Baca selengkapnya
18.26 · 18 Desember 2025

Perang Dingin Chip Global: Cara China Mengubah Aturan Teknologi 🌍

-
-
Buka Akun Unduh aplikasi gratis
-
-
Buka Akun Unduh aplikasi gratis

Peristiwa yang berpotensi mengubah fundamental jangka panjang sektor teknologi jarang terjadi di panggung global. Kemajuan China dalam mengembangkan teknologi litografi EUV miliknya sendiri termasuk dalam kategori tersebut. Meskipun proyek ini masih berada pada tahap pengujian dan prototipe, signifikansinya jauh melampaui siklus pasar saat ini maupun kinerja laba perusahaan dalam jangka pendek.

Peristiwa yang berpotensi mengubah fundamental jangka panjang sektor teknologi jarang terjadi di panggung global. Kemajuan China dalam mengembangkan teknologi litografi EUV miliknya sendiri termasuk dalam kategori tersebut. Meskipun proyek ini masih berada pada tahap pengujian dan prototipe, signifikansinya jauh melampaui siklus pasar saat ini maupun kinerja laba perusahaan dalam jangka pendek.

Selama beberapa tahun terakhir, China menjalankan program terkoordinasi yang dipimpin oleh negara dengan tujuan mencapai kemandirian penuh dari teknologi semikonduktor Barat. Program ini mencakup pembangunan mesin litografi generasi berikutnya, pengembangan kapabilitas domestik dalam optik presisi, perangkat lunak desain, material kritis, serta proses manufaktur. Skala komitmen finansial dan institusional menunjukkan bahwa ini bukan sekadar proyek eksperimental, melainkan komponen utama dari strategi ekonomi dan geopolitik jangka panjang.

Dari perspektif teknologi, China masih tertinggal beberapa tahun dari para pemimpin global. Namun, negara tersebut berpotensi mencapai tingkat kemampuan yang cukup untuk meredam dampak sanksi, mengurangi ketergantungan pada pemasok Barat, dan secara bertahap membangun penawaran yang kompetitif bagi pasar pihak ketiga. Skenario ini membawa implikasi besar bagi raksasa teknologi Barat, yang saat ini memperoleh porsi pendapatan signifikan dari pasar China.

Dorongan China untuk mencapai swasembada dalam produksi chip kelas atas, yang didukung oleh mega-fund berbasis negara, mulai mengguncang rantai pasok global. Beijing menguasai sekitar 90% pasar gallium, germanium, dan palladium, serta membatasi ekspor material-material tersebut, sehingga menciptakan kelangkaan global. Kondisi ini berpotensi mendorong harga wafer silikon naik 20–30%. Sebagai respons, negara-negara Barat berinvestasi dalam diversifikasi produksi melalui kebijakan seperti CHIPS Act serta proyek-proyek baru di India dan Eropa. Langkah-langkah ini meningkatkan biaya produksi, menunda operasional pabrik, dan mendorong kenaikan harga produk elektronik konsumen, termasuk smartphone, laptop, dan server AI, sekaligus meningkatkan risiko fragmentasi rantai pasok global.

Perubahan rantai pasok ini membawa implikasi signifikan bagi valuasi perusahaan teknologi yang sensitif terhadap pasokan chip. Perusahaan Barat yang paling terekspos meliputi ASML, TSMC, Nvidia, Intel, AMD, Apple, Samsung, dan Microsoft, yang menghadapi tekanan akibat terbatasnya akses ke pasar China, meningkatnya biaya produksi, serta risiko kekurangan komponen. Sebaliknya, perusahaan China seperti SMIC, Huawei, dan pabrik semikonduktor domestik lainnya berpotensi diuntungkan oleh meningkatnya swasembada, dukungan negara, serta pengurangan ketergantungan pada teknologi Barat, yang dapat memperkuat posisi pasar dan potensi pertumbuhan mereka.

Konsekuensi geopolitiknya tidak kalah besar. Persaingan teknologi semakin menyerupai konflik sistemik jangka panjang, di mana akses terhadap chip canggih menjadi penentu keunggulan ekonomi, militer, dan strategis. Dalam konteks ini, sektor teknologi tidak lagi semata-mata menjadi arena inovasi berbasis pasar, melainkan juga alat kebijakan negara.

Bagi investor, kondisi ini menuntut perubahan sudut pandang. Kinerja jangka pendek dan tren permintaan saat ini tetap penting, namun ketahanan terhadap ketegangan geopolitik dan perubahan struktural menjadi semakin krusial. Proyek sebesar program China tidak perlu sepenuhnya berhasil untuk mempengaruhi valuasi dan strategi korporasi. Dalam jangka panjang, cukup dengan mengubah aturan permainan. Proses yang berjalan perlahan ini berpotensi menjadi yang paling mahal bagi investor ketika akhirnya sepenuhnya tercermin dalam harga pasar.

3 Februari 2026, 00.49

Paradoks Oracle: Investasi Besar dan Beban Utang yang Terus Membesar

2 Februari 2026, 22.25

US Open: Amerika Menguat, Logam Mulia Tertekan!

2 Februari 2026, 21.55

Palantir Preview: Apakah Kesempurnaan Sudah Sepenuhnya Tercermin di Harga? 📊

2 Februari 2026, 21.26

US500 Rebound Usai Sell-off 📈 Analisis Musim Laporan Keuangan Wall Street 🗽

Bergabunglah dengan lebih dari 2.000.000 investor XTB dari seluruh dunia
Instrumen keuangan yang kami tawarkan, khususnya derivatif, berisiko tinggi. Saham Fraksional (FS) merupakan hak fidusia yang diperoleh dari XTB atas bagian saham fraksional dan ETF. FS bukanlah instrumen keuangan yang terpisah. Hak korporasi yang terbatas dikaitkan dengan FS.
Instrumen keuangan yang kami tawarkan, khususnya derivatif, berisiko tinggi. Saham Fraksional (FS) merupakan hak fidusia yang diperoleh dari XTB atas bagian saham fraksional dan ETF. FS bukanlah instrumen keuangan yang terpisah. Hak korporasi yang terbatas dikaitkan dengan FS.