22.10 · 5 Oktober 2026

Nu Holdings Melonjak 13%, Pemilu Brasil Jadi Katalis

Saham Nu Holdings (NU.US) mencatat salah satu sesi perdagangan terkuatnya dalam beberapa tahun terakhir, melonjak lebih dari 13% dan mendekati level US$15,30. Kinerja lima harinya juga menjadi yang terbaik sejak Agustus 2022.

Katalis utamanya berasal dari politik, tepatnya hasil mengejutkan pada putaran pertama pemilu presiden Brasil.

Senator sayap kanan Flávio Bolsonaro, putra mantan Presiden Jair Bolsonaro, memperoleh sekitar 47% suara dan mengungguli Presiden petahana Luiz Inácio Lula da Silva yang mendapat sekitar 45%, meskipun sejumlah jajak pendapat sebelumnya memperkirakan Lula akan memimpin.

Karena tidak ada kandidat yang memperoleh lebih dari 50% suara, pemilihan presiden akan ditentukan melalui putaran kedua yang dijadwalkan pada 25 Oktober.

Hal terpenting bagi pasar adalah bagaimana investor menilai program ekonomi Bolsonaro. Kandidat tersebut memosisikan dirinya sebagai pendukung kebijakan pasar bebas, dengan janji memperketat kebijakan fiskal, menerapkan batas utang publik, menurunkan pajak, dan memangkas pengeluaran pemerintah. Kebijakan tersebut dinilai pasar berpotensi positif bagi bisnis Brasil, pasar saham, dan mata uang real. Reaksi awal terlihat jelas di pasar valuta asing. Real Brasil mencatat sesi terbaiknya terhadap dolar AS sejak 2023, dengan penguatan harian sekitar 4,44%. Sumber: LSEG

Kinerja kubu kanan dalam pemilu kongres juga cukup kuat, yang berpotensi meningkatkan peluang implementasi reformasi apabila Bolsonaro memenangkan putaran kedua.

Dampaknya terlihat luas di pasar Brasil. iShares MSCI Brazil ETF naik sekitar 13%, Petrobras menguat sekitar 11%, dan Itaú Unibanco melonjak lebih dari 14%. Vale, Ambev, dan MercadoLibre juga mencatat kenaikan tajam.

Kenapa Nu Holdings Jadi Salah Satu Pemenang Terbesar?

Nu berbeda dari banyak fintech AS lainnya karena eksposurnya yang sangat besar terhadap Brasil.

Perusahaan membangun posisinya sebagai salah satu neobank terbesar dunia terutama melalui pasar tersebut. Dari sekitar 139 juta pelanggan, sebanyak 118 juta berada di Brasil.

Hal ini membuat valuasi NU sangat sensitif terhadap kebijakan ekonomi domestik, nilai tukar real, serta prospek suku bunga Brasil.

Perbandingannya terlihat jelas pada sesi hari ini.

Robinhood naik sekitar 1%, sementara SoFi bergerak relatif datar. Pergerakan tersebut menunjukkan bahwa aliran modal tidak sedang masuk ke seluruh sektor fintech, tetapi lebih terfokus pada perusahaan yang memiliki eksposur langsung terhadap Brasil.

Fundamental NU Ikut Mendukung Rally

Fundamental perusahaan juga memberikan dukungan terhadap kenaikan saham.

Pada kuartal kedua 2026, Nu membukukan pendapatan sebesar US$5,51 miliar, tumbuh 55,8% YoY, sementara laba bersih melampaui US$1 miliar.

Saham juga mendapat katalis tambahan pada pekan sebelumnya setelah perusahaan membantah laporan mengenai kemungkinan akuisisi fintech Inggris, Monzo.

Namun, perlu diingat bahwa rally saat ini masih sangat dipengaruhi oleh perkembangan politik.

Karena itu, pergerakannya tetap rentan terhadap pembalikan sentimen.

Putaran kedua pada 25 Oktober dapat kembali mengubah keseimbangan ekspektasi pasar. Jika hasil akhirnya berbeda dari yang kini diantisipasi investor, sebagian kenaikan saham NU dapat terkoreksi.

Selain faktor politik, investor juga perlu memperhatikan risiko spesifik perusahaan.

Proporsi kredit bermasalah Stage 3 berada di sekitar 8,3%, sementara effective tax rate di Brasil mencapai sekitar 42,5%.

Kedua faktor tersebut menjadi pengingat bahwa perubahan kebijakan pemerintah dapat memberikan dampak positif maupun negatif terhadap fundamental perusahaan.

Karena itu, hasil putaran kedua pada akhir Oktober akan menjadi ujian berikutnya bagi harga saham NU.

 

Saham NU telah menguat lebih dari 13% hari ini dan kini bergerak menuju area resistance penting yang terbentuk dari kumpulan local highs pada April, Agustus, dan September tahun ini. Area tersebut dapat menjadi ujian berikutnya bagi momentum rally. Jika sentimen terhadap Brasil tetap positif menjelang putaran kedua, NU berpotensi mempertahankan momentum. Namun, karena kenaikan saat ini sangat dipengaruhi oleh hasil pemilu, perkembangan politik tetap menjadi katalis sekaligus risiko terbesar dalam beberapa minggu ke depan.

Sumber: XTB

5 Oktober 2026, 23.42

SpaceX Melonjak 5%, Morgan Stanley Lihat Upside 89%

5 Oktober 2026, 19.26

Intel Turun 4%, TSMC Masuk Terra Fab Jadi Ancaman Baru

5 Oktober 2026, 17.28

Delta Sudah Naikkan Tarif, Bisa Bertahan Saat Minyak Turun?

2 Oktober 2026, 20.51

US Open: Wall Street Menguat, NFP Lemah Dorong Saham Teknologi

Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.

Instrumen keuangan yang kami tawarkan, khususnya derivatif, berisiko tinggi. Saham Fraksional (FS) merupakan hak fidusia yang diperoleh dari XTB atas bagian saham fraksional dan ETF. FS bukanlah instrumen keuangan yang terpisah. Hak korporasi yang terbatas dikaitkan dengan FS.
Instrumen keuangan yang kami tawarkan, khususnya derivatif, berisiko tinggi. Saham Fraksional (FS) merupakan hak fidusia yang diperoleh dari XTB atas bagian saham fraksional dan ETF. FS bukanlah instrumen keuangan yang terpisah. Hak korporasi yang terbatas dikaitkan dengan FS.