Data AS menunjukkan pertumbuhan ekonomi dan konsumsi yang lebih kuat dari ekspektasi, sementara inflasi core PCE berada di bawah forecast. Dolar AS melemah, sementara indeks saham AS menguat setelah data dirilis.
Inflasi PCE dan ADP
-
Headline PCE naik 3,4% YoY, di bawah forecast 3,7% dan angka sebelumnya 3,7%.
-
Headline PCE naik 0,3% MoM, sejalan dengan ekspektasi dan lebih tinggi dari 0,2% sebelumnya.
-
Core PCE naik 3,01% YoY, di bawah forecast 3,3% dan angka sebelumnya 3,3%.
-
Core PCE naik 0,2% MoM, dibandingkan forecast 0,3% dan angka sebelumnya 0,2%.
-
Final core PCE price measure tercatat 3,3%, di bawah forecast 3,6% dan angka sebelumnya 3,6%.
-
Final PCE price measure tercatat 5,0%, dibandingkan 5,3% sebelumnya.
-
ADP employment AS meningkat 90 ribu, di atas ekspektasi 74,5 ribu dan angka sebelumnya 38 ribu, yang direvisi menjadi 36 ribu.
GDP dan Deflator
-
Final GDP AS tumbuh 2,2% QoQ, di atas forecast 1,5% dan estimasi sebelumnya 1,5%.
-
Final GDP deflator tercatat 6,1%, turun dari 6,4% sebelumnya.
Pendapatan, Konsumsi, dan Inventori
-
Personal income naik 0,2% MoM, di bawah forecast 0,5% dan angka sebelumnya 0,4%.
-
Consumer spending naik 0,9% MoM, sesuai ekspektasi dan meningkat dari 0,2% sebelumnya.
-
Real personal consumption naik 0,6% MoM, di atas forecast 0,5% dan setelah tidak mencatat pertumbuhan pada bulan sebelumnya.
-
Preliminary wholesale inventories naik 0,7% MoM, dibandingkan ekspektasi 0,5% dan angka sebelumnya 1,3%.
Apa yang Ditunjukkan Data AS Terbaru?
Real consumer spending, yang sudah disesuaikan dengan perubahan harga, naik 0,6% MoM pada Agustus. Ini menjadi kenaikan bulanan terkuat sejak Maret 2025.
Konsumen meningkatkan pengeluaran terutama untuk barang seperti kendaraan bermotor, perlengkapan rumah, dan pakaian, meskipun harga bensin tinggi dan biaya di berbagai sektor ekonomi masih meningkat.
Permintaan juga mendapat dukungan dari pasar tenaga kerja yang relatif stabil dan kenaikan harga saham, yang membantu rumah tangga mempertahankan kecenderungan belanja yang kuat.
Pada saat yang sama, tekanan harga masih terlihat jelas.
Indeks harga PCE, yang menjadi indikator inflasi pilihan The Fed, naik 0,3% MoM. Core PCE yang mengecualikan makanan dan energi naik 0,2% MoM.
Artinya, ekonomi AS masih tumbuh meskipun inflasi tetap tinggi. Kondisi ini membuat outlook kebijakan moneter menjadi lebih kompleks.
The Fed saat ini mengamati data konsumsi dan inflasi secara ketat setelah menaikkan suku bunga pada September untuk pertama kalinya dalam tiga tahun.
Perhatian berikutnya akan beralih ke laporan tenaga kerja September yang dirilis pada Jumat.
Dalam beberapa pekan mendatang, investor juga akan menerima data tambahan mengenai inflasi dan kondisi konsumen, yang akan memberikan gambaran lebih lengkap mengenai ekonomi menjelang keputusan kebijakan The Fed pada 28 Oktober.
Data saat ini menunjukkan bahwa ekonomi AS tetap resilient meskipun suku bunga dan inflasi masih tinggi. Pada saat yang sama, ruang bagi The Fed untuk melonggarkan kebijakan secara cepat tetap terbatas kecuali tekanan harga terus menunjukkan moderasi.
Sumber: XTB Research, Macrobond
Market Wrap: Yield AS Turun, Pasar Fokus ke PCE
Daily summary: Nasdaq Melemah, The Fed Tetap Hawkish
US Open: Nasdaq Naik, Data Konsumen AS Melemah
S&P 500 Earnings Tembus Ekspektasi, Magnificent 7 Masih Dominan
Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.