19.32 · 2 Oktober 2026

NFP AS Anjlok, Dolar Melemah dan The Fed Kembali Disorot

Inti pembahasan
Inti pembahasan
  • Nonfarm payrolls AS hanya bertambah 29 ribu pada September dan gagal mencapai estimasi 84 ribu.
  • Tingkat pengangguran AS naik ke level 4,2 persen karena pasar tenaga kerja mulai mendingin.
  • Dolar AS turun setelah data tenaga kerja melemah dan mengubah ekspektasi suku bunga The Fed.

Non-Farm Payrolls (NFP) adalah data ketenagakerjaan AS yang mengukur perubahan jumlah pekerja di luar sektor pertanian. Data NFP September hanya bertambah 29 ribu, jauh di bawah ekspektasi pasar sebesar 84 ribu, sehingga menekan dolar AS dan kembali mengubah ekspektasi terhadap kebijakan The Fed.

Pada saat yang sama, tingkat pengangguran naik menjadi 4,2%, dibandingkan estimasi 4,1%.

Private payrolls hanya bertambah 46 ribu, sementara jumlah tenaga kerja pemerintah berkurang 17 ribu.

Pertumbuhan upah juga menunjukkan perlambatan. Average hourly earnings hanya naik 0,13% secara bulanan dan 3,02% secara tahunan.

Selain headline September yang lemah, data bulan sebelumnya juga direvisi turun. Payroll Agustus direvisi menjadi 133 ribu dari sebelumnya 162 ribu, sementara data Juli direvisi menjadi -10 ribu.

Revisi tersebut semakin memperkuat indikasi bahwa pasar tenaga kerja AS kehilangan momentum.

 

Dolar AS Turun, Ekspektasi The Fed Berubah

US Dollar Index (USDIDX) turun signifikan setelah laporan tenaga kerja dirilis.

Lemahnya NFP dan kenaikan tingkat pengangguran langsung memicu repricing terhadap prospek kebijakan moneter The Fed.

Kalshi kini menunjukkan probabilitas sekitar 85% bahwa The Fed akan mempertahankan suku bunga pada pertemuan Oktober, setelah payroll hanya bertambah 29 ribu dibandingkan ekspektasi 84 ribu.

Kombinasi pertumbuhan lapangan kerja yang lemah, kenaikan pengangguran, perlambatan upah, dan revisi turun terhadap data sebelumnya memperkuat sinyal bahwa kondisi pasar tenaga kerja AS mulai mendingin.

Bagi pasar, data tersebut dapat mengurangi tekanan bagi The Fed untuk kembali memperketat kebijakan secara agresif, sehingga arah Treasury yield, dolar AS, dan Wall Street kembali menjadi fokus setelah rilis NFP.

Sumber: XTB

 
23 Oktober 2026, 13.05

Kalender Ekonomi: PMI AS dan Eropa, Wall Street Siap Bergejolak?

22 Oktober 2026, 13.47

Kalender Ekonomi: Nasdaq Anjlok 1,63%, Harga Minyak Melesat

22 Oktober 2026, 01.07

Daily Summary: Nasdaq Naik, SpaceX dan Tesla Jadi Sorotan

21 Oktober 2026, 22.58

Rusia Jual Cadangan Emas 10 Bulan, Harga Emas Terancam?

Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.

Instrumen keuangan yang kami tawarkan, khususnya derivatif, berisiko tinggi. Saham Fraksional (FS) merupakan hak fidusia yang diperoleh dari XTB atas bagian saham fraksional dan ETF. FS bukanlah instrumen keuangan yang terpisah. Hak korporasi yang terbatas dikaitkan dengan FS.
Instrumen keuangan yang kami tawarkan, khususnya derivatif, berisiko tinggi. Saham Fraksional (FS) merupakan hak fidusia yang diperoleh dari XTB atas bagian saham fraksional dan ETF. FS bukanlah instrumen keuangan yang terpisah. Hak korporasi yang terbatas dikaitkan dengan FS.