- Saham Teknologi Asia Menguat Menjelang Laba Nvidia. Saham teknologi di Asia naik mengikuti sesi positif Wall Street kemarin, dengan fokus pada laporan laba Nvidia. Investor menunggu pandangan perusahaan soal permintaan chip untuk menilai apakah reli global sejak April bisa berlanjut. Saham Nvidia kini mendekati all-time high (ATH) dan akan merilis laporan setelah penutupan pasar AS.
- AI Tetap Jadi Sorotan, China’s Cambricon melonjak hingga 8.2% ke rekor tertinggi berkat laba kuat. Sementara itu, saham Nikon terbang 21% setelah laporan bahwa EssilorLuxottica (pemilik Ray-Ban) mempertimbangkan menambah kepemilikan.
- Kontrak berjangka AS dan Eropa bergerak tipis naik jelang laporan Nvidia. Namun, sentimen lebih luas di Asia (di luar sektor teknologi) justru melemah, dengan indeks China memimpin penurunan.
- Dollar Index naik 0.2%, membalikkan pelemahan Selasa yang dipicu langkah Trump untuk menggulingkan Gubernur Fed Lisa Cook. Emas turun hampir 0.5%, sementara imbal hasil obligasi AS, Prancis, dan Inggris relatif stabil setelah sempat melemah.
- CPI Australia Juli naik 2.8% YoY (ekspektasi 2.3%, sebelumnya 1.9%). Data konstruksi juga lebih kuat, naik 3% QoQ (vs 1% ekspektasi). Meski data cenderung inflasioner, AUD hanya menguat tipis terhadap dolar AS.
- Harga minyak tidak banyak berubah meski AS memberlakukan tarif baru untuk India. Data API menunjukkan stok minyak mentah AS turun 0.974 juta barel (vs -1.7 juta ekspektasi, -2.4 juta sebelumnya).
- Laba Industri China Menunjukkan Perlambatan Penurunan. Data laba industri China Juli menunjukkan laju penurunan yang lebih lambat. Hal ini memberi sinyal bahwa kebijakan pengendalian overcapacity mulai meredakan tekanan di sektor manufaktur.
- Trump mengenakan tarif 50% untuk barang tertentu dari India, level tertinggi di Asia, sebagai balasan atas pembelian minyak Rusia oleh India. Langkah ini menandai ketegangan baru dalam hubungan AS–India.
Daily Summary: Terobosan geopolitik memicu euforia pasar 🚀
Economic Calendar: Pasar Cenderung Konsolidasi Hari Ini
Daily Summary: Harga minyak naik, reli bullish di Wall Street berlanjut
Indeks AS Naik, Harga Minyak Menguat
Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.