17.46 · 27 Agustus 2026

Perak Menunggu Tunggu Sinyal Baru dari The Fed

Perak kesulitan memulai pergerakan naik yang berarti dalam empat sesi terakhir setelah mencapai area US$69–70 per ounce. Jika level ini mampu bertahan, impulse bullish 1:1 berikutnya berpotensi membawa harga menuju sekitar US$77 per ounce.

Namun, jika harga menembus ke bawah US$68 per ounce, hal tersebut dapat menjadi sinyal awal periode pelemahan yang lebih panjang dan membuka jalan menuju pengujian area US$60. Emas tetap menjadi pasar penting untuk dipantau karena secara teori arah perak cenderung mengikuti pergerakan emas, sementara dolar AS juga menjadi salah satu faktor penggerak utama. Pidato Kevin Warsh di Jackson Hole besok berpotensi membawa volatilitas tambahan ke pasar logam mulia.

Commercials: Masih Memegang Posisi Short Besar

Commercials masih memegang posisi short yang jauh lebih besar dibandingkan posisi long. Producers/Merchants mencatat net short sekitar 16,1 ribu kontrak, sementara Swap Dealers memegang net short sekitar 28,7 ribu kontrak. Secara gabungan, posisi net short mencapai sekitar 44,8 ribu kontrak.

Kondisi ini menunjukkan bahwa pelaku pasar yang berkaitan langsung dengan pasar fisik perak masih melakukan hedging dalam jumlah besar pada level harga saat ini. Namun, posisi tersebut tidak otomatis berarti mereka memperkirakan harga perak akan turun.

Managed Money: Fund Masih Net Long

Managed Money masih mencatat posisi net long sekitar 11,7 ribu kontrak. Dalam satu pekan terakhir, fund mengurangi posisi long sebanyak 423 kontrak, tetapi pada saat yang sama menutup 960 posisi short. Dengan demikian, posisi net mereka justru sedikit membaik.

Open interest meningkat hampir 5 ribu kontrak, menunjukkan aktivitas pasar yang semakin tinggi. Meski demikian, belum terlihat tanda yang jelas bahwa fund sedang membangun posisi bullish baru secara agresif.

Sumber: CFTC (CoT report, data as of August 18)

27 Agustus 2026, 12.34

Market Wrap: Nvidia Rebound, Pasar Menanti Pidato Warsh

27 Agustus 2026, 00.44

Daily summary: Wall Street Datar Jelang Nvidia, Minyak Rebound

26 Agustus 2026, 23.52

Harga Minyak Turun, tapi Risiko Oversupply 2027 Mulai Muncul

26 Agustus 2026, 21.55

Stok BBM AS Turun Tajam, Harga Minyak Kembali Menguat

Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.

Instrumen keuangan yang kami tawarkan, khususnya derivatif, berisiko tinggi. Saham Fraksional (FS) merupakan hak fidusia yang diperoleh dari XTB atas bagian saham fraksional dan ETF. FS bukanlah instrumen keuangan yang terpisah. Hak korporasi yang terbatas dikaitkan dengan FS.
Instrumen keuangan yang kami tawarkan, khususnya derivatif, berisiko tinggi. Saham Fraksional (FS) merupakan hak fidusia yang diperoleh dari XTB atas bagian saham fraksional dan ETF. FS bukanlah instrumen keuangan yang terpisah. Hak korporasi yang terbatas dikaitkan dengan FS.