Harga futures minyak Brent (OIL) turun hampir 2,5% hari ini dan diperdagangkan pada level terendah sejak 7 September. Saudi Aramco telah kembali melakukan pemuatan tanker di pelabuhan Yanbu di Laut Merah, sehingga sebagian kekhawatiran mengenai gangguan pasokan mulai mereda.
Pipeline tersebut sebelumnya dihentikan setelah mengalami kerusakan akibat serangan drone. Karena itu, pembukaan kembali jalur tersebut dipandang pasar sebagai faktor yang mengurangi tekanan dari sisi supply.
-
Berdasarkan data Kpler, ekspor minyak mentah dari kawasan Teluk pada September telah pulih secara signifikan dibandingkan periode awal konflik, menunjukkan perbaikan bertahap pada kondisi pasokan.
-
Faktor lain yang meningkatkan ketersediaan minyak adalah dimulainya kembali ekspor Arab Saudi melalui pipeline East-West setelah kerusakan akibat serangan drone diperbaiki. Jalur ini memungkinkan pengiriman minyak melewati Selat Hormuz.
-
Pasar masih khawatir bahwa dengan kondisi geopolitik yang tetap tegang, tingkat ekspor saat ini mungkin sulit dipertahankan.
-
Harga minyak masih sangat volatil karena belum adanya kemajuan berarti dalam negosiasi AS-Iran terkadang lebih dominan dibandingkan sinyal positif dari pemulihan ekspor.
-
Backwardation yang masih relatif kuat, ketika kontrak dengan jatuh tempo lebih dekat diperdagangkan lebih tinggi daripada kontrak jangka panjang, terus menunjukkan bahwa kondisi pasar fisik minyak masih ketat.
-
Sejumlah laporan juga mengindikasikan kemungkinan pembatasan ekspor diesel AS, sementara Rusia dikabarkan mempertimbangkan untuk memperpanjang larangan ekspor diesel bagi produsen selama satu bulan lagi.
Meskipun Donald Trump membantah telah menawarkan konsesi kepada Iran, harga minyak masih melanjutkan penurunan.
Bagi pasar, poin terpentingnya adalah bahwa meskipun kebuntuan diplomatik masih berlanjut, arus minyak melalui Selat Hormuz terlihat mulai stabil meskipun hubungan dengan Teheran tetap tegang. Hal ini dapat membuat investor semakin bersedia mengesampingkan sebagian premi risiko geopolitik, setidaknya selama Iran atau Houthi tidak kembali melakukan serangan besar terhadap infrastruktur kritis.
Grafik OIL (Interval D1)
Sumber: xStation5
Proyeksi jangka panjang dari berbagai lembaga utama masih menunjukkan perbedaan yang cukup besar. Kondisi ini membuat ekspektasi terhadap harga minyak dalam beberapa tahun maupun beberapa dekade ke depan tetap sulit diperkirakan secara presisi.
Sumber: The Conversation
Harga Gas AS Turun, Cuaca dan LNG Tahan Koreksi Lebih Dalam
Market Wrap: Yield dan Minyak Tekan Pasar Global
Daily summary: Yield AS Tembus Level Tertinggi Sejak 2007
Harga Emas Turun 4% Saat Yield AS Naik
Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.