15.53 · 22 Oktober 2026

Nasdaq Anjlok 1,85%, Investasi AI Mulai Bebani Wall Street?

Futures Nasdaq-100 anjlok hampir 1,8% pada perdagangan Kamis, sementara indeks US100 turun 554 poin atau 1,85% ke level 29.467 poin, setelah investor kembali menyoroti besarnya biaya investasi kecerdasan buatan (AI).

Meskipun Meta berhasil melampaui perkiraan pendapatan, dengan pertumbuhan 26% menjadi US$64,6 miliar, dan SpaceX melaporkan laba pertamanya sebagai perusahaan publik, optimisme pasar sudah lebih dahulu memudar selama sesi perdagangan Asia.

Perhatian investor kini beralih pada besarnya biaya pengembangan AI. Rencana Meta untuk menerbitkan saham Kelas C (Class C) kembali memicu kekhawatiran mengenai skala komitmen belanja modal perusahaan. Sementara itu, prospek bisnis Lam Research yang lebih lemah dari ekspektasi menyebabkan sahamnya anjlok lebih dari 8% pada perdagangan setelah penutupan pasar (after-hours).

Tekanan juga meluas ke sektor teknologi lainnya. Saham Tesla turun sekitar 5% pada perdagangan premarket, sementara saham semikonduktor mengalami pelemahan secara menyeluruh. Intel dan Marvell masing-masing turun lebih dari 5%, sedangkan Nvidia melemah 2,2%.

Kondisi makroekonomi juga belum memberikan dukungan bagi pasar saham AS. Harga minyak Brent naik lebih dari 2% ke sekitar US$108 per barel, menyusul serangan lanjutan kelompok Houthi terhadap Arab Saudi. Di sisi lain, yield obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun turun ke sekitar 5,09%.

Situasi di Prancis terlihat lebih mengkhawatirkan. Yield obligasi pemerintah Prancis tenor 10 tahun (OAT) meningkat hingga 5,05%, sehingga memperlebar selisih imbal hasil (yield spread) terhadap obligasi pemerintah Jerman.

Analisis Teknikal US100 pada Timeframe Daily

 

Harga US100 hari ini turun menembus Exponential Moving Average 100 hari (EMA100) di level 29.526 poin, yang selama beberapa pekan terakhir berfungsi sebagai support dinamis. Penembusan ini menjadi sinyal awal melemahnya tren jangka pendek pada indeks Nasdaq-100.

Area support utama berada di sekitar 29.000–29.300 poin, yang ditandai oleh zona support pada grafik dan bertepatan dengan area konsentrasi volume perdagangan (volume profile) serta titik terendah September.

Kemampuan harga untuk bertahan di zona tersebut akan menjadi faktor penting dalam menentukan apakah pelemahan saat ini hanya merupakan koreksi sementara di tengah tren naik yang lebih besar.

Apabila US100 menembus area support tersebut, peluang penurunan berikutnya terbuka menuju EMA200 di level 28.314 poin. Area ini menjadi garis pertahanan struktural bagi keseluruhan reli Nasdaq-100 yang berlangsung sejak April.

Sementara itu, indikator Relative Strength Index (RSI 14) berada di level 39, bergerak mendekati wilayah jenuh jual (oversold) tetapi belum mencapai kondisi ekstrem.

Situasi ini menunjukkan bahwa tekanan bearish masih memiliki ruang untuk berlanjut sebelum potensi rebound teknikal muncul.

Indikator keluasan pasar (market breadth) juga menunjukkan meningkatnya kehati-hatian investor. Saat ini, hanya 56% perusahaan dalam indeks Nasdaq-100 yang diperdagangkan di atas moving average 50 hari (MA50).

Selain itu, jarak indeks terhadap EMA200 menyempit menjadi +6,2%, jauh lebih rendah dibandingkan level sebelumnya ketika pasar berada dalam kondisi kenaikan yang terlalu tinggi (overheated).

Kondisi tersebut mengindikasikan bahwa partisipasi saham dalam tren kenaikan mulai berkurang, meskipun indeks secara keseluruhan masih berada di atas rata-rata pergerakan jangka panjangnya. 

Sumber: XTB

 

Dari sisi valuasi, rasio forward Price-to-Earnings (P/E) Nasdaq-100 turun menjadi 21,9 kali, lebih rendah dibandingkan rata-rata 126 hari sebesar 23,7 kali.

Penurunan tersebut sedikit meredakan kekhawatiran bahwa valuasi saham teknologi AS sudah berada pada tingkat yang sangat mahal (overvalued).

Namun, dalam kondisi pasar saat ini, faktor yang berpotensi lebih menentukan arah indeks bukan sekadar besarnya rasio valuasi, melainkan seberapa realistis ekspektasi pertumbuhan laba perusahaan pada masa mendatang.

Dengan besarnya komitmen investasi AI dan meningkatnya perhatian investor terhadap profitabilitas, kemampuan perusahaan teknologi mengubah belanja modal menjadi pertumbuhan laba berkelanjutan akan menjadi faktor penting bagi pergerakan Nasdaq-100 berikutnya.

 

Sumber: XTB

22 Oktober 2026, 21.14

US OPEN: Nasdaq Anjlok 1,8%, Saham AI Kembali Dihantam

22 Oktober 2026, 18.57

Laba Lam Research Lampaui Ekspektasi, Kenapa Investor Kecewa?

22 Oktober 2026, 12.42

Market Wrap: Nasdaq Tertekan, Minyak dan Risiko Iran Memanas

22 Oktober 2026, 11.35

IBM Bangkit Berkat AI, Saham Siap Tembus US$267?

Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.

Instrumen keuangan yang kami tawarkan, khususnya derivatif, berisiko tinggi. Saham Fraksional (FS) merupakan hak fidusia yang diperoleh dari XTB atas bagian saham fraksional dan ETF. FS bukanlah instrumen keuangan yang terpisah. Hak korporasi yang terbatas dikaitkan dengan FS.
Instrumen keuangan yang kami tawarkan, khususnya derivatif, berisiko tinggi. Saham Fraksional (FS) merupakan hak fidusia yang diperoleh dari XTB atas bagian saham fraksional dan ETF. FS bukanlah instrumen keuangan yang terpisah. Hak korporasi yang terbatas dikaitkan dengan FS.