-
Kontrak berjangka indeks AS melanjutkan kenaikan hati-hati setelah data pasar tenaga kerja AS yang kuat kemarin (US100: +0.1%; US500: +0.15%).
-
Pada Januari, defisit anggaran AS lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya, sebagian didorong oleh kenaikan pendapatan tarif. Bea masuk mencapai $30 miliar pada Januari dan $124 miliar secara fiskal tahun berjalan, naik 304% dibandingkan 2025. Namun, putusan Mahkamah Agung terkait tarif yang masih dinantikan berpotensi menghentikan penerimaan tersebut, sementara meningkatnya biaya pembayaran utang serta belum adanya skenario pemangkasan suku bunga cepat terus membebani kondisi fiskal.
-
Dewan Perwakilan Rakyat AS memilih untuk mencabut tarif yang diberlakukan Presiden Donald Trump terhadap Kanada, mencerminkan langkah bipartisan yang jarang terjadi dalam membatasi kewenangan eksekutif di bidang perdagangan. Namun, kebijakan ini masih memerlukan persetujuan Senat dan tanda tangan presiden agar berlaku efektif.
-
Optimisme mendominasi kawasan Asia-Pasifik setelah laporan NFP AS yang kuat. Indeks MSCI Asia Pacific mencetak rekor tertinggi baru. Nikkei Jepang (+0.25%) dan KOSPI Korea Selatan (+2.8%) juga menyentuh level tertinggi, didorong oleh saham teknologi. CHN.cash dan HK.cash masing-masing naik sekitar 0.7% untuk hari kedua berturut-turut.
-
Mercedes-Benz melaporkan penurunan laba operasional 2025 sebesar 57% menjadi €5.8 miliar, di bawah proyeksi €6.6 miliar dan jauh dari €13.6 miliar tahun sebelumnya. Pendapatan turun 9% menjadi €132.2 miliar. Perusahaan menghadapi persaingan ketat di China, tekanan tarif, dan dampak nilai tukar negatif. Margin mobil penumpang tercatat 5%. Dalam jangka menengah, perusahaan menargetkan margin 8–10% melalui peluncuran model baru dan efisiensi biaya.
-
Indeks dolar (USDIDX) menguat 0.1%, menghentikan tren pelemahan sebelumnya setelah data NFP kuat mengurangi kebutuhan pemangkasan suku bunga lebih lanjut. Dolar Australia yang sebelumnya overbought mengalami koreksi terbesar (AUDUSD: -0.15%). EURUSD turun sekitar 0.1% ke 1.186.
-
Harga minyak Brent dan WTI terkoreksi tipis sekitar -0.3% setelah kenaikan sebelumnya, namun masih berada dalam tren naik. Gas alam turun sekitar 1.2%.
-
Logam mulia terkoreksi di tengah membaiknya selera risiko dan solidnya data ekonomi AS. Emas turun 0.6% ke $5,050 per ounce, sementara perak melemah 1.2% ke $83.40 per ounce.
-
Bitcoin bergerak datar di $67,070, sementara Ethereum naik 1.2% ke $1,976.
Morning Wrap (13.02.2026)
Daily Summary: Silver Anjlok 9%, Wall Street Tertekan
Daily Summary: NFP Kuat Tunda Rate Cut The Fed
US Open: Payrolls Kuat, Rate Cut Tertunda?