- PPI AS mencatat kenaikan terbesar sejak 2022.
- Inflasi inti produsen naik jauh di atas ekspektasi pasar.
- Harga energi dan tiket pesawat menjadi pendorong utama.
- Yield obligasi AS kembali naik setelah data dirilis.
- Pasar mulai meningkatkan probabilitas kenaikan suku bunga The Fed.
- PPI AS mencatat kenaikan terbesar sejak 2022.
- Inflasi inti produsen naik jauh di atas ekspektasi pasar.
- Harga energi dan tiket pesawat menjadi pendorong utama.
- Yield obligasi AS kembali naik setelah data dirilis.
- Pasar mulai meningkatkan probabilitas kenaikan suku bunga The Fed.
Data inflasi produsen AS (PPI) untuk April menunjukkan kenaikan paling tajam sejak 2022. Kenaikan tersebut secara alami sebagian besar dipicu oleh lonjakan harga bahan bakar. Namun demikian, inflasi inti yang tidak memasukkan komponen makanan dan energi juga meningkat signifikan hingga mencapai 5,2%.
Gambar 1: Inflasi CPI & PPI AS (2018 - 2026)
Sumber: XTB Research, 13.05.2026
Seluruh data yang dirilis menunjukkan kejutan besar ke atas dan jauh melampaui ekspektasi pasar.
- PPI Inflation [YoY]: 6,0% (vs konsensus 4,8%)
- PPI Inflation [MoM]: 1,4% (vs 0,5%)
- Core PPI Inflation* [YoY]: 5,2% (vs 4,3%)
- Core PPI Inflation* [MoM]: 1,0% (vs 0,3%)
- Super-Core PPI Inflation** [YoY]: 5,2% (vs 4,3%)
- Super-Core PPI Inflation** [MoM]: 1,0% (vs 0,3%)
* Tidak termasuk makanan dan energi
** Tidak termasuk makanan, energi, dan jasa perdagangan.
Kenaikan harga tiket pesawat sebesar 3% secara bulanan menjadi salah satu sorotan utama dalam rincian data. Meski demikian, beberapa kategori justru menunjukkan kejutan ke bawah, seperti layanan rumah sakit yang hanya naik sekitar 0,1% secara bulanan dan manajemen portofolio yang turun 2,4%.
Gambar 2: Inflasi PPI AS dan Harga WTI (2012 - 2026)
Sumber: XTB Research, 13.05.2026
Reaksi pasangan EUR/USD terhadap data ini terbilang cukup terbatas. Setelah rilis, pasangan mata uang tersebut bergerak relatif datar dan melemah sekitar 0,3% sepanjang hari, kemungkinan karena minimnya perkembangan positif terkait situasi Timur Tengah. Pergerakan futures S&P 500 juga terlihat masih cukup terbatas.
Pasar mulai sedikit meningkatkan ekspektasi terhadap potensi kenaikan suku bunga FOMC, meskipun skenario tersebut masih belum menjadi skenario utama sebelum akhir tahun dengan probabilitas sekitar 40% yang telah diperhitungkan pasar. Di saat yang sama, yield obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun kembali naik hingga 4,48%, level tertinggi sejak Juli.
Alibaba Tertekan, Beban AI Picu Kekhawatiran Pasar
Gemini Jadi Mesin AI Baru Alphabet dan Apple
Harga Minyak Bertahan Tinggi di Tengah Krisis Hormuz
Kalender Ekonomi: Pasar Pantau PPI AS
Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.