13.19 · 7 Oktober 2026

Oil Rebound, Yield AS Tetap Tinggi, Dolar Menguat

Oil dan Geopolitik

  • Harga oil kembali menguat di tengah meningkatnya ketegangan antara Saudi Arabia dan Houthi.
  • Houthi melaporkan serangan terhadap Riyadh Airport, Abha Airport, dan pangkalan udara Saudi, meski serangan ke Riyadh belum terkonfirmasi.
  • Brent bertahan dekat US$100 per barel, sementara WTI naik di atas US$90.
  • Risiko tambahan datang dari badai di Teluk Meksiko yang diperkirakan berkembang menjadi hurricane pertama musim Atlantik 2026.
  • Area offshore dalam jalurnya mencakup sekitar 15% produksi oil AS, sementara sejumlah refinery juga berpotensi terdampak.
  • Gangguan refinery bisa menjadi risiko lebih besar daripada penurunan produksi crude, terutama karena pasar diesel masih ketat.

Selat Hormuz dan Inventory AS

  • Perusahaan shipping dilaporkan membayar kapten tanker hingga sekitar US$100.000 per bulan, ditambah bonus besar, untuk melintasi Selat Hormuz.
  • Ketersediaan crew menjadi tantangan tambahan karena pekerja masih dapat menolak perjalanan ke zona perang.
  • Di AS, data API menunjukkan crude inventory turun sekitar 2,1 juta barel, berlawanan dengan ekspektasi kenaikan.
  • Gasoline inventory juga turun, sementara distillate stocks naik tipis.

Treasury Yield dan Dolar AS

  • Yield US Treasury 10 tahun bertahan dekat 5,3% setelah aksi jual panjang di pasar obligasi.
  • Goldman Sachs menilai pergerakan yield mungkin sudah terlalu jauh, setelah didorong oleh harga oil, data ekonomi AS yang kuat, lelang Treasury yang lemah, penerbitan utang terkait AI, dan technical selling.
  • Dolar AS ikut menguat pada sesi Asia.
  • USDIDX naik sekitar 0,25%, USDJPY mendekati 158,40, sementara EURUSD turun di bawah 1,1220.

AI dan SpaceX

  • SpaceX dilaporkan sedang mencari pendanaan sekitar US$40 miliar.
  • Dari jumlah tersebut, sekitar US$30 miliar disebut akan berasal dari investment-grade debt.
  • Dana tersebut direncanakan untuk mendukung pembelian chip AI dari Nvidia, menegaskan bahwa kebutuhan modal untuk ekspansi infrastruktur AI masih sangat besar.
7 Oktober 2026, 13.41

Kalender Ekonomi: EIA dan FOMC Jadi Fokus Pasar Rabu

6 Oktober 2026, 12.49

Market Wrap: Wall Street Dekati Rekor, Yield Tinggi Jadi Risiko Utama

6 Oktober 2026, 10.47

Nvidia Cetak Rekor Meski Yield 5,3%, Ekspektasi Jadi Ujian

5 Oktober 2026, 21.02

ISM Jasa AS Melambat, Tekanan Harga Masih Tinggi

Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.

Instrumen keuangan yang kami tawarkan, khususnya derivatif, berisiko tinggi. Saham Fraksional (FS) merupakan hak fidusia yang diperoleh dari XTB atas bagian saham fraksional dan ETF. FS bukanlah instrumen keuangan yang terpisah. Hak korporasi yang terbatas dikaitkan dengan FS.
Instrumen keuangan yang kami tawarkan, khususnya derivatif, berisiko tinggi. Saham Fraksional (FS) merupakan hak fidusia yang diperoleh dari XTB atas bagian saham fraksional dan ETF. FS bukanlah instrumen keuangan yang terpisah. Hak korporasi yang terbatas dikaitkan dengan FS.