22.43 · 22 September 2026

Minyak Turun Saat Risiko Pasokan Mulai Mereda

Faktor utama yang mendorong penurunan harga minyak dan gas saat ini adalah membaiknya ekspektasi terhadap pengiriman komoditas dari kawasan Teluk Persia.

Arab Saudi meningkatkan ekspor minyak pada September menjadi lebih dari 4 juta barel per hari, dibandingkan sekitar 2,4 juta barel per hari pada Agustus.

Pasar juga mulai memperhitungkan kemungkinan pemulihan sebagian kapasitas East-West Pipeline, yang sebelumnya mengalami gangguan.

Pernyataan dari pimpinan CENTCOM juga memberikan sinyal yang relatif optimistis. Menurut mereka, volume pengiriman telah meningkat ke level tertinggi dalam enam bulan.

Harapan terhadap kemajuan diplomatik antara Amerika Serikat dan Iran turut memperbaiki sentimen.

Kombinasi faktor tersebut membuat investor mulai mengurangi premi risiko geopolitik yang sebelumnya masuk ke harga minyak akibat konflik Timur Tengah.

Meski demikian, risiko pasokan belum sepenuhnya hilang.

Produksi dan jalur pengiriman masih berada di bawah tekanan serta menghadapi ancaman serangan. Data mengenai aktivitas pengiriman, termasuk lalu lintas melalui Selat Hormuz, juga masih terbatas dan menunjukkan gambaran yang belum sepenuhnya konsisten.

  • Harga minyak turun sekitar 3% hari ini, dengan kontrak kembali bergerak menuju US$100 per barel.
  • Harga gas Eropa juga melemah cukup tajam, dengan benchmark TTF kembali turun ke bawah EUR80/MWh.

Dengan kata lain, pasar saat ini mulai mengurangi premi risiko akibat konflik Timur Tengah, tetapi belum sepenuhnya mengabaikan potensi gangguan pasokan lanjutan.

22 September 2026, 19.14

Diplomasi AS-Iran Tekan Harga Minyak

22 September 2026, 16.07

Iran Buka Peluang Hormuz, Minyak Jatuh

22 September 2026, 14.48

Emas Bertahan Saat Minyak Turun dan ETF Terus Beli

22 September 2026, 12.39

Market Wrap: AI Dorong Nasdaq, Minyak dan Emas Tetap Jadi Fokus

Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.

Instrumen keuangan yang kami tawarkan, khususnya derivatif, berisiko tinggi. Saham Fraksional (FS) merupakan hak fidusia yang diperoleh dari XTB atas bagian saham fraksional dan ETF. FS bukanlah instrumen keuangan yang terpisah. Hak korporasi yang terbatas dikaitkan dengan FS.
Instrumen keuangan yang kami tawarkan, khususnya derivatif, berisiko tinggi. Saham Fraksional (FS) merupakan hak fidusia yang diperoleh dari XTB atas bagian saham fraksional dan ETF. FS bukanlah instrumen keuangan yang terpisah. Hak korporasi yang terbatas dikaitkan dengan FS.