Harga minyak berbalik turun, sementara pasar saham AS pulih dari pelemahan sebelumnya setelah muncul laporan media bahwa Washington dan Tehran sedang membahas rencana bertahap untuk membuka kembali Selat Hormuz dan mencabut blokade AS.
Kabar tersebut memicu perubahan sentimen pasar secara tiba-tiba dan membalik tren perdagangan yang sebelumnya terjadi pada crude oil maupun saham.
Hanya beberapa jam sebelumnya, harga minyak sempat melonjak tajam setelah muncul laporan baru mengenai serangan Houthi Yaman terhadap fasilitas militer Saudi di Jazan.
Namun prospek tercapainya kesepakatan diplomatik terkait jalur laut strategis tersebut meredakan kekhawatiran terhadap pasokan minyak dan memberikan sentimen positif bagi investor di Wall Street.
Meski demikian, informasi tersebut hingga saat ini belum dikonfirmasi melalui jalur resmi.
PMI AS Kuat Dorong Yield, Nasdaq Tertekan
AS Bisa Batasi Ekspor Diesel, Eropa Seberapa Rentan?
Negosiasi AS-Iran Buntu, Brent Dekati US$100
Daily Summary: Yield Tembus 5%, Wall Street Kembali Tertekan
Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.