16.48 · 19 Oktober 2026

Nasdaq Rebound 1%, Saham AI Diuji

Inti pembahasan
Inti pembahasan
  • Nasdaq 100 futures are rebounding by 1.1% following the steepest weekly drop since April 2025.
  • Growing concerns over AI infrastructure financing and high bond yields are weighing on tech valuations.
  • Upcoming quarterly reports from major tech companies will determine the near-term direction of the market.

Kontrak futures Nasdaq 100 menguat 1,1% pada perdagangan hari ini, menunjukkan pemulihan sementara setelah aksi jual dalam beberapa sesi terakhir. Sebagai pengingat, indeks Nasdaq 100 menutup pekan lalu dengan penurunan 5,5%, menjadikannya pelemahan mingguan terdalam sejak gejolak pasar akibat kebijakan tarif impor Amerika Serikat pada April 2025.

Gambar 1: Persentase Perusahaan Nasdaq 100 di Atas Moving Average 50 Hari (2024–2026)

Sumber: XTB Research, 19.10.2026

Investor kini menantikan laporan keuangan sejumlah perusahaan besar Amerika Serikat yang berpotensi menentukan arah pasar berikutnya, terutama di tengah meningkatnya tekanan terhadap tren bullish saham kecerdasan buatan (AI).

Momentum Nasdaq Mulai Melemah

Indeks semikonduktor SOXX, salah satu acuan utama untuk saham perusahaan chip, baru saja mengalami rentetan penurunan terpanjang sejak 2008. Sementara itu, indeks volatilitas VIX mencatat lonjakan terbesar sejak Juni, mencerminkan meningkatnya ketidakpastian dan kekhawatiran investor terhadap pasar saham AS.

Gambar 2: Nasdaq 100 dan Sektor Semikonduktor (2026)

Sumber: XTB Research, 19.10.2026

Aksi jual pekan lalu terutama dipicu oleh meningkatnya kekhawatiran mengenai pembiayaan ekspansi infrastruktur AI, khususnya keberlanjutan belanja modal (capital expenditure atau capex) berskala besar yang selama ini mendorong pertumbuhan pendapatan dan laba perusahaan di sektor tersebut. Perkembangan lain yang menjadi perhatian adalah lonjakan signifikan yield obligasi yang diterbitkan CoreWeave, penyedia layanan komputasi cloud dengan Nvidia sebagai salah satu pemegang saham utamanya. Sementara itu, Nscale, perusahaan lain yang juga didukung Nvidia, menghadapi resistensi pasar terhadap valuasi yang ditargetkan dalam rencana penawaran saham perdana (initial public offering atau IPO).

CEO Nvidia, Jensen Huang, menyatakan pada akhir pekan lalu bahwa koreksi pasar saat ini akan berlalu. Ia mendorong investor untuk tidak terlalu terpaku pada pemberitaan jangka pendek dan lebih memperhatikan nilai jangka panjang dari teknologi kecerdasan buatan.

Namun, kekhawatiran investor belum mereda setelah perkembangan terbaru dari DeepSeek. Pada akhir pekan, perusahaan asal China tersebut memperkenalkan model AI V4.1-Flash yang telah diperbarui, dirancang untuk bekerja lebih cepat dan menghasilkan respons lebih ringkas sehingga membutuhkan sumber daya komputasi lebih sedikit untuk setiap tugas. Bagi pasar yang telah memperhitungkan lonjakan permintaan chip memori berdasarkan asumsi bahwa kebutuhan perangkat keras AI akan terus meningkat hampir tanpa batas, perkembangan ini menjadi sinyal yang kurang menguntungkan.

Yield Obligasi Menekan Valuasi Saham

Tekanan tambahan terhadap saham teknologi datang dari pasar obligasi. Yield Treasury AS tenor 10 tahun melonjak melampaui 5% pada September, mencapai level tertinggi sejak 2002. Tingkat yield yang tinggi meningkatkan tingkat diskonto dalam valuasi saham, sehingga memberikan tekanan besar terhadap saham pertumbuhan (growth stocks) dan membuat Nasdaq semakin sensitif terhadap berita negatif dari sektor AI.

Gambar 3: Yield Treasury AS dan Harga Minyak Brent (2026)

Sumber: XTB Research, 19.10.2026

Saatnya Raksasa Teknologi Membuktikan Kinerja

Apakah aksi jual saham teknologi pekan lalu merupakan reaksi pasar yang berlebihan atau sinyal peringatan serius akan sangat bergantung pada laporan keuangan kuartalan perusahaan teknologi besar dalam beberapa hari mendatang. SpaceX dan Netflix dijadwalkan merilis laporan pada Selasa, disusul Tesla dan Meta pada Rabu yang akan menjadi ujian penting bagi sektor teknologi. Perhatian investor terutama tertuju pada besarnya belanja modal perusahaan hyperscaler dan apakah investasi AI bernilai sangat besar mulai menghasilkan keuntungan nyata. Meta, khususnya, semakin dipandang sebagai salah satu indikator utama untuk mengukur keberlanjutan reli saham AI.

Tabel 1: Kalender Laporan Keuangan Perusahaan Pekan Ini

Sumber: XTB Research, 19.10.2026

The Fed Meredakan Tekanan Pasar

Di tengah perkembangan tersebut, kebijakan moneter tetap menjadi faktor penting bagi arah pasar saham AS. Data inflasi Indeks Harga Konsumen (CPI) yang lebih tinggi dari perkiraan ternyata tidak meningkatkan ekspektasi kenaikan suku bunga pada Oktober. Investor tampaknya masih enggan memperkirakan kelanjutan siklus pengetatan moneter dalam pertemuan The Fed mendatang, dengan probabilitas kenaikan suku bunga berada di bawah 15%. Dalam pidatonya pada pertemuan tahunan IMF, Ketua Federal Reserve Kevin Warsh tidak memberikan komentar langsung mengenai langkah kebijakan moneter FOMC berikutnya maupun prospek ekonomi Amerika Serikat. Ia hanya kembali menegaskan bahwa mandat utama The Fed adalah menjaga stabilitas harga.

Gambar 4: Inflasi CPI dan Pertumbuhan Upah AS (2024–2026)

Sumber: XTB Research, 19.10.2026

Meski demikian, investor masih memperkirakan pengetatan kebijakan moneter lebih lanjut pada akhir tahun ini, dengan ekspektasi kenaikan suku bunga pada Desember yang hampir sepenuhnya tercermin dalam harga pasar.

 

19 Oktober 2026, 15.02

Kalender Ekonomi: Nasdaq dan Laba Big Tech

19 Oktober 2026, 14.27

Market Wrap: Nasdaq Rebound, Saham AI Kembali Disorot

16 Oktober 2026, 22.00

Saham AS Jelang Rilis Laba Oktober

16 Oktober 2026, 12.48

Market Wrap: Wall Street Memulih, Minyak Turun

Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.

Instrumen keuangan yang kami tawarkan, khususnya derivatif, berisiko tinggi. Saham Fraksional (FS) merupakan hak fidusia yang diperoleh dari XTB atas bagian saham fraksional dan ETF. FS bukanlah instrumen keuangan yang terpisah. Hak korporasi yang terbatas dikaitkan dengan FS.
Instrumen keuangan yang kami tawarkan, khususnya derivatif, berisiko tinggi. Saham Fraksional (FS) merupakan hak fidusia yang diperoleh dari XTB atas bagian saham fraksional dan ETF. FS bukanlah instrumen keuangan yang terpisah. Hak korporasi yang terbatas dikaitkan dengan FS.