Baca selengkapnya
02.02 · 31 Desember 2025

Minutes FOMC: Pemangkasan Lanjutan Masih Mungkin Jika Inflasi Melunak

Inti pembahasan
Inti pembahasan
  • Fokus Tenaga Kerja: The Fed memprioritaskan penciptaan lapangan kerja daripada inflasi 2% – sikap dovish yang sesuai dengan ekspektasi pasar.
  • Bantalan Likuiditas: Pembaruan RMP dan SRF berfungsi sebagai “mini-QE,” memastikan dukungan likuiditas teknis bagi sistem.
  • Komite Terbelah (9-3): Penolakan hawkish yang semakin meningkat berarti pemotongan suku bunga di masa depan tidak dijamin dan tetap bergantung sepenuhnya pada data.
  • Narasi Tetap Utuh: Catatan rapat memperkuat jalur saat ini tanpa mengubah outlook makro – fokus tetap pada data ekonomi 2026.

Poin Utama dan Komentar Pasar

  • Penyesuaian Suku Bunga: Federal Reserve memangkas target kisaran suku bunga acuan federal funds sebesar 25 basis poin menjadi 3,50–3,75%.

  • Voting 9–3: Keputusan ini diambil tanpa konsensus penuh. Dua anggota memilih untuk jeda kebijakan (mempertahankan suku bunga), sementara satu anggota, Stephen Miran, mendorong pemangkasan yang lebih agresif sebesar 50 basis poin.

  • Keseimbangan Risiko: Komite secara resmi menyatakan bahwa keseimbangan risiko kini bergeser ke arah pasar tenaga kerja, dengan menekankan bahwa risiko penurunan pada kondisi ketenagakerjaan masih tergolong tinggi.

  • Metrik PCE: Baik inflasi PCE utama maupun inti bertahan di level 2,8% secara tahunan. Meskipun The Fed menyebut level ini sebagai “masih agak tinggi”, kontribusi utama tekanan inflasi barang dikaitkan dengan dampak tarif perdagangan.

  • Perkembangan Risiko: Meskipun risiko inflasi masih dinilai sedikit condong ke atas, beberapa peserta rapat mencatat bahwa tekanan tersebut secara bertahap mulai mereda.

  • Pelemahan Pasar Tenaga Kerja: Risalah menyoroti pendinginan progresif di sektor ketenagakerjaan, yang ditandai oleh kenaikan tingkat pengangguran, perlambatan momentum penciptaan lapangan kerja, serta lemahnya rencana perekrutan perusahaan. Perhatian khusus diarahkan pada meningkatnya tekanan terhadap rumah tangga berpendapatan rendah.

  • Arah Suku Bunga: Mayoritas anggota FOMC mendukung kelanjutan pemangkasan suku bunga secara bertahap, selama proses disinflasi berjalan sesuai proyeksi. Namun, suara yang menyerukan jeda siklus setelah pemangkasan ini mulai muncul.

  • Ketergantungan pada Data: Komite secara bulat menegaskan bahwa kebijakan moneter tidak berada pada “jalur yang telah ditetapkan”. Penyesuaian ke depan sepenuhnya akan bergantung pada data seiring The Fed bergerak menuju sikap kebijakan yang lebih netral.

  • Produktivitas dan AI: Ringkasan Proyeksi Ekonomi (SEP) 2026 mengasumsikan pertumbuhan moderat yang didukung oleh investasi di bidang kecerdasan buatan, yang berpotensi meningkatkan produktivitas tanpa peningkatan jumlah tenaga kerja yang sebanding.

Komentar dan Interpretasi Pasar

Federal Reserve mengambil langkah yang jelas menuju manajemen risiko bernuansa dovish. Bank sentral secara de facto menerima periode inflasi di atas target untuk mencegah pelemahan yang lebih tajam di pasar tenaga kerja. Yang krusial, implementasi Reserve Management Purchases (RMP)—pembelian langsung surat utang jangka pendek untuk memperkuat cadangan—serta penyesuaian pada Standing Repo Facility (SRF), mencerminkan pelonggaran likuiditas secara teknikal. Terlepas dari narasi resmi The Fed, pasar menafsirkan langkah-langkah ini sebagai bentuk “mini-QE” di bagian depan kurva imbal hasil.

Meskipun risalah ini tidak secara fundamental mengubah narasi pasar saat ini, isinya mengindikasikan bahwa faksi hawkish dalam FOMC kecil kemungkinannya akan mendominasi pada 2026. Walaupun dolar AS saat ini masih relatif kuat dan S&P 500 (US500) belum menunjukkan pemulihan yang signifikan, substansi risalah tersebut mengarah pada pengaruh dovish yang lebih besar terhadap sentimen pasar dalam beberapa hari ke depan.

Jika data pasar tenaga kerja mendatang mengonfirmasi perlunya pelonggaran lebih lanjut, indeks saham berpotensi melanjutkan penguatan dan dolar AS dapat melemah. Sebaliknya, jika data tidak menunjukkan pelemahan yang cukup, pasar dapat dengan cepat menyesuaikan ekspektasi menuju satu kali pemangkasan tersisa atau periode kebijakan yang tidak berubah dalam jangka waktu lebih lama.

 

EURUSD membatasi penurunannya setelah rilis risalah rapat FOMC bulan Desember. Sumber: xStation5

12 Februari 2026, 13.52

Morning Wrap (12.02.2026)

12 Februari 2026, 01.28

Daily Summary: NFP Kuat Tunda Rate Cut The Fed

11 Februari 2026, 21.44

US Open: Payrolls Kuat, Rate Cut Tertunda?

11 Februari 2026, 13.33

Morning Wrap: Wall Street Tunggu NFP

Bergabunglah dengan lebih dari 2.000.000 investor XTB dari seluruh dunia
Instrumen keuangan yang kami tawarkan, khususnya derivatif, berisiko tinggi. Saham Fraksional (FS) merupakan hak fidusia yang diperoleh dari XTB atas bagian saham fraksional dan ETF. FS bukanlah instrumen keuangan yang terpisah. Hak korporasi yang terbatas dikaitkan dengan FS.
Instrumen keuangan yang kami tawarkan, khususnya derivatif, berisiko tinggi. Saham Fraksional (FS) merupakan hak fidusia yang diperoleh dari XTB atas bagian saham fraksional dan ETF. FS bukanlah instrumen keuangan yang terpisah. Hak korporasi yang terbatas dikaitkan dengan FS.