis Hassabis dari Google DeepMind, Sarah Friar dari OpenAI, dan Tino Cuellar dari Anthropic.
Huang menyerukan agar developer AI melakukan pengujian sistem secara ketat dan menghentikan deployment produk yang belum memiliki tingkat keamanan memadai.
Pertemuan ini berlangsung setelah debat luas yang dipicu oleh esai CEO Anthropic Dario Amodei pada akhir pekan, yang menyerukan perlambatan pengembangan model AI paling canggih.
Usulan tersebut juga mendapatkan dukungan dari CEO OpenAI Sam Altman.
Namun, Huang tetap menolak tambahan regulasi baru terhadap sektor tersebut.
Walaupun perdebatan AI safety bukan pendorong utama valuasi saham hari ini, perusahaan teknologi dalam kelompok Magnificent Seven mencatat kenaikan solid.
Nvidia dan Amazon naik lebih dari 2%, sementara Tesla, Alphabet, dan Microsoft menguat lebih dari 1%.
Wall Street Pulih Setelah The Fed
Daily Summary - The Fed Naikkan Bunga, Wall Street Tertekan
The Fed Naikkan Bunga, Dolar Menguat
The Fed Naikkan Bunga, Sinyal Tetap Hawkish
Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.