-
Harga minyak naik ke level tertinggi enam bulan dan ekuitas global berada di bawah tekanan karena meningkatnya ketegangan terkait Iran yang melemahkan selera risiko. Brent naik 0,5% ke $72 per barel setelah Donald Trump menyatakan Iran memiliki waktu maksimal 15 hari untuk mencapai kesepakatan nuklir, sementara AS mengerahkan tambahan pasukan Marinir ke Timur Tengah. Kenaikan mingguan minyak kini melampaui 6%.
-
Selain faktor geopolitik, investor akan fokus pada rilis data aktivitas ekonomi AS dan inflasi PCE pada Jumat. Perhatian meningkat setelah notulen rapat The Fed terbaru menegaskan kekhawatiran berkelanjutan terhadap tekanan harga. Mahkamah Agung AS juga menetapkan Jumat sebagai hari opini terkait kebijakan tarif, dan pasar global menunggu keputusan tersebut.
-
Di Asia, sentimen cenderung hati-hati: indeks MSCI Asia turun 0,4% mengikuti pelemahan serupa di Wall Street. Pada saat yang sama, futures indeks saham AS dan Eropa naik sekitar 0,3%, mengindikasikan stabilisasi setelah gelombang awal risk aversion.
-
Korea Selatan kembali menonjol secara global: pasar saham lokal naik 2%, memperkuat posisinya sebagai pasar dengan kinerja terbaik secara year-to-date. Kenaikan konsisten didorong oleh Samsung dan SK Hynix yang diuntungkan oleh kembali ketatnya pasar chip memori.
-
Dolar AS berada di jalur pekan terbaiknya dalam empat bulan, seiring pasar terus memangkas ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed. Permintaan terhadap aset safe haven tetap mendukung greenback di tengah risiko geopolitik yang tinggi, sementara kenaikan harga minyak meningkatkan risiko kembalinya tekanan inflasi dan potensi jeda kebijakan The Fed yang lebih panjang.
-
Donald Trump juga mengumumkan bahwa ia mengarahkan Menteri Perang dan lembaga terkait untuk memulai proses identifikasi dan publikasi dokumen pemerintah terkait kehidupan alien dan fenomena udara tak dikenal (UAP/UFO).
OIL (chart, D1)
Harga minyak telah dua kali bereaksi terhadap area support $58–60 per barel dan kini naik sekitar 20% dari level tersebut. Sebelumnya, setelah menembus EMA200, harga sempat reli pada Desember 2024 dan Juni 2025. Namun, pada kedua kesempatan tersebut, reli akhirnya memudar dan penjual kembali mengendalikan pasar.

Sumber: xStation5
(ringkasan masih berlangsung)
Materi pemasaran ini bukan merupakan rekomendasi investasi atau saran strategi investasi. Informasi ini tidak menjamin kinerja atau hasil investasi di masa mendatang. Aktivitas trading melibatkan risiko kerugian finansial yang signifikan, termasuk kemungkinan kehilangan sebagian maupun seluruh modal yang diinvestasikan. Segala keputusan trading sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu.
Daily Summary: Risiko Moderat, Indeks Melemah
Burry Tuduh Palantir Manipulasi?
Morning Wrap (19.02.2026)
Fed Minutes: Nada Hati-Hati & Hawkish