Baca selengkapnya
22.31 · 16 Oktober 2025

Pejabat The Fed Dukung Pelonggaran Moneter Bertahap 🔎

Inti pembahasan
Inti pembahasan
  • Waller: Dukung pemangkasan suku bunga 25 bp dan jeda evaluasi.

  • Barkin: Lihat tanda pelemahan pasar tenaga kerja, serukan kehati-hatian.

  • Miran: Dorong pemangkasan hingga 50 bp akibat ketidakpastian dan risiko tarif.

Christopher Waller

Waller menilai data ekonomi saat ini mendukung pemangkasan suku bunga 25 basis poin pada pertemuan berikutnya dan menyarankan pendekatan “hati-hati” — satu kali pemangkasan diikuti jeda untuk evaluasi. Ia menegaskan bahwa arah kebijakan setelah Oktober akan bergantung pada data berikutnya: jika pasar tenaga kerja terus melemah, suku bunga sebaiknya diarahkan menuju tingkat netral, sekitar 100–125 bp di bawah level saat ini.

Waller mengidentifikasi sinyal peringatan jelas di pasar tenaga kerja, dengan lemahnya permintaan tenaga kerja yang sebagian tertutupi oleh dinamika pasokan seperti pergantian pekerja dan fenomena no-hire, no-fire. Ia memperkirakan inflasi bergerak menuju 2% (saat ini sekitar 2.5%), dengan dampak moderat dari tarif, sementara pertumbuhan PDB kemungkinan melambat pada akhir tahun.

Ia juga menyoroti bahwa AI dapat menjadi hambatan struktural bagi pasar tenaga kerja, yang tidak bisa diselesaikan lewat kebijakan suku bunga — karenanya ia lebih memilih penurunan bertahap 25 bp.

Thomas Barkin

Barkin mengamati adanya pergeseran jelas dalam pasar tenaga kerja — banyak kandidat untuk tiap posisi, menandakan permintaan tenaga kerja yang melemah. Dengan semakin terbatasnya data yang dapat diandalkan, ia mengatakan bahwa The Fed kini “terbang buta”, sehingga diperlukan kehati-hatian dalam langkah kebijakan. Konsumen masih berbelanja, tetapi dengan tabungan berlebih yang makin menipis dan lebih selektif dalam pengeluaran, menunjukkan perlambatan ekonomi, bukan overheating.

Stephen Miran

Miran berpendapat bahwa The Fed sebaiknya memotong suku bunga sebesar 50 bp, mengingat meningkatnya ketidakpastian, meskipun ia memperkirakan realisasinya hanya 25 bp. Ia menilai ketegangan dagang AS–Tiongkok sebagai risiko utama jangka pendek. Tarif memang belum mendorong inflasi secara signifikan, namun gangguan rantai pasok — khususnya pada bahan baku rare earth — dapat menimbulkan dampak ekonomi yang serius.

11 Maret 2026, 13.38

Kalender Ekonomi: Inflasi CPI AS Jadi Fokus Pasar 🔎

11 Maret 2026, 13.30

Morning Wrap (11.03.2026)

9 Maret 2026, 13.44

Kalender Ekonomi: CPI AS Jadi Data Terpenting Pekan Ini 🔎

9 Maret 2026, 13.36

Market Wrap (09.03.2026)

Bergabunglah dengan lebih dari 2.000.000 investor XTB dari seluruh dunia
Instrumen keuangan yang kami tawarkan, khususnya derivatif, berisiko tinggi. Saham Fraksional (FS) merupakan hak fidusia yang diperoleh dari XTB atas bagian saham fraksional dan ETF. FS bukanlah instrumen keuangan yang terpisah. Hak korporasi yang terbatas dikaitkan dengan FS.
Instrumen keuangan yang kami tawarkan, khususnya derivatif, berisiko tinggi. Saham Fraksional (FS) merupakan hak fidusia yang diperoleh dari XTB atas bagian saham fraksional dan ETF. FS bukanlah instrumen keuangan yang terpisah. Hak korporasi yang terbatas dikaitkan dengan FS.